OK
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

Pernikahan Adat Sunda: Susunan Acara, Ritual, dan Prosesi, Lengkap!

16 Desember 2022 · 5 min read Author: Reyhan Apriathama

pernikahan adat sunda

Tak hanya dilaksanakan pada hari H, pernikahan adat Sunda memiliki sejumlah rangkaian acara yang khas. Ini dia urutannya!

Dari sekian banyak pernikahan adat di Indonesia, salah satu yang paling banyak digunakan adalah pernikahan adat Sunda.

Bahkan kini tak jarang adat Sunda digunakan juga oleh pengantin selain keturunan Jawa Barat.

Ternyata pelaksanaan upacara adat tidak hanya dilakukan di hari H, tapi juga terdapat sejumlah prosesi lain yang dilaksanakan beberapa hari sebelumnya.

Apa saja ritual pernikahan adat Sunda dan seperti apa susunan acaranya?

Simak pembahasannya bersama-sama!

Rangkaian Prosesi Pernikahan Adat Sunda 

Hantaran pernikahan

Sumber: Parasayu.net

Prosesi ini dimulai beberapa hari sebelum hari H, di mana mempelai akan melakukan lamaran dan meminta restu pernikahan pada pihak keluarga masing-masing.

Berikut rangkaian prosesi pernikahan: 

1. Neundeun Omong (Menyimpan Janji) 

Prosesi menyimpan janji atau ucapan dilakukan untuk memastikan calon pengantin wanita belum menerima lamaran dari orang lain.

Kedua orang tua dari pihak pria akan menghampiri orang tua wanita untuk menanyakan hal ini.

Ritual ini sering dilakukan pada pernikahan zaman dulu, karena banyak anak yang belum tahu akan dinikahkan padahal sudah ada kesepakatan antara kedua pihak orang tua. 

2. Narosan atau Nyeureuhan (Lamaran) 

Untuk tindak lanjut Neundeun Omong, prosesi lamaran dilakukan.

Pihak mempelai pria menyerahkan sirih lengkap beserta uang pengikat sebagai isyarat pria bersedia ikut membiayai pernikahan. 

Calon pengantin pria juga memberikan cincin meneng atau belah rotan sebagai tanda ikatan. 

3. Nyandakeun (Seserahan) 

Setelah lamaran, prosesi pernikahan adat Sunda adalah seserahan, di mana pihak mempelai pria menyerahkan perlengkapan pernikahan mulai dari uang, pakaian dan lain sebagainya.

Hal ini juga berlaku pada pihak wanita yang membalas seserahan dari pihak laki-laki.

Seserahan pada adat Sunda dilakukan tujuh sampai satu hari sebelum pernikahan. 

4. Ngeuyeuk Seureuh 

Rangkaian acara ini mempersilahkan kedua mempelai meminta izin dan doa restu diiringi lagu kidung oleh Pangeuyeuk. 

Calon mempelai akan disawer berasa yang bermakna hidup sejahtera, lalu dikeprak dengan sapu lidi disertai nasihat, kain putih pangeuyeuk dibuka. 

Lalu, pembelahan mayang jambe dan buah pinang dilakukan oleh mempelai pria, dan diakhiri dengan menumbukkan alu ke dalam lumpang sebanyak tiga kali. 

5. Membuat Lungkun 

Prosesi ini hanya diperbolehkan untuk dihadiri orang tua calon mempelai atau keluarga dekat, dan dihadapkan dua lembar sirih bertangkai yang menjadi satu dan memanjang.

Kemudian diikat dengan bentang kanteh, lalu diikuti kedua orang tua dan tamu undangan. 

Prosesi ini memiliki makna agar mendapatkan rezeki berlebihan supaya dibagi untuk sanak saudara. 

6. Berebut Uang 

Tata cara adat ini dilakukan di bawah tikar sambil disawer, dengan tujuan agar dapat mencari banyak rezeki dan disayang keluarga. 

Siraman Adat Sunda 

Siraman pra pernikahan

Sumber: Inibaru.id

Menjelang hari pernikahan, akan ada proses siraman untuk menyucikan mempelai wanita secara lahir batin dan berlangsung siang hari di calon mempelai wanita.

1. Ngacakeun Aisan 

Dimulai keluarnya mempelai wanita dari kamar yang digendong oleh Ibu, dan Ayah berjalan di depan membawa lilin menuju tempat sungkeman. 

