Harga jualnya yang cukup mahal membuat budidaya belut cukup menggiurkan untuk dijadikan bisnis. Simak cara dan perhitungan keuntungannya!

budidaya belut

Selain budidaya ikan lele dan gurame, budidaya belut saat sudah mulai diminati oleh masyarakat. 

Ini disebabkan akan tingginya kebutuhan daging belut yang kaya akan nutrisi bagi tubuh kita. 

Jika kamu tahu, salah satu masakan Jepang yang sangat enak adalah Unagi, yang berbahan dasar belut.

Tak hanya sekadar nikmat dan enak, daging belut pun juga halal dan aman dikonsumsi. 

Apabila kamu memiliki minat yang tinggi dalam budidaya ikan, mungkin budidaya belut pun bisa menjadi unit usaha tambahan yang sangat menggiurkan.

Daripada kamu penasaran, yuk simak pembahasannya berikut ini.

Apakah cara budidaya belut dalam kolam ikan seperti budidaya ikan lele?

Harus diakui jika belut dan ikan lele memiliki sedikit kemiripan karakter, khususnya pada sisi pergerakannya yang cepat dan tidak bisa diam. 

Oleh sebab itu, belut dan ikan lele memiliki karakter dalam proses budidaya yang hampir sama, sehingga cukup mudah prosesnya. 

Media tanamnya pun juga hampir mirip, sekalipun belut dan lele sama-sama memiliki kemampuan adaptif untuk hidup dimana saja.

Supaya mendapatkan keuntungan yang lebih banyak, mungkin penggunaan media kolam ikan baik dalam bentuk terpal maupun kolam tembok adalah solusi yang tepat. 

Cara ternak belut yang praktis

Apabila kamu sudah memiliki kolam ikan yang memadai, simak tipsnya berikut ini. 

1. Menyediakan media tumbuh untuk kelangsungan hidup belut

Menyiapkan media tumbuh untuk belut yang tepat merupakan prioritas penting sebelum proses budidaya ternak belut.

Oleh sebab itu, kamu pun bisa menggunakan lumpur kering, pupuk TSP, kompos, serta paket mikroorganisme sesuai takaran tepat untuk media tumbuh.

Media tumbuh yang telah dibuat tersebut harus diletakkan pada kolam drum dengan baik. 

Supaya kamu lebih paham, berikut ini merupakan tahapan dan langkah-langkahnya.

- Gunakan jerami dengan ketebalan 50cm untuk melapisi bagian dasar drum.

- Siram paket mikroorganisme sebanyak 1 liter untuk masing-masing drum.

- Berikan pula kompos atau tanah humus dengan ketebalan 7cm setelah paket mikroorganisme dilapisi pada drum. 

- Pada lapisan atas, kamu pun bisa menaburkan lumpur kering dan pupuk TSP sebanyak 5kg.

- Terakhir, isi kolam dengan air bersih hingga 14 hari, sampai terjadinya proses fermentasi.

- Harus diingat jika belut yang ingin dibudidayakan tidak bisa dimasukkan bersamaan dengan media tumbuh sampai fermentasi telah selesai.

Baca juga: Cara Mudah Budidaya Ikan Lele di Rumah, Modal Minim Bisa Jadi Jutawan!

2. Pemilihan bibit belut yang berkualitas tinggi 

Serupa seperti budidaya ikan lele maupun ikan gurame, pemilihan bibit pada belut juga menjadi perhatian yang sangat penting untuk pertumbuhannya.

Oleh sebab itu, kamu pun perlu memilih bibit belut yang berkualitas baik.

Ciri bibit yang baik untuk belut pastinya dalam kondisi sehat, dan berukuran seragam antara 10-12cm.

Ini bertujuan supaya belut yang satu dan lainnya tidak saling memakan, terlebih belut kecil selalu menjadi incaran.

3. Memberikan makanan belut yang terbaik 

Selain kualitas bibit yang menjadi perhatian penting, pakan belut pun harus menjadi perhatian penting supaya tumbuh dan berkualitas baik.

Ini dikarenakan, pakan belut yang bergizi tentunya akan mempengaruhi kualitas belut yang akan dijual.

Kamu pun bisa memberikan pakan sekitar 5 sampai 20% tergantung dari masa belut.

Untuk belut yang berukuran kecil, ada baiknya jika menggunakan larva ikan, kutu air, kecebong dengan takaran 0,5 sampai 1kg.

Sedangkan, belut dewasa, bisa diberi katak, bekicot, belatung, ikan dan ikan dengan takaran 1,5 sampai 2kg selama tiga hari sekali di sore hari.

