Persaingan di dunia kerja semakin ketat, apalagi setelah adanya Covid-19. Miliki soft skill ini agar kamu mudah mendapatkan pekerjaan dengan jabatan tinggi dan bergaji besar!

soft skill - rumah123.com Sumber: Lokadata.id

Pandemi virus corona membuat banyak orang kehilangan pekerjaannya.

Pengusaha gulung tikar, karyawan pun kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Namun, ada sedikit harapan bagi yang dirumahkan maupun di-PHK.

Beberapa perusahaan di Jakarta mulai mengumumkan bahwa karyawannya yang berusia di bawah 45 tahun diwajibkan kembali bekerja di kantor.

Selain itu, Menteri Pendidikan pun telah mewacanakan sekolah-sekolah kembali dibuka bulan depan.

Artinya, perusahaan mulai menjalankan aktivitasnya kembali.

Tidak menutup kemungkinan perusahaan membutuhkan karyawan tambahan karena telah produktif lagi.

Akibat pandemi Covid-19, persaingan kerja semakin ketat

Tapi perlu diketahui, adanya pandemi ini membuat persaingan semakin ketat nantinya.

Jumlah pengangguran yang semakin banyak tidak berbanding lurus dengan lowongan kerja yang tersedia. 

Untuk itu, jika mau mendapatkan pekerjaan yang baik, atau bahkan bergaji besar, kamu harus memiliki sejumlah soft skill di dalam diri.

Baca juga: Ini Hak & Perhitungan Pesangon Korban PHK akibat Corona

Soft skill yang harus dimiliki untuk mendapatkan jabatan tinggi dan gaji besar

Gaji besar dan jabatan tinggi tidak datang dengan sendirinya. 

Dalam perjalanan meniti karier, seorang pekerja membutuhkan beberapa hal, termasuk soft skill yang mumpuni.

Hal ini diungkapkan oleh Praktisi Sumber Daya Manusia (SDM) Andrie Firdaus, seperti yang dilansir dari Lokadata.id.

“Berbicara level jabatan, semakin tinggi jabatan maka soft skill semakin dibutuhkan dan yang terpenting saat ini adalah kita harus melihat ke perubahan zaman yang begitu cepat. Inovasi dan adaptasi merupakan dua hal yang utama,” ujar praktisi Sumber Daya Manusia (SDM) Andrie Firdaus, saat dihubungi Lokadata.id, Senin (5/4).

Di dunia kerja, soft skill melengkapi hard skill atau pengetahuan dan keterampilan kerja seseorang. 

Biasanya, soft skill menggambarkan kecerdasan emosional seseorang (EQ).

Soft skill yang dimaksud adalah:

1. Networking

Keterampilan interpersonal yang mencirikan hubungan seseorang dengan orang lain. 

Misal, kemampuan berjejaring atau biasa disebut networking)

2. Cepat beradaptasi

Andrie mengingatkan, dinamika perubahan yang begitu cepat mau tidak mau akan memaksa pekerja untuk bertahan. 

Bahkan mungkin menghadapi kegagalan demi kegagalan. 

Siapa lambat menyesuaikan diri, dengan sendirinya akan terdepak dari persaingan di pasar tenaga kerja.

3. Ownership

Menurut penulis buku Bakat Bukan Takdir ini, para pekerja perlu belajar mencintai pekerjaan. 

Ibarat uang yang punya dua sisi, dibutuhkan kerjasama antara pekerja dan pemberi kerja.

“Dari pihak pekerja, hal pertama yang harus disadari adalah pemahaman tentang karier. Mau mencapai karier yang seperti apa? Selain itu, kenali potensi diri, kalau sudah mengetahui hal tersebut pekerja akan termotivasi untuk bekerja dengan semaksimal mungkin,” jelas Andrie.

Dengan begitu, karyawan tidak sekadar mengejar target gaji tapi punya rasa tanggung jawab. 

Biasanya, kesempatan berkarier akan mengikuti.

Di sisi lain, sudah saatnya para pemberi kerja, mulai membuka kesempatan karier yang lebih luas. 

Bukan sekadar memberi kenaikan jabatan, kenaikan gaji, tapi juga bicara perluasan skill, termasuk networking

Semakin luas karyawan diberi kesempatan tersebut, maka seharusnya karyawan semakin termotivasi.

Baca juga: Ekonomi Lesu, Ini 8 Peluang Bisnis Baru yang Bisa Dilakukan Selama Corona

Gaji-gaji besar di Indonesia menurut jabatan

soft skill - rumah123.com Sumber: Lokadata.id

Menilik data Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) 2019, rentang gaji pekerja di Indonesia beragam menurut profesinya. 

Seorang manajer bisa beroleh gaji hingga Rp100 juta per bulan atau minimal Rp1,2 miliar setiap tahun. 

Tak beda jauh, seorang profesional mengantongi gaji hingga Rp98 juta setiap bulan.

Sementara teknisi dan asisten profesi bisa mendapatkan gaji sampai Rp52 juta per bulan, pekerja terampil pertanian, kehutanan, dan perikanan paling tinggi bergaji hingga Rp14 juta setiap bulan.

Sektor pekerjaan dan jabatan dengan gaji tertinggi

soft skill - rumah123.com Sumber: Lokadata.id

Mengamati gaji tertinggi pekerja di 17 sektor usaha menurut jabatannya, mengungkap beberapa fakta. 

Tenaga tata usaha di sektor penyediaan akomodasi dan makanan menjadi satu-satunya jabatan di luar manajer dan profesional dengan gaji tertinggi mencapai Rp30 juta per bulan. 

Gaji tertinggi di 13 sektor lapangan usaha didominasi jabatan manajer. Hanya 3 sektor diisi oleh profesional dengan gaji yang tinggi.

Gaji tertinggi seorang manajer, Rp100 juta per bulan, diperoleh manajer yang bekerja di sektor transportasi dan pergudangan. 

Sementara sektor pertambangan, yang pekerjanya kerap disebut bergaji selangit, diisi oleh para profesional yang gaji paling tingginya mencapai Rp98 juta per bulan.

Gambaran rentang pendapatan minimum dan maksimum ini tidak berarti orang di luar tiga jabatan di atas tidak bisa beroleh gaji yang sama tingginya. 

Berbekal teknologi yang ada saat ini, orang bisa menggunakan berbagai media pembelajaran untuk mengasah keterampilan. 

Kemampuan bertambah, pundi-pundi pun bisa terisi lebih banyak.

Artikel ini merupakan kerja sama rumah123.com dengan Lokodata.ID

Bagikan:
3749 kali