ahok anies Kumparan

Basuki Tjahaja Purnama dan Anies Baswedan, Ahok vs Anies, sepertinya akan menjadi dua sosok yang terus dibanding-bandingkan oleh masyarakat Indonesia, khususnya warga DKI Jakarta.

Sama-sama pernah memimpin Ibukota, program dan kebijakan Ahok Anies yang  pernah atau sedang berlangsung di Jakarta kerap disorot publik dan mengundang perhatian warga.

Banyak kebijakan dan peraturan yang sebelumnya telah dibuat di era Ahok, diubah pada era Anies.

Ada yang merasa kinerja Ahok lebih baik, ada pula yang menganggap Anies lebih berhasil.

Apa saja daftar kebijakan dan program yang berubah, dan mana menurutmu yang lebih baik?

Kampung Bukit Duri

kampung bukit duri Tribunnews.com

Rencana pelebaran sungai atau normalisasi Sungai Ciliwung yang digalakkan oleh Ahok pada 2016 silam, membuat ratusan rumah di Bukit Duri, Jakarta Selatan, harus digusur.

Pemprov DKI Jakarta pada saat itu menempatkan sebagian warga yang terdampak pembongkaran rumah terkait normalisasi sungai Ciliwung ke sejumlah rusun seperti Rumah Susun Cakung 02 atau Rumah Susun Rawa Bebek.

Di era Anies,  Pemprov DKI Jakarta mencanangkan pembangunan Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung di Lahan HPL 04 Jatinegara, Jakarta Timur yang diperuntukkan warga eks Bukit Duri yang pada 2016 tergusur akibat normalisasi Sungai Ciliwung.

Pembangunan kampung susun di atas lahan seluas 4 ribu meter persegi itu diresmikan Anies pada 7 Oktober 2021, dan diproyeksikan selesai pada Maret 2022.

PKL Tanah Abang

pkl tanah abang Tribunnews.com

Saat Jokowi masih menjabat sebagai gubernur dan Ahok wakilnya, mereka tidak memperkenankan pedagang kali lima (PKL) Tanah Abang untuk berjualan di badan jalan maupun trotoar.

Para PKL direlokasi ke Gedung Blok G Pasar Tanah Abang sebagai solusinya.

Jalan Jatibaru yang masih dipenuhi oleh PKL pada saat itu kerap disterilkan oleh Satpol PP.

Sementara itu, Anies justru tidak menindak PKL yang berjualan di badan jalan.

Satu ruas jalan Jatibaru yang dulu disterilkan di zaman Ahok, kini dijadikan fasilitas PKL berjualan.

Penggunaan Monas

monas Liputan6.com

Di zaman Ahok, penggunaan Monas hanya diperuntukkan kepentingan negara semata dan tidak diizinkan untuk kegiatan pendidikan, sosial, budaya, maupun keagamaan karena Monas dianggap sebagai zona netral.

Sementara di zaman Anies, ia menerbitkan Pergub yang memperbolehkan Monas digunakan untuk kepentingan negara, pendidikan, sosial, budaya, dan agama.

Reklamasi Pantai Utara Jakarta

Reklamasi Pantai Utara Jakarta Bisnis.com

Dilansir dari Wartaekonomi, Ahok mendukung reklamasi Pantai Utara Jakarta melalui Keppres No 52 Tahun 1995.

Ia menilai proyek tersebut bisa menghasilkan kontribusi yang punya dampak positif untuk masyarakat, dan ia ingin wilayah tersebut dimanfaatkan bagi nelayan.

Sedangkan Anies justru menghentikan proyek pulau reklamasi di Teluk Jakarta pada 2018 karena ingin berpihak kepada kepentingan publik bukan segelintir orang.

Banjir Jakarta

Banjir Jakarta Tirto.ID

Terdapat perbedaan dalam penanggulangan banjir di Jakarta pada era kepemimpinan Ahok dan Anies.

Cara pengendalian banjir era Ahok, fokus pada normalisasi sungai dengan cara memindahkan atau menggusur warga yang tinggal di bantaran sungai.

Setelah dipindahkan, pinggiran sungai itu kemudian dilakukan betonisasi.

Ahok juga menekankan perbaikan pompa-pompa yang rusak.

Sementara Anies menjalankan program naturalisasi sungai.

Dengan program ini, Anies menyatakan tak ingin menggusur warga di bantaran sungai, melainkan mengembalikan ekosistem sungai dan waduk hingga sesuai pada fungsi aslinya.

Ia juga membangun kolam retensi, membangun tanggul di pesisir Jakarta, dan membuat sumur resapan air.

Itu dia beberapa perbandingan kinerja Ahok Anies selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Manapun yang lebih kamu suka, ingatlah bahwa setiap pemimpin lahir dari masanya dan tantangan sendiri, jadi sulit untuk dibandingkan.

   
Bagikan:
419 kali