2. Ngaras 

Permohonan izin mempelai wanita, dilanjutkan dengan sungkem serta cuci kaki kedua orang tua. 

3. Pencampuran Air Siraman 

Kedua orang tua mencampur air berasal dari tujuh bunga wangi atau bunga setaman.

4. Siraman 

Diiringi kecapi dan suling, mempelai menuju tempat siraman dengan menginjak 7 helai kain.

Prosesi siraman dimulai oleh ibu, ayah, dan dilanjutkan para sesepuh dengan jumlah ganjil. 

5. Ngerik atau Potong Rambut 

Rambut dari mempelai wanita akan dipotong sedikit sebagai cara mempercantik diri lahir batin.

Kemudian dilanjutkan prosesi Ngeningan, yakni menghilangkan bulu halus, pada wajah, kuduk, membentuk amis cau atau sinom, membuat godeg dan kembang turi. 

Pernikahan Adat Sunda pada Hari H 

Pernikahan adat Sunda

Sumber: Siapnikah.org

Rangkaian acara puncak adalah yang paling banyak, simak selengkapnya berikut ini: 

1. Penjemputan Mempelai Pria 

Utusan mempelai wanita menjemput calon mempelai pria.

2. Ngabagakeun 

Mempelai disambut ibu dari mempelai wanita dengan mengalungkan bunga melati, kemudian mempelai wanita menuju pelaminan diapit kedua orang tua.

3. Akad Nikah 

Setelah Ngabagakeun, kemudian dilakukan akad nikah untuk meresmikan hubungan kedua pasangan. 

Akad nikah tak harus dilakukan di rumah maupun tempat ibadah, akad juga dilangsungkan pada tempat resepsi. 

4. Sungkeman 

Akad berlangsung dengan lancar, mempelai kemudian sungkeman untuk meminta maaf. 

5. Saweran 

Penyaweran dilakukan oleh pengantin diiringi lemparan uang logam, beras, kunyit dan permen.

Uang logam dan beras melambangkan kemakmuran, kunyit simbol kejayaan, dan permen sebagai tanda manisnya kehidupan rumah tangga.

6. Membakar Harupat 

Mempelai wanita membakar batang harupat yang dipegang pria, sampai lilin menyala kemudian dimasukan dalam kendi berisi air yang dipegang wanita.

Prosesi ini dimaknai bahwa keduanya senantiasa memecahkan masalah rumah tangga bersama-sama.

Istri yang memegang kendi air berperan mendinginkan persoalan yang membebani hati dan pikiran suami. 

7. Nincak Endog (Menginjak Telur)

Prosesi ini serupa dengan pernikahan adat Jawa, yakni mempelai pria menginjak telur hingga pecah, lalu istri akan membersihkan kaki sang suami. 

8. Ngaleupas Japati (Melepas Merpati) 

Ritual melepas merpati, menandakan orang tua melepas tanggung jawab karena pasangan sudah mampu hidup mandiri. 

9. Muka Panto (Buka Pintu) 

Buka pintu diawali mengetuk pintu tiga kali, lalu sahutan pantu di luar dan dalam pintu rumah.

Mempelai pria ada di luar pintu, sementara wanita di dalam. 

10. Huap Lingkup 

Prosesi ini dilakukan dengan menyuapi pasangan pengantin oleh kedua pasang orang tua, sebagai tanda tidak ada perbedaan antara kasih sayang antara anak dan menantu. 

11. Pabetot Bakakak Ayam 

Kemudian dilakukannya saling tarik menarik ayam bakar utuh, yang mendapat bagian lebih besar harus berbagai dengan pasangannya sebagai tanda rezeki harus dinikmati bersama. 

***

Itulah beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang pernikahan adat sunda mulai dari susunan acara, ritual hingga prosesi secara lengkap.

Temukan informasi menarik seputar properti hanya di artikel.rumah123.com. 

Follow Google News Rumah123 di sini!

Klik portal Rumah123.com yang pastinya #AdaBuatKamu!

Jadikan Uptown Estate sebagai hunian idaman selengkapnya!


Tag: , , ,


Reyhan Apriathama
Seorang mas-mas penulis Rumah123.com yang suka otomotif, sepak bola, gadget, dan musik-musik lawas.
Selengkapnya

IKLAN

Tutup iklan
×

SCROLL UNTUK TERUS MEMBACA