Otak Anak Berpotensi Rusak Karena Polusi Saat Mereka Masih dalam Kandungan Ibu (Foto: Rumah123/Rights of Children)

Sebuah penelitian menemukan bahwa otak anak-anak usia sekolah bisa berubah karena dampak asap yang datang dari polusi lalu lintas. Yang bikin ngeri buat mom and dad, otak anak-anak ini bisa terpapar bahkan saat mereka belum lahir alias masih dalam kandungan.

Sebuah lembaga riset di Spanyol, Barcelona Institute for Global Health melakukan penelitian. Hasilnya dilansir oleh situs Inggris, Daily Mail.

Pemindaian MRI mengungkapkan kalau ada perubahan bagian luar dari otak yang tipis, bagian ini terkait dengan pengendalian diri. Ada perubahan pada anak-anak yang ibunya terpapar polusi udara meski masih dalam ambang batas yang diperbolehkan di Uni Eropa.

Baca juga: Hunian Khusus Buat Keluarga yang Kreatif

Hasil ini didapatkan setelah melakukan pemindaian terhadap 783 anak di Belanda. Ibu-ibu mereka terkena polusi udara. Pengukuran dilakukan dengan menghitung nitrogen dioksida, gas yang datang dari mesin diesel dan partikel kecil serta kasar dari polusi udara.

Ada hubungan yang ditemukan antara anak-anak yang terkena dengan partikel ini saat mereka masih dalam rahim ibu dengan lapisan terluar otak yang tipis bernama cortex. Ada beberapa bagian yang terpapar.

Hasil riset menyatakan kalau temuan abnormal dari otak ini berkontribusi terhadap sikap pengendalian diri berbeda terkait perilaku godaan dan spontan yang terlihat dari anak-anak.

Baca juga:  Keluarga 5 Anak Happy Banget Tinggal di Apartemen Sempit

“Polusi udara sudah tentu berefek buruk terhadap paru-paru, jantung, dan lainya. Organ lainnya yang tidak pernah kita sadari terkena dampaknya adalah perkembangan otak,” ujar Dr John Krystal kepada Daily Mail. Dia merupakan editor dari jurnal Biological Psychiatry.

“Tetapi, mungkin kita harus belajar dari penelitian kalau ibu yang merokok akan menghisap racun yang akan berakibat panjang terhadap perkembangan kognitif (mental dan intelektual) anak,” lanjutnya.

Wah, ngeri banget ya kalau polusi lalu lintas bisa berakibat buruk terhadap tumbuh kembang anak terutama otak. Tapi, kamu nggak usah khawatir.

Baca juga:  Didesain Ulang, Rumah Sakit Ini Mirip Taman Kanak-Kanak

Kamu bisa mengurangi efeknya dengan tinggal di kawasan sub urban. Kawasan ini biasanya masih memiliki udara segar, tidak terlalu ramai oleh lalu lintas. Harga rumahnya pun biasanya terjangkau. Mau hidup sehat, bisa dimulai dari rumah lho.

Bagikan: 655 kali