Ilustrasi. Foto: Rumah123/iStock

Perkembangan properti khususnya apartemen strata atau kondominium di Jabodetabek, pada kuartal I 2017 boleh dibilang mandek. Meski ada dukungan suku bunga rendah dan kemudahan pembayaran, namun tidak memancing para buyer untuk membeli.

Akan tetapi, bagusnya hal tersebut hanya terjadi pada properti berkategori segmen menengah bawah dan menengah. Untuk segmen menengah atas, properti tersedianya tetap terjual.

Baca juga: Penjualan Lesu, Tunda Dulu Pembangunan Gedung Perkantoran

“Untuk segmen sales rate kategori high end, 90 persen sudah terserap. Sedangkan lower dan middle 60 persen terserap,” ucap Director Head of Research & Consultancy Savills, Anton Sitorus, di Jakarta, Kamis (20/4).

Menurut Anton, pada kuartal I 2017 ini, sejumlah 2.900 unit apartemen diluncurkan pengembang. Jumlah tersebut separuhnya saja ketimbang 2016 yang hanya meluncurkan 1.400-an unit. Namun, secara overall, tingkat penjualan se-Jabodetabek sudah terserap 70 persen.

“Yang sedang dipasarkan sekitar 80 ribu meter persegi. Jadi, masih ada 24 ribu meter persegi yang belum terjual," katanya.

Baca juga: Apartemen Terinspirasi RA KArtini Ini Satpamnya Cewek Loh...

Berbicara harga, apartemen di Jakarta saat ini tidak ada lagi yang menjual dengan angka Rp20 juta per meter persegi. Namun, untuk sebagian kecil proyek hunian vertikal di Jakarta masih bisa ditemukan harga di bawah Rp20 juta per meter persegi. Sebut saja Sentra Timur Residence, Jakarta Living Star, dan Prajawangsa City. (Wit)

Bagikan: 498 kali