reforma agraria

Reforma agraria memang dibutuhkan dan memiliki keuntungan bagi masyarakat, apalagi masih banyak kasus sengketa tanah yang terjadi di Indonesia.

Sejumlah kasus terkait agraria atau pertanahan terungkap, masalahnya memang beragam.

Namun, kebanyakan memang terkait dengan mafia tanah yang memiliki banyak modus dalam menipu masyarakat.

Ada yang menggunakan notaris palsu, saling bersengketa di pengadilan atas tanah orang, hingga masalah maladministrasi surat.

Kasus yang paling dibicarakan tentu saja masalah yang melibatkan ibu Dino Patti Djalal, mantan juru bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Belum lagi masalah sengketa tanah yang terjadi di daerah lainnya, pastinya memang masih banyak.

Hal ini membuktikan pentingnya reforma agraria, apa sih keuntungan hal ini bagi masyarakat?

Mengenal Reforma Agraria

Reforma agraria (RA) atau Agrarian Reform adalah suatu penataan kembali atau penatanan ulang susunan pemilikan, susunan pemilikan, penguasaan, dan penggunaan sumber-sumber agraria (terutama tanah), untuk kepentingan rakyat kecil (petani, buruh tani, tunakismia, dan lain-lain), secara menyeluruh dan komprehensif (lengkap).

Penataan ulang tersebut kemudian dikenal dengan Land reform, reformasi yang menyeluruh dan komprehensif.

Sasarannya bukan hanya tanah pertanian, tetapi juga tanah-tanah kehutanan, perkebunan, pertambangan, pengairan, dan kelautan.

Tujuannya secara makro adalah mengubah struktur masyarakat, dari susunan masyarakat warisan feodalisme dan kolonialisme menjadi susunan masyarakat yang lebih adil dan merata.

Namun, tujuan secara mikro agar sedapat mungkin semua atau sebagian besar masayarakat, mempunyai aset produksi sehingga lebih produktif dan pengangguran dapat diperkecil.

Manfaat Reforma Agraria Bagi Masyarakat

Seperti dikutip dalam laman Kominfo.go.id, reforma agraria mengatasi berbagai persoalan di bidang agraria, sosial, politik, ekonomi, pertahanan dan keamanan, yang meliputi

1. Ketimpangan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah

2. Sengketa dan konflik agrarian

3. Alih fungsi lahan pertanian yang masif

4. Turunnya kualitas lingkungan hidup

5. Kemiskinan dan penggangguran

6. Kesenjangan sosial

Jadi, manfaat reforma agraria menjamin pemerataan sosial ekonomi masyarakat secara menyeluruh.

Tahukah kamu, ada 102, juta rakya miskin tersebar di 25.863 desa di sekitar kawasan hutan dan sekitar 71,06% menggantungkan hidupnya dari sumber daya hutan.

Hal seperti inilah yang membuat reforma agraria berperan dalam membantu pemerataan bagi masyarakat, ada sejumlah keuntungannya.

1. Penduduk di kawasan hutan memiliki keterbatasan terhadap akses lahan garapannya

2. Reforma agraria menjamin perlindungan akses masyarakat pada sumber daya hutan

3. Redistribusi lahan menciptakan sumber kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat

Mengatasi Konflik Agraria

Setidaknya ada dua pemicu konflik agraria di Indonesia, pertama kurang tepatnya hukum dan kebijakan pengatur masalah agraria.

Baik terkait pandangan atas tanah, status tanah dan kepemilikan, hak-hak atas tanah, maupun metode untuk memperoleh hak-hak atas tanah.

Kedua, kelambanan dan ketidakadilan dalam proses penyelesaian sengketa tanah, yang akhirnya berujung konflik.

Sengketa tanah alias sengketa lahan adalah hal yang paling sering muncul di masyarakat, yang sangat mungkin berujung konflik.

Oleh karena itu, Reforma Agraria adalah salah satu Program Prioritas Nasional yang ditingkatkan Pemerintah Jokowi-JK lalu, dalam upaya membangun Indonesia dari pinggir serta meningkatkan kualitas hidup.

Nah, semoga ulasan singkat ini menjawab apa sih pentingnya reformasi agraria untuk masyarakat.

Situs properti Rumah123.com selalu menghadirkan artikel menarik mengenai hukum pertahanan nasional.

Pilihan yang tepat untuk memiliki rumah tapak di Tangerang, Banten adalah Golden Park 2.

Bagikan:
584 kali