pintu kayu memuai

Pintu yang terbuat dari material kayu memang bisa memuai. Segera cari tahu penyebab pintu kayu memuai untuk mengatasi masalah ini. 

Kamu kesulitan membuka atau menutup pintu rumah saat musim hujan tiba? Sepertinya ini menjadi masalah klasik banyak orang.

Pada dasarnya, material kayu memang dapat memuai dan menyusut. Semuanya tergantung pada cuaca lingkungan, hujan atau panas.

Saat musim hujan, material kayu akan memuai. Sebaliknya, saat musim panas, kayu dapat mengalami penyusutan.

Ketika musim hujan tiba, biasanya kandungan air dalam material kayu bisa meningkat dibandingkan musim kemarau. 

Kondisi udara yang basah dan lembab ini membuat material kayu mengembang kembali seperti bentuk awal.

Makanya, tidak heran kalau kamu kesulitan untuk membuka atau menutup pintu saat musim hujan. 

Hal ini bisa menjadi jawaban kenapa pintu memuai sekaligus penjelasan apakah kayu bisa memuai. 

Biasanya sih, setelah beberapa kali pergantian musim hujan dan musim panas, material kayu bisa menjadi normal.

Meski sebenarnya, pada saat pergantian musim, selalu terjadi proses pemuaian dan penyusutan.

Ada ukuran standar kandungan air dalam material kayu yang harus dipenuhi agar proses pemuaian dan penyusutan masih bisa diterima.

Umumnya, kandungan air yang dapat diserap sebesar 12 persen, tentunya kondisi material kayu dalam keadaan kering.

Sudah tahu kan, kenapa pintu rumah sudah ditutup ketika musim hujan? Pintu mengalami pemuaian.

Sebaiknya, kamu memesan pintu kayu dari produsen yang bagus sehingga pintu rumah tidak menjadi memuai.

Ada sejumlah jenis kayu yang tidak mengalami pemuaian alias kayu yang tidak mudah memuai dengan mudah. 

Beberapa kayu di antaranya adalah kayu jati, kayu mahoni, kayu cendana, dan masih banyak lagi. 

Cara Mengatasi Pintu Kayu Memuai 

1. Memilih Kayu yang Tepat 

pintu kayu memuai

Masalah pintu kayu memuai bisa dihindari dimulai dari memiliki kayu yang tepat yaitu kayu solid untuk pintu rumah. 

Kayu solid cenderung lebih kuat, tahan cuaca, awet, dan tidak keropos dibandingkan kayu lapis yang dipadatkan. 

Kamu bisa memilih kayu seperti jati, mahoni, cendana yang telah disebutkan tadi. Atau meranti, merbau, dan ulin. 

2. Memastikan Material Kayu Telah Kering 

Saat membeli kayu, tanyakan apakah material kayu sudah kering setelah terkena sinar matahari atau hasil dari oven. 

Kalau kamu tidak mengetahui berapa level kering dari kayu, maka material ini menyusut atau memuai. 

3. Memilih Pintu yang Sudah Dipasang Pelapis 

Saat membeli pintu dari material kayu, pastikan kalau pintu tersebut telah dipasang pelapis veneer. 

Pelapis veneer ini bisa mencegah pintu untuk memuai atau menyusut. Jangan lupa untuk menanyakan pelapis ini pada toko yang menjual. 

4. Menjemur Material Kayu 

Kalau kamu terlanjur membeli material kayu yang belum kering dan sudah dipasang menjadi pintu, ada solusi lainnya. 

Copot saja pintu dari material kayu tersebut dan jemur di bawah sinar matahari langsung selama satu hari. 

Jangan lupa untuk membalik pintu agar kedua sisi sama-sama terkena sinar matahari langsung agar kering. 

Setelah dijemur selama satu hari, tentunya material kayu telah kering. Kadar air yang ada di kayu sudah berkurang. 

5. Mengecat Pintu Kayu 

Pintu kayu yang telah dijemur sebaiknya dicat secara keseluruhan, tidak hanya pada bagian yang berpori. 

Gunakan cat berbahan dasar minyak untuk melapisi seluruh bagian pintu untuk mencegah air menyerap ke kayu. 

Saat musim hujan, bukan tidak mungkin cipratan air hujan akan mengenai pintu kayu dari mana saja, atas, bawah, atau depan. 

Setelah melapisi pintu kayu dengan cat berbahan dasar minyak, saatnya untuk mengaplikasikan cat pintu dengan warna sesuai selera pemilik rumah. 

Baca juga: 3 Model Pintu Kamar Mandi, Kamu Pilih yang Mana?

Bagikan:
14581 kali