OK
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

Prosesi Pernikahan Adat Jawa dan Makna Tiap Ritualnya

13 Desember 2022 · 5 min read Author: Maskah Alghofar

prosesi pernikahan adat jawa

Berencana menikah dengan tema pernikahan adat Jawa? Berikut ini susunan acara dan prosesi pernikahan lengkap dengan maknanya untuk referensi kamu!

Menikah adalah momen paling membahagiakan dan sakral dalam kehidupan seseorang.

Selain mempersiapkan undangan pernikahan, kamu perlu menyiapkan konsep pernikahan, baik menggunakan adat atau secara modern.

Menariknya, ada banyak jenis budaya pernikahan di Indonesia sesuai dengan adat istiadat dari pengantinnya.

Salah satu upacara adat yang banyak digunakan masyarakat adalah pernikahan adat Jawa.

Ada banyak rangkaian prosesi adat yang sakral dan sudah turun temurun dilakukan masyarakat Jawa.

Bagi kamu yang ingin melangsungkan pernikahan dengan prosesi Jawa, berikut ini susunan acaranya yang bisa jadi referensi.

Prosesi Hajatan dan Ritual Pernikahan Adat Jawa

1. Prosesi Hajatan Pasang Tarub dan Tratag

Prosesi pernikahan adat jawa Hajatan Pasang Tarub dan Tratag

Sumber: weddingmarket.com/

Proses pernikahan adat Jawa pertama adalah pasang tarub dan tratag.

Tarub sendiri merupakan hiasan daun kelapa muda atau janur dan tratag adalah dekorasi tenda.

Pemasangan kedua bagian penikahan adat ini sebagai tanda bahwa ada keluarga yang sedang melangsungkan pernikahan.

Selain itu, janur kuning melengkung sebagai harapan kemakmuran dan berkah bagi kedua pengantin.

2. Kembar Mayang

Kembar mayang merupakan ornamen dari rangkaian akar, batang, daun, bunga dan buah.

Biasanya daun-daun beraneka ragam akan berbentuk menyerupai bentuk gunung, keris, belalang, burung, cambuk hingga payung.

Konon, kembar mayang mampu memberikan motivasi dan kebijaksanaan bagi kedia mempelai dalam menghadapi kehidupan pernikahan.

3. Pasang Tuwuhan

Prosesi pernikahan selanjutnya adalah tuwuhan yang memiliki arti tumbuh-tumbuhan di tempat siraman.

Sebagian keluarga juga menambahkan beberapa buah-buahan sebagai pemanis seperti setandan pisang.

4. Siraman

Siraman pernikahan adat jawa

Sumber: IDNTimes

Secara harfiah, siraman memiliki arti mandi dengan air. Nantinya, ada tujuh orang yang akan menyiramkan air ke sang pengantin.

Kemudian sang ayah mempelai wanita akan menyelesaikan ritual sebagai lambang pembersihan diri.

Selanjutnya, pengantin akan melakukan ritual lebih sakral yaitu ayah menggendong mempelai wanita menuju kamar pengantinnya.

5. Adol Dawet

Adol dawet adalah prosesi dimana kedua orang tua akan akan menyelenggarakan acara menjual dawet sebagai hidangan kepada para tamu undangan.

Akan tetapi, penjualan dawet ini tidak dibayar dengan uang biasa. Melainkan menggunakan kreweng atau pecahan tembikar dari tanah liat.

Makna prosesi ini sebagai tanda pokok kehidupan yang berasal dari bumi.

Selain itu, momen antara ibu yang melayani pembeli dan ayah yang memayungi ibu sebagai makna gotong royong dalam membina rumah tangga.

6. Potong Tumpeng

Pernikahan adat Jawa modern atau tradisional banyak yang masih menggunakan potong tumbpeng.

Pasalnya, tumpeng ini menjadi simbol kemakmuran dan kesejahteraan kehidupan karena bentuknya yang tinggi menyerupai gunung.

Prosesi potong tumpeng pada pernikahan adat Jawa ini akan dilakukan oleh kedua orang tua dengan mengambil puncak tumpeng beserta lauk pauknya.

7. Dulangan Pungkasan

Dulangan Pungkasan jawa

Sumber: photomotion-online.com/

Selanjutnya adalah dulangan pungkasan yang artinya suapan terakhir.

Makna dari prosesi ini melambangkan tanggung jawab terakhir orang tua terhadap anaknya.

Momen ini cukup mengharukan karena menjadi tanda orang tua yang akan melepas anak mereka untuk membangun keluarganya sendiri.

8. Tanam Rambut dan Lepas Ayam

Memotong sedikit rambut kedua mempelai dan menanamkan ini dilakukan oleh orang tua.