4. Masa panen budidaya belut 

Proses panen belut umumnya terjadi dalam rentang tiga sampai empat bulan saja, tergantung dari bobot dan panjang benih belut.

Cara panennya pun bisa dilakukan sebagian maupun seluruhnya.

Jika kamu berencana melakukan panen belut sebagian, kamu pun bisa menyisakan belut-belut kecil untuk dibesarkan kembali saat panen selanjutnya. 

Baca juga: Panduan Budidaya Ikan Gurame di Rumah, Bisa Raup Puluhan Juta Sekali Panen

Bisakah budidaya belut air bersih tanpa ada lumpur?

Salah satu penghalang minat orang dalam budidaya belut yang sangat utama adalah faktor kebersihannya.

Ini dikarenakan karakter belut yang sedikit kotor dan agak menjijikan bagi khalayak umum, terlebih belut di justifikasikan sebagai hal aneh apalagi jika kamu mengikuti lomba 17an.

Namun, kamu tak usah khawatir karena budidaya belut pun bisa dilakukan dengan air bersih tanpa ada mikroorganisme lumpur seperti tahapan diatas. 

Meski demikian, proses budidayanya memerlukan sedikit biaya ekstra dalam hal perawatan maupun media tanamnya. 

Sebab, pada proses perawatannya cenderung sedikit berbeda, mengingat kualitas air bersih dalam kolam belut pun harus diperhatikan dengan baik. 

Ini dikarenakan belut yang kerap mengeluarkan lendir sebagai pertahanan diri, sehingga pH (pangkat hidrogen) air pun akan sangat berpengaruh.

Jika pH air sudah melebihi batas normal dengan jumlah 7, maka air tersebut harus dinetralkan kembali dengan alat sirkulasi yang memadai.

Semakin bagus sirkulasi udara dan airnya, maka akan semakin stabil pula tingkat oksigen yang ada pada kolam.

Menhitung modal yang dibutuhkan untuk budidaya belut 

Setelah mengetahui tahapan budidaya belut, kamu pun perlu memperkirakan maupun merencanakan perhitungan modal usaha budidaya ini. 

Jika kamu sudah siap dengan segala hal dalam proses budidaya belut, simak perhitungannya jika menggunakan media kolam berikut ini.

- Pembibitan Belut = Rp 30.000 per Kg x 5 Kg = Rp1.500.000

- Makanan Belut = Rp. 300.000 x 4 minggu = Rp1.200.000

- Bahan tambahan seperti jerami dan lainnya sekitar = Rp350.0000

- Biaya membeli ember = Rp60.000

- Transportasi dan perjalanan = Rp200.000

- Biaya tak terduga atau biaya tambahan = Rp100.000

- Total biaya modal usaha ternak belut ialah Rp1.960.000

Setelah mengetahui modal yang harus dipersiapkan dalam proses budidaya belut, kamu pun bisa mengetahui peluang keuntungan yang bisa diperoleh di lapangan.

Potensi keuntungan yang bisa didapatkan dengan budidaya belut

Adapun, potensi keuntungan budidaya belut melalui penggunaan kolam ikan dapat dideskripsikan sebagai berikut. 

- Bibit belut = 5 kg = 5000 gr, asumsinya ukuran bibit belut ialah 2 gr, berarti ada 2500 ekor belut.

- Belut yang siap dipanen 1 Kg belut = 8 ekor, jika 2500 ekor berarti 313 kg belut.

- Penghasilan = Rp40.000 x 313 Kg = Rp12.520.000

- Keuntungan = Rp12.520.000 - Rp1.960.000 = Rp 10.560.000

Selain menjual dalam satuan kilogram, kamu pun bisa memotongnya terlebih dahulu dan dijual dalam bentuk paketan. 

Penggunaan paket untuk daging belut bertujuan untuk memudahkan proses konsumsi belut sebagai makanan yang lezat.

Umumnya, belut unagi dalam kondisi beku bisa kamu jual dengan harga Rp100 ribuan per 100 gram berdasarkan situs e-commerce.

Dapat disimpulkan jika budidaya belut merupakan salah satu alternatif yang menarik untuk kamu yang ingin memulai wirausaha dalam industri perikanan. 

Selain menjadi peluang bisnis yang menjanjikan, kamu pun bisa mengolah daging belut menjadi makanan yang lezat dengan keuntungan yang cukup menggiurkan. 

Yuk, cari tahu peluang usaha yang menguntungkan dari rumah hanya di artikel.rumah123.com selengkapnya.

Bagikan:
7629 kali