jaringan gas- rumah123.com Ilustrasi. Perusahaan Gas Negara Atau PGN Berencana Membangun 700 Ribu Jaringan Gas untuk Rumah Tangga Pada 2020. Hal Ini Dilakukan untuk Mengurangi Subsidi Elpiji Tiga Kilogram (Foto: Rumah123/Shutterstock/REA Adobe Experience Manager)

PGN berencana membangun jaringan gas atau jargas sebanyak 700 ribu sambungan rumah (SR) pada 2020. Hal ini bisa mengurangi subsidi gas oleh negara.

Badan usaha milik negara atau BUMN yang mengurusi soal gas, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) optimistis bisa membangun jaringan gas (jargas) sebanyak 700 ribu sambungan rumah (SR) pada 2020.

Laman berita online CNNIndonesia.com melansir bahwa sebanyak 266 ribu sambungan rumah di antaranya berasal dari penugasan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan anggaran mencapai Rp3 triliun.

Baca juga: Subsidi Tabung Gas Elpiji 3 Kg Dicabut, Siap-Siap Harga Naik!

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Redy Ferryanto menyatakan pemerintah akan memberikan investasi untuk meraih target tersebut.

Kementerian ESDM memberikan target pembangunan jaringan gas kepada PGN sebanyak 10 juta sambungan hingga 2024. Pada 2020 ini, PGN berencana untuk menyelesaikan 700 ribu sambungan.

Pemerintah akan memberikan bantuan melalui APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Sisanya merupakan program mandiri yang diinvestasikan sendiri oleh PGN.

PGN Telah Memiliki Jaringan Gas di 63 Kota/Kabupaten

Hingga Desember 2019, PGN telah menyalurkan gas bumi kurang lebih sebanyak 3 ribu BBUTD (Billion British Unit Thermal per Day). PGN telah melayani lebih dari 359 ribu pelanggan di 63 kota atau kabupaten di seluruh Indonesia.

Saat ini, panjang dari infrastruktur pipa gas bumi yang sudah dibangun di Indonesaia mencapai lebih dari 10.500 kilometer (km). PGN juga akan melakukan pengembangan jaringan gas rumah tangga di 49 kota atau kabupaten.

PGN terus meningkatkan pemanfaatan gas bumi secara besar-besaran. Hal ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan energi domestik yang terus meningkat.

Baca juga: Perumahan di Tangerang Sudah Bisa Menikmati Pasokan Gas dari PGN

Perusahaan pelat merah ini juga sedang berfokus untuk target pengembangan infrastruktur gas berupa pembangunan terminal LNG (liquified natural gas) dan LNG filling di Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur.

Terminal LNG ini memiliki kapasitas 40 BBTUD, sementara LNG filling mempunyai kapasitas 10 BBUTD. Penyelesaian ini bisa menjangkau kawasan baru di Jawa Timur. Langkah lainnya adalah penyelesaian transmisi Gresik, Jawa Timur hingga Semarang, Jawa Tengah. Selain itu, ada pengembangan infrastruktur distribusi di Pulau Sumatera dan Jawa.

Jaringan Gas Rumah Tangga Bisa Mengurangi Beban Subsidi Elpiji

Upaya memperluas jaringan gas rumah tangga ini bisa membantu pemerintah dalam mengurangi beban subsidi elpiji atau LPG (liquified petroleum gas).

Direktur Utama PGN Gigih Prakoso menyatakan perluasan jaringan gas untuk rumah tangga memang dilakukan oleh pihaknya untuk menggantikan elpiji 3 kilogram. Pemerintah memang ingin mengurangi subsidi elpiji 3 kilogram.

Gigih melanjutkan bagi pelanggan yang memang ditujukan untuk mengurangi konsumsi elpiji yang sering disebut gas melon oleh masyarakat ini harus memiliki harga yang lebih rendah. Sementara untuk masyarakat yang termasuk kalangan yang mampu maka sebaiknya dikenakan harga komersial.

Sebelumnya, sejumlah media sempat mengabarkan kalau pemerintah akan mencabut subsidi untuk gas 3 kilogram. Belakangan, pemerintah membantahnya dan masih melakukan kajian.

Baca juga: Mau Rumah Pintar Bikinan PGN? Cuma Rp600 Juta-1,3 Miliar!

Bagikan:
1150 kali