Penumpang di Stasiun Cikarang, Jawa Barat. Huian TOD akan mempersingkat waktu perjalanan penghuni ke aktivitas yang dituju karena terintegrasi transportasi publik semisal stasiun KRL. Foto: Rumah123/Dharma Wijayanto

PT PP Properti Tbk (PP Properti) membangun hunian Transit Oriented Development (TOD) di Stasiun Juanda dan Stasiun Tanah Abang. Yang di Juanda, hunian TOD akan berdiri di lahan seluas 9,1 hektare milik PT KAI. Dua menara dengan total unit 627 akan berdiri di kawasan ini. Sebanyak 36% luas yang terbangun diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Selain rumah susun sederhana milik (rusunami), kawasan TOD tersebut juga akan dilengkapi area komersial. Selain itu, juga apartemen sederhana milik (anami). Nantinya akses para penghuni bisa langsung ke Stasiun Juanda, halte bus, dan fasilitas umum lainnya.

Baca juga: Sambut 2017, PP Properti Tes Pasar Lewat Kemala Lagoon

Sebagaimana instruksi Menteri BUMN Rini Soemarno, luas hunian semua proyek hunian TOD setidaknya 32 meter persegi dan harganya Rp7 juta per meter persegi, agar cukup nyaman dihuni meskipun harganya subsidi.

Proyek hunian TOD di Juanda dan Tanah Abang tersebut merupakan bagian dari 13 lokasi pengembangan hunian berkonsep TOD yang pembangunannya ditargetkan secepatnya.

Bagaimana dengan hunian TOD Stasiun Tanah Abang? Hunian ini akan berdiri di seluas 6,4 hektare. Untuk tahap pertama, akan dibangun 700 unit yang sekitar 35%-nya untuk MBR. Seperti halnya di TOD Juanda, PP Properti sebagai pengembang akan menyediakan ruang untuk menampung aktivitas usaha rintisan.

Baca juga: PP Properti Memborong Sejumlah Penghargaan CCA 2017

Menurut Vice President Realty PP Properti, Tjakra D Puteh, seperti dikutip Kontan.co.id, Minggu (19/11/2017), PP Properti belum memulai pemasaran kedua hunian TOD tersebut. Yang telah dilakukan PP Properti baru seremoni groundbreaking untuk dua proyek TOD tersebut.

Tjakra mengatakan, saat ini pihaknya sedang mengubah desain proyek TOD Juanda lantaran adanya penambahan lahan seluas 2.000 meter persegi. Semula, PP  Properti hanya merencanakan membangun proyek itu di lahan seluas 5.900 meter persegi sebanyak dua tower apartemen dengan total 627 unitt.

Dengan tambahan lahan tersebut, TOD Stasiuan Juanda akan dibangun sebanyak tiga tower dengan total hunian bisa mencapai sekitar 1.000 unit.

Baca juga: PP Properti Buktikan Proyek Huniannya Diminati Konsumen

"Lantaran adanya penambahan lahan, kami ubah desain, dan saat ini belum selesai. Seteah selesai gambar, baru kami ajukan izin lagi dan ditargetkan tahun depan selesai. Jadi, pemasaran baru akan kami lakukan tahun depan setelah izinnya selesai," kata Tjakra.

Menurut Tjakra, pihaknya tidak mau memasarkan proyek TOD tersebut sampai segala perizinannya rampung. Terkait groundbreaking yang sudah dilakukan tersebut, menurut Tjakra, itu hanya sebagai seremoni saja, merupakan bagian strategi marketing dari pengembang.

"Jadi, kami sama sekali belum melakukan pembangunan (hunian TOD Juanda dan Tanah Abang)," kata Tjakra lagi.

 
Bagikan:
3342 kali