Ilustrasi (Rumah123/Realestate.com.au)

Pergi pagi pulang petang penghasilan pas-pasan pantat pegal-pegal pala pusing. Mungkin ada yang mengalaminya ya.

Kamu dan pasangan harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup. Salah satunya untuk memiliki rumah.

Baca juga: Siapa Bilang Milenial Ga Mau Beli Rumah?

Apakah harus seperti itu untuk memiliki hunian? Coba deh cek dulu penghasilan suami istri. Kalau joint income biasanya cukup untuk mencicil rumah atau apartemen.

“Kalau bayar DP bisa dibayar dengan gaji suami, nggak usah korbankan istri. Nggak usah pergi pagi, pulang malam,” ujar perencana keuangan Avian Dwiputra RFA kepada Rumah123.

Baca juga: 4 Langkah Mudah Punya Rumah, Milenial Mesti Baca Nih

“Suami istri bisa ngobrol. Dari segi penghasilan suami istri, kan bisa dihitung. Kalau dihitung cukup, ya udah,” kata Avian lagi.

Jika suami istri memiliki penghasilan masing-masing Rp5 juta. Diskusikan saja untuk kalau gaji suami bisa untuk mencicil down payment atau uang muka.

Baca juga: Kerja 100 Jam Seminggu Buat Nyicil Rumah? Truz Kapan Istirahatnya?

Untuk uang muka, sisihkan 30 persen dari Rp5 juta yaitu Rp1,5 juta. Sementara untuk cicilan, bisa saja penghasilan istri disisihkan 30 persen untuk kredit pemilikan rumah (KPR) atau sekitar Rp1,5 juta.

Seandainya, penghasilan tidak mencukupi pengeluaran saat mencicil hunian, maka nggak ada salahnya untuk mencari pekerjaan sampingan atau side job. Kamu bisa melakukannya saat senggang seperti saat pulang kantor atau akhir pekan.

Bagikan: 1380 kali