Tingginya permintaan cacing sutra membuat bahan pakan ini berpotensi untuk dibudidayakan. Caranya yang mudah pun membuatnya layak dicoba!

cacing sutra Sumber: Alchetron

Cacing sutra kerap digunakan sebagai pakan alami dalam budidaya berbagai hewan. 

Tak hanya itu, cacing sutra juga disebut memiliki harga yang cukup mahal dibanding dengan bahan pakan lainnya. 

Sebab, bahan pakan ini memiliki kandungan nutrisi (protein 57% dan lemak 13%) yang baik untuk pertumbuhan ikan. 

Tingginya pemintaan terhadap cacing sutra, membuatnya potensial untuk dibudidayakan. 

Tertarik untuk membudidayakannya di rumah? 

Langkah-Langkah Budidaya Cacing Sutra Sendiri di Rumah

Berikut langkah-langkah yang dilakukan untuk melakukan budidaya cacing sutra:

1. Siapkan Bibit 

Kamu bisa mendapatkan bibit cacing sutra secara mudah dengan membelinya di toko ikan hias atau pasar hewan. 

Atau, jika di lingkunganmu terdapat sawah atau ladang, kamu juga bisa mencarinya di lumpur. 

Pilihlah bibit cacing sutra yang berkualitas. 

2. Siapkan Juga Media Budidaya 

Jika sudah menemukan bibit cacing sutra yang berkualitas, langkah selanjutnya adalah dengan menyediakan media budidaya.

Ada dua media yang bisa kamu gunakan, yaitu media lumpur dan media air biasa.

Jika ingin membudidayakan cacing sutra di lumpur, maka kamu disarankan untuk mencari lumpur dengan kondisi yang baik serta tidak mengandung logam. 

Usahakan ketika kamu menggunakan media lumpur, harus ada aliran air yang baik.

Namun jika kamu menggunakan media air biasa, ada beberapa langkah yang harus dilakukan. 

Pertama, sediakanlah nampan yang bersih dan cukup besar.

Siapkan juga air yang bersih. 

Usahakan air selalu mengalir untuk memudahkan budidaya.

Kamu bisa menggunakan nampan plastik yang disusun seperti sistem rak sehingga terlihat lebih rapi. 

Untuk mengalirkan air, kamu dapat mengalirkan air bersih dengan meletakkan saluran air di tempat rak nampan paling atas.

3. Pemindahan Bibit 

Langkah selanjutnya yang harus dilakukan dalam budidaya cacing sutra adalah dengan melakukan pemindahan bibit yang telah dikarantina. 

Bibit yang sudah siap dibudidayakan bisa langsung kamu pindahkan dalam media yang digunakan. 

Untuk melakukan pemindahan bibit, kamu harus melakukannya secara hati-hati. 

Sebab, cacing sutra dikenal sangat mudah stress. 

Lakukan pemindahan bibit menggunakan alat seperti sendok ataupun jaring ikan kecil.

Kamu tidak disarankan untuk memindahkan cacing sutra dengan tangan. 

Sebab, suhu pada tangan dapat mempengaruhi kegagalan dalam budidaya.

Lakukan pemindahan bibit dengan cepat dan jangan mengulur waktu agar bibit tidak stress dan cepat mati.

Baca Juga: Syarat dan Cara Perpanjang SIM Online, Gak Perlu Keluar Rumah!

4. Perawatan 

Langkah terpenting dalam cara budidaya cacing sutra adalah perawatan. 

Perawatan ini akan menentukan hasil dari budidaya cacing sutra. 

Untuk itu, perawatan harus dilakukan dengan tepat agar menghasilkan cacing dengan kualitas baik. 

Berikut langkah-langkah untuk perawatan budidaya cacing sutra:

- Perhatikanlah selalu debit air yang mengalir pada media budidaya.

- Untuk debit yang mengalir usahakan berada pada kisaran lima hingga tujuh sentimeter

- Usahakan debit yang mengalir tidak lebih dan tidak kurang agar cacing dapat hidup dan berkembang biak dengan baik.

- Usahakan air tidak tercemari oleh bahan- bahan kimia agar hasil panen berkualitas baik.

5. Makanan Cacing Sutra

Selain memperhatikan air pada media budidaya, kamu juga harus melihat jenis makanan yang diberikan.

Makanan cacing sutra memerlukan bahan atau komponen khusus. 

Agar cacing dapat ternutrisi dengan baik, maka kamu harus menyediakan bahan-bahan organik, akan lebih baik jika itu sudah difermentasikan.

Berikut adalah makanan cacing sutra yang dapat kamu berikan:

- Bahan organik

Untuk bahan organik yang difermentasikan adalah bahan organik yang sudah memiliki tekstur yang lembek dan mudah hancur.

Ini bertujuan untuk meningkatkan kandungan nutrisi pada bahan organik yang sangat dibutuhkan oleh cacing sutra.

- Ampas tahu

Kamu juga bisa memberikan ampas tahu untuk makanan cacing. 

Ampas tahu memiliki banyak sekali protein serta jamur yang baik untuk nutrisi.

Pastikan ampas tahu sudah difermentasi dan memiliki tekstur yang lembek. 

- Tepung ikan

Kamu juga bisa menambahkan tepung ikan yang mudah di dapatkan di pasaran. 

Selain murah, tepung ikan juga lebih praktis. 

Makanan fermentasi ini dapat diberikan hingga budidaya cacing sutra memasuki usia 10 hingga 12 hari setelah pemindahan. 

Agar cacing sutra melimpah ketika dipanen, kamu bisa menambahkan kotoran ayam atau sawi yang sudah difermentasi. 

Baca Juga: Sempat Jadi Pengamen, Begini Hunian Pinkan Mambo Kini Bersama 6 Anaknya

Waktu Panen

Langkah terakhir dalam budidaya cacing sutra adalah panen. 

Namun, cacing ini mempunyai perlakuan khusus dalam urusan panen. 

Untuk memanen, kamu bisa mengurangi koloni pada cacing sutra. 

Jika bagian atas cacing diambil atau dipangkas maka bagian bawah dari bagian koloni cacing akan berkembang biak lagi. 

Selain itu, satu wadah nampan media dapat menghasilkan kurang lebih sekitar 100 hingga 150 ml cacing sutra.

Cacing sutra umumnya dapat dipanen ketika memasuki usia sekitar 70-75 hari setelah pemindahan. 

Hal pertama yang harus dilakukan dalam memanennya adalah dengan menyediakan kain berwarna gelap. 

Usahakan kain dapat menutupi setiap nampan media budidaya. 

Biarkan media tertutup selama kurang lebih lima hingga enam jam.

Kumpulkan menggunakan sendok ataupun jaring ikan berukuran kecil dan pindahkan.

Itulah cara mudah budidaya cacing sutra yang bisa kamu lakukan di rumah . 

Jangan lupa kunjungi artikel.rumah123.com untuk dapatkan artikel menarik lainnya seputar properti. 

Kamu juga bisa mencari properti yang sesuai kebutuhanmu seperti Modern Cilejit hanya di www.rumah123.com.

Bagikan:
848 kali