Generasi Milenial- Rumah123.com Miliarder Asal Australia, Tim Gurner Memberikan Saran Kepada Generasi Milenial Untuk Tidak Lagi Makan Siang Dengan Topping Alpukat yang Mahal Agar Bisa Membeli Properti (Foto: Rumah123/Getty Images)

Generasi milenial yang ingin memiliki hunian, ada satu pesan dari miliarder Australia yaitu jangan makan siang dengan topping alpukat.

Tim Gurner (37 tahun) adalah pemilik perusahaan pengembang hunian mewah di Melbourne, Australia. Dia mengelola proyek dengan nilai mencapai US 3,8 miliar (Rp54 triliun).

Dia pernah tampil dalam acara 60 Minutes Australia. Gurner menyatakan kalau generasi muda tidak bisa membeli rumah lantaran mereka menghamburkan uang untuk makan siang yang mewah dan sajian kopi yang mahal.

Baca juga: Tips Beli Rumah: Alasan Kenapa Kaum Milenial Harus Beli Rumah Pada Usia 20-an

“Ketika saya masih mencoba membeli rumah pertama saya, saya tidak membeli makan siang dengan potongan alpukat seharga USD 19 (Rp270 ribu) dan empat gelas kopi dengan harga USD 4 (Rp56 ribu) untuk satu saja,” ujar Gurner seperti dilansir oleh The Guardian.

“Kita ada di titik saat ini ketika harapan anak-anak muda sangat, sangat tinggi,” lanjut pria yang memiliki kekayaan mencapai USD 631 juta (Rp8,9 triliun) pada 2018.

Dia menyatakan kalau saat ini orang menghadapi realita baru ketika banyak dari mereka tidak dapat memiliki rumah seumur hidup. Bahkan, dia meyakini kalau generasi muda tidak akan pernah punya rumah.

Baca juga: Dua Pertiga Milenial Pilih Renovasi Ketimbang Jual Rumah, Kenapa Ya

“Tentu saja, ketika kamu menghabiskan USD 40 (Rp569 ribu) hanya untuk makan siang dengan potongan alpukat dan kopi, serta tidak bekerja. Tentunya sulit,” lanjutnya. Di negara Barat, ada sejumlah menu makan siang yang menambahkan topping alpukat di atasnya.

Gurner memberikan perbandingan bagaimana dia bekerja keras saat muda. Dia mulai membangun perusahaan saat masih muda.

“Ketika saya memulai bisnis saya ketika saya masih 19 tahun, saya mulai datang bekerja ke pusat kebugaran pada jam 6 pagi. Saya selesai pada 22.30 malam,” kata Gurner.

Baca juga: Hanya Generasi Milenial yang Berani Beli Rumah Berhantu

“Saya melakukannya tujuh hari dalam satu minggu. Saya melakukannya sampai saya memiliki rumah pertama. Tidak ada diskusi, apakah saya bisa sarapan, apakah saya bisa makan malam. Saya hanya bekerja,” lanjutnya.

Sebenarnya yang dimaksud Gurner adalah generasi milenial seharusnya bisa menghemat pengeluaran untuk makan siang. Jika diilustrasikan untuk kondisi Indonesia, kaum milenial sebaiknya tidak makan siang di restoran mahal dan membeli kopi di cafe hingga tiga kali sehari.

Coba hitung berapa biaya makan siang kalau makan siang di restoran. Misalnya kamu makan siang Rp200.000 per hari. Dalam satu bulan atau 22 hari kerja, kamu akan menghabiskan Rp4,4 juta.

Baca juga: Jumlah Kaum Milenial yang Hidup Menumpang di Rumah Orang Tua Meningkat

Begitu juga dengan membeli secangkir kopi di cafe. Satu gelas kopi rata-rata seharga Rp50.000. Hitung saja kalau kamu biasa ngopi sejak sarapan, makan siang, rehat sore, atau makan malam.

Jika sehari kamu minum kopi tiga kali saja, maka kamu sudah menghabiskan Rp150 ribu per hari. Atau sekitar Rp3,3 juta untuk 22 hari kerja. Ini belum menghitung biaya lifestyle saat akhir pekan.

Kalau kamu menghabiskan Rp7,7 juta untuk makan siang dan minum kopi, serta tidak bisa beli properti. Saatnya untuk menghitung ulang pengeluaran harian dan bulanan kamu.

Baca juga: 50 Persen Investor Milenial Beli Properti Tanpa Pernah Berkunjung ke Lokasi

Bagikan: 3512 kali