Ilustrasi. Foto: Rumah123

Stasiun Kereta Api (KA) Bogor, Tanjung Barat, dan Pondok Cina merupakan 3 Stasiun KA yang menjadi usulan tahap pertama kawasan yang terintegrasi dan inklusif berbasis TOD (Transit Oriented Development). Hal ini disampaikan oleh Direktur Korporasi dan Pengembangan Bisnis Perumnas, Galih Prahananto.

Konsep TOD mendekatkan jarak pengguna kereta api, menciptakan efisiensi biaya, waktu, dan tenaga, sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan. Pengembangan TOD, menurut Galih, sejalan dengan PP No. 83/2015 yang mengatur tentang peran Perumnas sebagai pengembang perumahan dan kawasan permukiman, serta rumah susun.

Baca juga: Aha! dari Superblok Ini ke Stasiun Medan Cuma Jalan Kaki Saja

"Pengembangan fasilitas sarana transportasi umum stasiun KA sebagai kawasan multifungsi berintensitas tinggi dengan penambahan fungsi-fungsi komersial, hunian vertikal, dan perkantoran. Ini sesuai dengan karakter dan kajian High and Best Use (HBU) dari lokasi tersebut,” ujar Galih seperti dikutip dari Kompas.com.

Menurut Galih, ketiga proyek TOD di 3 Stasiun KA tersebut berkapasitas 5.000 hunian baru yang diprediksi menelan investasi sekitar Rp2 trilliun.

Baca juga: Apartemen Ini Dekat Stasiun KA Sudimara dan Rawa Buntu

Perum Perumnas menggandeng PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk membangun ketiga proyek tersebut. Kedua lembaga pemerintah ini menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengembangkan kawasan TOD tersebut.

Latar belakang kesepakatan kedua BUMN itu yakni jumlah Stasiun KA yang 80 dan terdapat di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Jumlah sebantak itu menjadikan kereta rel listrik (KRL) sebagai moda transportasi andalan masyarakat yang bermukim di ketiga wilayah tersebut.

Baca juga: Perumahan Dekat Stasiun KRL Makin Menjamur

Ada sekitar 914.840 penumpang KRL per hari. Mayoritas dari mereka sebagai pengguna KRL, harus menempuh jarak antara rumah dan Stasiun KA yang rata-rata 1-10 kilometer.

Kondisi tesrebut mendorong perlunya hunian yang terintegrasi atau dekat dengans Stasiun KRL. Kesepakatan antara Perum Perumnas dan PT KAI merupakan wujud optimasi pemanfaatan lahan strategis di sekitar stasiun.

Melalui MoU, kedua perusahaan pelat merah ini berharap mampu memberikan alternatif hunian bagi masyarakat yang lebih efisien.

Baca juga: Kereta, Solusi Mobilitas Masyarakat Jabodetabek

"Konsep TOD memudahkan mobilisasi masyarakat. Permukiman ini akan memanfaatkan lahan menganggur di sekitar stasiun kereta api,” kata Direktur Utama Perum Perumnas Bambang Triwibowo, di Jakarta, Senin (19/12).

Bambang juga mengatakan, hunian berkonsep TOD ini juga akan dilengkapi area komersial untuk ruang sosialisasi para penghuni. Juga akan tersedia area fasilitas umum yang semuanya terintegrasi dalam satu kawasan. Dengan demikian, para penghuni dapat melakukan berbagai aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah dan nyaman.

 
Bagikan: 1590 kali