penghasilan 5 juta per bulan

Penghasilan Rp5 juta per bulan saat ini bukan nominal yang besar jika dibandingkan dengan beberapa tahun ke belakang.

Untuk diketahui, saat ini sudah ada beberapa wilayah dengan nilai Upah Minimum nyaris Rp5 juta per bulan, seperti di Kabupaten Karawang maupun DKI Jakarta yang sudah berada di angka Rp4,79 juta dan Rp4,4 jutaan. 

Oleh sebab itu, penting bagi kamu untuk merencanakan keuangan dengan baik sekalipun untuk mewujudkan mimpi dalam membeli rumah di masa depan khususnya milenial. 

Tak jarang, anggapan milenial tidak bisa beli properti kerap menghantui sekalipun menjadi pertanyaan menarik yang patut untuk ditelusuri, sehingga sangat layak untuk dibahas bersama.

Lantas, apakah milenial berpenghasilan Rp5 juta per bulan bisa beli rumah idaman? Simak jawabannya berikut ini. 

Cara terbaik mewujudkan rumah idaman untuk kamu yang berpenghasilan Rp5 juta per bulan 

Menurut Aulia Akbar, CFP® Financial Educator dari Lifepal.co.id, ada beberapa hal yang bisa kamu cermati untuk mewujudkan rumah idaman bagi yang berpenghasilan Rp5 juta per bulan dengan cara sebagai berikut: 

1. Jadikan rumah sebagai prioritas utama 

Untuk mewujudkan rumah idaman, pastikan jika hunian merupakan skala prioritas yang paling utama untuk kebutuhan jangka panjang. 

Dalam hal ini membeli rumah menitikberatkan hunian sebagai kebutuhan primer yang bersifat penting dan mendesak, sehingga hal tersebut dapat memotivasi kamu untuk membeli properti.

“Kalau kita cuman pengen beli rumah karena alasan udah mau 30 tahun tapi belum punya aset properti nih tapi teman-teman saya sudah punya, tandanya kita insecure, akibatnya kita jadi impulsive untuk beli rumah tanpa perencanaan matang sehingga harus nekat.” ujarnya. 

Selain menjadikan rumah sebagai kebutuhan, pertimbangan lainnya juga berkaitan dengan privasi yang bisa mempengaruhi tumbuh kembang si kecil apabila sudah berkeluarga. 

Oleh sebab itu, faktor urgensi menjadi pertimbangan penting dalam membeli rumah, sekalipun bagi yang berpenghasilan Rp5 juta per bulan.

2.  Pilih rumah sesuai dengan kebutuhan 

Tak hanya sekadar beli rumah, pastikan hunian yang kamu inginkan sudah sesuai dengan kebutuhan.

Kebutuhan dalam hal ini merujuk dalam pemenuhan pokok, baik sandang, pangan maupun papan.

“Jika uang cash belum sepenuhnya terkumpul, mau tidak mau pilihannya beli rumah subsidi karena tidak bisa memaksakan untuk beli rumah sesuai keinginan” ujarnya. 

3. Merencanakan anggaran dengan baik 

Selain berdasarkan kebutuhan, pastikan rumah yang kamu butuhkan juga sudah sesuai dengan anggaran, sehingga tidak mengganggu arus kas harian

Terkait dengan hal ini, pastikan cicilan per bulan rumah yang kamu beli tidak melebihi persentase 35%.

Artinya, apabila kamu mempunyai penghasilan Rp5 juta per bulan, setidaknya cicilan maksimal bulanan sekitar Rp1,750,000. 

Jika anggaran tersebut lebih rendah akan lebih baik, namun jika lebih besar maka harus berhati-hati karena dapat mengganggu arus kas maupun operasional.

4. Gunakan instrumen investasi secara tepat untuk menambah dana

Selain uang tersebut dianggarkan mencicil rumah, tak ada salahnya untuk memulai berinvestasi dengan berbagai literasi keuangan.

Setelah sisa uang 35% dialokasikan pada cicilan, 50% penghasilan digunakan untuk kebutuhan pokok sehari-hari, baik untuk makan, pulsa, transportasi, biaya tetap bulanan seperti BPJS, listrik dan lain-lain.

Adapun 15% uang senilai Rp750 ribu bisa digunakan pada investasi, baik reksadana, nabung saham, maupun lainnya untuk memenuhi tujuan jangka panjang lainnya.

“Sisa uang Rp750 ribu bisa digunakan untuk berinvestasi termasuk biaya menikah, biaya pendidikan, biaya berlibur” ucapnya. 

Dengan modal Rp750 ribu per bulan, setidaknya kamu bisa menyimpan deposito, SBN, reksadana pasar uang untuk jangka pendek. 

5.  Mempunyai timeline perencanaan keuangan 

Bagi yang mempunyai penghasilan Rp5 juta per bulan dan ingin mempunyai rumah, pastikan kamu mempunyai perencanaan keuangan berdasarkan waktu, terlebih untuk kamu yang sedang mengejar DP rumah.

Kamu pun bisa mengatur waktu setidaknya dalam bentuk timeline setidaknya dalam jangka 1 sampai 2 tahun.

“Selama perencanaan beli rumah di bawah 3 tahun, dapat dikategorikan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek dengan risiko rendah” ujarnya.

Jika dibandingkan dengan menabung di Bank, menabung di reksadana pasar uang dengan asumsi Rp750 ribu cenderung lebih menguntungkan. 

Selain itu, apabila kamu memperoleh THR, bonus dan sebagainya bisa dialokasikan untuk menambah pundi-pundi uang untuk beli rumah.

Hal tersebut pastinya akan membantu kebutuhan finansial meski hanya mempunyai penghasilan Rp5 juta per bulan.

6. Merencanakan biaya renovasi jika diperlukan 

Selain merencanakan anggaran untuk mengangsur rumah, ada baiknya jika kamu juga mempunyai dana darurat, khususnya untuk renovasi maupun pemeliharaan rumah.

Sebagai contoh apabila yang bersifat darurat seperti genteng bocor, saluran air bermasalah, maka harus disiapkan dana darurat yang berkaitan dengan pemeliharaan rumah.

Adapun, rincian dana darurat merujuk pada 3x pengeluaran bulanan untuk lajang, jika sudah menikah 6x pengeluaran, dan sudah mempunyai anak diharuskan 12x pengeluaran.

7. Memperhatikan gaya hidup dengan penghasilan Rp5 juta 

Perencanaan keuangan yang matang untuk penghasilan Rp5 juta juga harus diseimbangkan dengan faktor gaya hidup.

Oleh sebab itu, ada baiknya jika kamu memotong biaya terkait hal-hal mengenai gaya hidup berlebih, sekalipun memisahkan antara keinginan dan kebutuhan di masa pandemi Covid-19. 

Cara terbaik yang bisa kamu lakukan adalah mengalokasikan biaya pengeluaran sehari-hari supaya kamu bisa mengidentifikasi bujet operasional bulanan yang bersumber dari gaji pokok. 

“Jika ada kelebihan dari pengeluaran kita harus tau, bisa dari pembelian barang yang tidak dibutuhkan, sehingga harus dipotong terkecuali untuk investasi”, ucapnya.

Demikian beberapa hal yang perlu kamu ketahui untuk merencanakan anggaran beli rumah dengan penghasilan Rp5 juta per bulan.

Temukan referensi menarik seputar literasi keuangan dan hunian idaman, selengkapnya di Rumah123.

Penjelasan lebih lengkap dari Aulia Akbar, CFP® Financial Educator Lifepal bisa kamu tonton di YouTube Rumah123

Bagikan:
1394 kali