Ritual adat Jawa ini bertujuan agar kedua mempelai dijauhkan dari segala hal buruk dalam rumah tangga.

Kemudian dilanjutkan dengan pelepasan ayam jantan hitam sebagai bentuk keikhlasan orang tua melepas anaknya untuk mandiri.

9. Midodareni

Prosesi hajatan pernikahan adat Jawa sebelum hari pernikahan berakhir dengan midodareni.

Kata midodareni sendiri berasal dari kata ‘widodari’ yang dalam bahasa Jawa berarti bidadari.

Harapan untuk ritual ini adalah membuat pengantin secantik bidadari saat hari pernikahannya.

Nantinya, pengantin perempuan akan berkumpul bersama keluarganya dan mendapat wejangan sebelum menikah. .

Prosesi Puncak Pernikahan Adat Jawa

Setelah melakukan ritual pernikahan, berikut adalah prosesi puncak pernikahan adat Jawa.

1. Balangan Gantal

tradisi balangan gantal

Sumber: weddingku.com

Pada prosesi ini, pasangan pengantin akan saling melempar gantal atau sirih yang terikat benang putih.

Pengantin pria akan melempar ke arah dada mempelai perempuan sebagai tanda mengambil hatinya.

Sedangkan, pengantin perempuan akan melempar ke arah lutut pria sebagai tanda bakti kepada suami.

2. Ngidak Tagan atau Nincak Endog

Prosesi ini merupakan ritual menginjak sebutir telur ayam mentah oleh pengantin pria.

Pelaksanaan ritual ini sebagai harapan adanya keturunan karena keduanya telah bersatu.

Nantinya, sang istri akan membasuh kaki suami sebagai tanda kasih sayang.

3. Sinduran

Selanjutnya adalah sinduran. Kedua mempelai akan dibalut dengan kain sindur menuju pelaminan oleh ayah mempelai wanita.

Biasanya, kain sindur yang digunakan berwarna merah dan putih sebagai tanda keberanian.

4. Bobot Timbang

bobot timbang dalam jawa

Sumber: bridestory.com

Bobot timbang berlangsung saat kedua pengantin sudah duduk di kursi pelaminan.

Ayah pengantin wanita akan menimbang anak sendiri dan menantunya dengan cara memangku keduanya.

Ibu dari pengantin akan bertanya kepada sang ayah siapa yang lebih berat untuk mengetahui seberapa berat kasih sayang kedua mempelai.

5. Minum Rujak Degan

Prosesi lainnya adalah minum rujak yang terbuat dari serutan kelapa muda.

Pengantin dan keluarga akan bergantian  akan meminum rujak dalam satu gelas yang sama.

Air kelapa ini melambangkan sebagai air suci yang mampu membersihkan rohani seluruh anggota keluarga.

6. Kacar Kucur

Pengantin pria akan mengucurkan uang logam beserta kebutuhan pokok berupa beras dan biji-bijian kepada istrinya.

Ritual ini sebagai simbol suami akan memberikan nafkah sebagai tanggung jawabnya kepada keluarga.

7. Dulangan

dulangan jawa

Sumber: thekeraton.com/

Dulangan adalah ritual saling menyuapi di antara mempelai pengantin sebanyak tiga kali.

Ritual ini sebagai simbol bahwa keduanya akan saling tolong menolong dan mesra hingga hari tua.

8. Sungkeman

Proses terakhir untuk pernikahan adat Jawa yaitu sungkeman.

Kedua mempelai akan berlutut di depan orang tua masing-masing untuk meminta maaf dan doa.

Ritual ini bertujuan sebagai bentuk penghormatan karena sudah membesarkan keduanya hingga dapat menjalan kehidupan baru secara mandiri bersama pasangan.

***

Itulah prosesi pernikahan adat Jawa yang menarik dan bisa jadi referensi bagi kamu yang ingin menikah.

Semoga bermanfaat untuk kamu, ya, Property People!

Temukan artikel menarik lainnya hanya di artikel.rumah123.com.

Cek juga informasi seputar properti dan gaya hidup di Google News Rumah123.

Dapatkan kemudahan untuk memenuhi kebutuhan properti, karena kami selalu #AdaBuatKamu.


Tag: , ,


Maskah Alghofar

Content Writer

Maskah adalah seorang content writer di 99 Group sejak tahun 2022. Lulusan Penerbitan PoliMedia Jakarta ini mengawali karir sebagai jurnalis online. Kini, Maskah rutin menulis tentang properti, gaya hidup, pendidikan, dan kesehatan.
Selengkapnya

IKLAN

Tutup iklan
×

SCROLL UNTUK TERUS MEMBACA