virus corona kpr Ilustrasi. Penyebaran Virus Corona Atau Virus Covid-19 Ternyata Bisa Berpengaruh Kepada Penyaluran KPR. Para Pembeli Rumah Atau Apartemen Memilih Menunda Membeli Rumah Atau Berinvestasi Properti (Foto: Rumah123.com/Freepik.com)

 

Penyebaran virus corona ternyata berdampak ke semua sektor, tidak ketinggalan kepada penyaluran kredit untuk properti alias KPR dan KPA. 

Virus corona atau covid-19 terus menjadi pemberitaan di media. Pandemi virus ini sudah menjangkau puluhan negara. 

Di Indonesia, virus telah menjangkiti 579 orang hingga Senin (23/3/2020). Sebanyak 30 orang bisa kembali pulih, sedangkan 49 orang meninggal. 

Virus ini membuat perubahan. Orang memilih untuk social distancing atau social distance alias menjaga jarak sosial. 

Sejumlah perusahaan memberlakukan kerja di rumah atau work from home bagi para karyawan.

Para siswa siswi dan juga mahasiswa mahasiswi belajar dari rumah. Mereka tidak lagi belajar di kampus atau sekolah. 

Virus ini juga berdampak kepada perekonomian. IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) menurun tajam. 

Begitu juga dengan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat. Ini belum menghitung investasi pasar keuangan lainnya. 

Penyebaran virus ini juga berdampak kepada sektor properti. Okupansi atau tingkat hunian hotel menurun. Hal yang sama juga bisa terjadi pada tingkat hunian kondotel. 

Jumlah pengunjung pusat perbelanjaan juga turun. Padahal hotel dan pusat perbelanjaan merupakan pendapatan berulang atau recurring income bagi perusahaan pengembang. 

Lantas apakah virus corona ini berpengaruh terhadap permintaan dan juga kelancaran KPR (Kredit Pemilikan Rumah). 

Baca juga: Seperti Apa Efek Virus Corona Terhadap Industri Properti?

Setelah Tahun Politik, Industri Properti Dihadang Virus Corona 

Industri properti mengalami perlambatan pada 2019 lantaran tahun politik. Pemilihan presiden membuat para investor memilih wait and see

Optimisme para pelaku pasar dalam hal ini developer kembali muncul pada awal 2020. Namun, pandemi virus corona membuat proyeksi target harus direvisi. 

Sebenarnya, Bank Indonesia telah mengeluarkan sejumlah berupa penurunan suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate

Bank sentral telah melakukan pemangkasan sebanyak 150 bps atau basis poin dalam enam kali. 

Bank Indonesia sudah menurunkan suku bunga sebanyak empat kali pada 2019 dan dua kali pada 2020. 

Selain itu, Bank Indonesia juga melakukan pelonggaran LTV (loan to value) untuk pembelian properti kedua dan selanjutnya. 

Suku bunga acuan sudah turun. Hal ini tentu berimbas kepada penurunan suku bunga KPR dan juga KPA (Kredit Pemilikan Apartemen). 

Meski suku bunga KPR/KPA turun, pembeli hunian pastinya menunda pembelian lantaran tidak ingin bepergian terkait penyebaran virus corona. 

Sementara investor sepertinya kembali memilih wait and see. Biasanya, investor cenderung memilih menyimpan uang dalam kondisi ekonomi yang tertekan. 

Baca juga: Mungkinkah Penyebaran Virus Corona Berdampak Kepada Investasi Properti?

Penyebaran Virus Corona Menekan Penyaluran KPR 

Situs berita ekonomi Kontan.co.id mengutip pernyataan Direktur Konsumer CIMB Niaga Lani Darmawan. 

Dia menyatakan penyebaran virus corona juga menekan penyaluran KPR. CIMB Niaga belum memutuskan untuk memangkas target.

Lani melanjutkan penjualan termasuk KPR akan terganggu saat ini lantaran banyak masyarakat diam di rumah dan tidak membuat transaksi pembelian. 

CIMB masih fokus memberikan kemudahaan transaksi kepada nasabah sehingga dapat diakses dari rumah. 

Selama Januari-Februari 2020, CIMB belum merasakan adanya dampak negatif virus covid-19 terhadap kredit konsumer. 

BNI terus melakukan kajian dampak perlambatan ekonomi akibat pandemi virus corona ini terhadap perusahaan secara keseluruhan termasuk segmen KPR. 

General Manager Manajemen Produk Konsumer BNI Donny Bima tidak menyatakan adanya pemangkasan target KPR. 

Bank pemerintah ini tetap akan mendorong KPR dengan mengoptimalkan aplikasi KPR BNI Griya melalui aplikasi digital. 

Sementara Bank Mandiri mengakui kalau penyebaran virus corona juga menekan penyaluran KPR. 

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi menyatakan pandemi virus ini berdampak kepada kemampuan membayar para debitur KPR Bank Mandiri khususnya debitur yang terkena dampak langsung. 

Hery melanjutkan dari sisi debitur baru atau new booking, KPR diproyeksikan akan mengalami perlambatan.

Baca juga: Imbas Virus Corona, Bank Indonesia Kembali Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 4,5 Persen

Bagikan:
3867 kali