Sering digunakan dalam proses konstruksi, ternyata mortar, semen, dan beton tidaklah sama. Ini dia perbedaan ketiga bahan bangunan tersebut!

bahan bangunan

Beragam jenis material yang dipakai dalam proses konstruksi rumah memiliki fungsi dan spesifikasinya masing-masing. 

Banyaknya varian bahan bangunan tersebut terkadang menyulitkan dalam menyusun rencana pengeluaran biaya (RAB)

Tiga di antara yang paling sulit dibedakan adalah semen, beton, dan mortar. 

Walau secara tampilan terlihat sama, masing-masing bahan bangunan ini memiliki fungsi yang berbeda untuk tahapan pembangunan sebuah rumah.

Supaya kamu tidak sampai salah kaprah, cermati terlebih dahulu pembahasan mendetailnya berikut ini!

Bahan Bangunan Semen 

Material dasar dalam dunia konstruksi yang sudah pasti ada dalam setiap proses pembangunan adalah semen. 

Pada dasarnya semen merupakan bahan bangunan yang berfungsi sebagai pengikat dan pengisi material lainnya agar dapat membentuk struktur yang kokoh. 

Gampangnya, bahan bangunan yang satu ini bisa diibaratkan sebagai ‘tepung’-nya dunia konstruksi, kamu perlu mencampurnya dengan jenis-jenis material lainnya untuk membuat produk atau hasil akhir yang diinginkan. 

Semen sendiri tergolong ke dalam material organik yang terbuat dari kombinasi mineral dan elemen Bumi seperti batu kapur, kalsium, silikon, besi, dan aluminium. 

Seluruh bahan tersebut dicampurkan ke dalam klin, yaitu sejenis oven berukuran besar, lalu digiling sampai halus dan ditambahkan gipsum untuk menciptakan tepung abu-abu yang dikenal dengan istilah semen. 

Penambahan air pada semen kemudian memicu proses kimia yang disebut dengan hidrasi, yaitu perekatan antara molekul agregat halus yang menghasilkan tekstur padat dan keras. 

Bahan Bangunan Beton 

Jenis bahan bangunan yang berikutnya adalah beton, si struktur kokoh yang dikenal tangguh untuk menahan beban, terpaan hujan, angin, dan sinar matahari.

Dengan menggunakan material utama berupa semen, beton dihasilkan dengan menambahkan campuran lain seperti air, agregat pasir dan kerikil, dan tak jarang variasi material kimia atau serat alami dengan kadar tertentu.

Tergantung dari jenis beton yang akan dibuat, bahan bangunan berupa semen dapat membentuk sekitar 10-15% dari keseluruhan massa beton. 

Sisa 60-80% kemudian ditambahkanlah agregat berupa batu kerikil dan pasir sebagai pengisi celah pori-pori antara struktur beton untuk menciptakan massa yang lebih keras dan padat. 

Perbedaan persentase campuran bahan tambahan dalam proses pembuatan beton inilah yang dapat menentukan daya tahan serta kekuatan campuran tersebut sebagai bagian dari konstruksi. 

Setelah seluruh bahan bangunan dibuat dan diaduk dengan air untuk mengaktifkan semen di dalamnya, barulah kemudian dituang ke dalam wadah pembentuk yang dapat disesuaikan dengan jenis bangunan serta tujuan penggunaan beton tersebut. 

Berbeda dengan semen yang langsung mengeras dalam kurun waktu beberapa jam, beton memakan durasi yang lebih panjang hingga beberapa hari supaya membentuk struktur keras yang diinginkan. 

Bahan Bangunan Mortar 

Satu lagi bahan bangunan yang juga menggunakan material utama berupa semen, yaitu mortar. 

Sekilas melihat mortar pada dasarnya mirip dengan semen, bedanya adalah fungsinya di sini sebagai pengikat antara  kalsium hidroksida dan pasir halus. 

Alhasil, mortar memiliki tekstur yang lebih halus dan tidak sekuat beton, sehingga paling sering digunakan sebagai perekat bahan bangunan seperti batu bata, granit, marmer atau keramik. 

Beberapa jenis mortar yang umum dijumpai di Indonesia adalah: 

  • Tile Adhesive : digunakan untuk merekatkan keramik ke dinding maupun lantai.
  • Tile Grout :  bahan bangunan pengisi celah (nat) antara keramik.
  • Thin Bed :  berfungsi untuk merekatkan AAC (Autoclaved Aerated Concrete) atau bata ringan. 
  • Skim Coat : lapisan akhir untuk dinding yang baru dibuat. 

Itu dia perbedaan antara tiga bahan bangunan yang banyak dipakai, yaitu mortar, beton, dan semen. 

Temukan beragam informasi menarik dan berfaedah seputar dunia properti lainnya di artikel.rumah123.com!

Intip juga update proyek hunian terbaru di Defontein!

Bagikan:
626 kali