konstruksi bangunan rumah Ilustrasi. Foto: Rumah123/iStock

Di mata Presiden Joko Widodo (Jokowi) kondisi ekonomi Indonesia saat ini tengah menguat, sehingga ideal untuk membangkitkan sektor properti. Terutama untuk menutupi kekurangan (backlog) pembangunan rumah di Indonesia.

Kondisi penguatan ekonomi ditandai dengan tingkat pertumbuhan ekonomi nasional belakangan ini yang membaik. Hingga Kuartal III 2016, rata-rata pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 5 persen.

“Kita sudah membangun perumahan kurang lebih 690 ribu unit pada 2015 lalu. Dan akan terus dikejar sehigga angka backlog menjadi tertutup. Hal ini didukung kondisi ekonomi kita yang sudah cukup kuat,” katanya pada acara pembukaan Munas REI ke-XV di Jakarta, Selasa (29/11).

Baca juga: Atasi Backlog, Wali Kota London Siapkan Rumah Murah

Angka pertumbuhan tersebut mendorong ekonomi Indonesia berada di posisi ketiga pertumbuhan ekonomi dunia, setelah India dan China. Hal ini didukung tingkat inflasi yang terkelola dengan baik, menyentuh angka 3,5 persen.

Jokowi meminta para pengembang anggota REI untuk terus bekerja membangun perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dalam sambutannya, Presiden turut menegaskan komitmen pemerintah dalam deregulasi perizinan dan penyederhanaan birokrasi di sektor properti.

Baca juga: Paket Kebijakan Ekonomi XIII Hapus Perizinan untuk Rumah Murah

Menurutnya, banyak sekali proses perizinan yang dipangkas meski diakui masih ada yang harus dibenahi. Upaya-upaya tersebut merupakan bagian dari Paket Kebijakan Ekonomi (PKE) XIII.

PKE XIII dimaksudkan untuk mempercepat penyediaan rumah untuk MBR dengan harga terjangkau. Paket kebijakan tersebut sekaligus mengurangi regulasi dan biaya bagi pengembang untuk membangun rumah MBR. (Wit)

Bagikan: 1536 kali