OK
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

Mobilitas Sosial: Pengertian, Jenis-Jenis, Faktor, hingga Dampaknya. Pahami Yuk!

22 Nopember 2022 · 4 min read Author: Nik Nik Fadlah

mobilitas sosial

Pernahkah kamu melihat perubahan strata sosial dalam masyarakat? Jika iya, itulah yang dinamakan mobilitas sosial. Agar lebih memahaminya, ketahui seluk beluknya di sini, yuk!

Pada kehidupan, akan terjadi suatu perpindahan atau perubahan strata sosial pada masing-masing individu. 

Sebagai contoh, Property People dulunya adalah seorang pelajar, tapi kini menjadi karyawan dalam suatu perusahaan. 

Ini merupakan hal yang wajar terjadi, sebab setiap individu pasti menginginkan sesuatu yang lebih baik dalam kehidupannya.

Dalam sosiologi, itulah yang dikenal sebagai mobilitas sosial.

Lantas, sebenarnya apa sih mobilitas sosial itu? Apa saja jenis dan contohnya? Dilansir dari berbagai sumber, berikut ulasan lengkapnya. 

Pengertian Mobilitas Sosial

pengertian mobilitas sosial

Sumber: Aanwijzing.com

Mobilitas sosial adalah perpindahan status sosial dari seseorang atau kelompok ke status sosial lain dalam masyarakat.

Status sosial yang dimaksud dapat lebih tinggi, rendah, atau bahkan sederajat. 

Mobilitas berasal dari Bahasa Latin, yakni mobilis yang artinya mudah dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain. 

Sementara, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mobilitas berarti gerak atau perpindahan. 

Apa Saja Jenis-Jenis Mobilitas Sosial?

pergerakan status di masyarakat secara vertikal

Sumber: Snaoo.com

Dilansir dari laman Kompas.com, setidaknya ada empat jenis atau bentuk mobilitas. Berikut penjelasannya masing-masing.

1. Mobilitas Vertikal

Mobilitas vertikal adalah perpindahan posisi individu dari satu kelompok sosial yang rendah ke kelompok sosial yang tinggi.

Terdapat dua bentuk dari mobilitas vertikal, yakni social climbing dan social sinking.

Mobilitas vertikal naik atau social climbing ditandai dengan masuknya individu yang mempunyai kedudukan rendah menuju kedudukan yang lebih tinggi.

Misalnya saja, karyawan yang diangkat menjadi seorang manajer.

Kedua, pembentukan kelompok baru yang ditempatkan pada derajat yang lebih tinggi. 

Sedangkan, mobilitas sosial turun atau social sinking adalah kedudukan seseorang dari posisi yang lebih tinggi ke rendah. Sebagai contoh, manajer yang diputus jabatannya. 

2. Mobilitas Horizontal

Berbanding terbalik dengan mobilitas vertikal, mobilitas horizontal adalah perpindahan posisi ke kelompok sosial lain yang sederajat. 

Misalnya, seorang seorang dokter bedah yang bertugas di rumah sakit Jakarta harus berpindah tugas ke Bandung. 

3. Mobilitas Antargenerasi

Sesuai dengan namanya, mobilitas antargenerasi adalah perpindahan yang terjadi pada dua generasi. 

Mobilitas ini dapat terjadi dalam dua bentuk, yakni mobilitas generasi naik dan turun.

Pada mobilitas antargenerasi naik, contohnya adalah seorang anak petani yang sukses menjadi pengusaha.

Sedangkan, mobilitas antargenerasi turun yakni seorang anak pengusaha menjadi karyawan biasa.

4. Mobilitas Intragenerasi

Jenis mobilitas ini hanya terjadi dalam diri seseorang. Ada dua bentuk dari mobilitas intragenerasi, yakni naik dan turun. Kenaikan dan penurunan keduanya tidak terjadi secara signifikan.

Pada mobilitas intragenerasi naik contohnya adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tadinya masuk ke dalam golongan IVA dipindahkan ke golongan IVB.

Sedangkan, mobilitas intragenerasi turun contohnya yakni seorang manajer yang berpindah menjadi karyawan biasa.

Faktor Terjadinya Mobilitas Sosial

peningkatan status dalam masyarakat

Sumber: Maxmanroe.com

1. Status Sosial

Masing-masing individu memiliki status sosial yang berbeda. Ada yang sudah terlahir dari kalangan orang kaya dan ada yang sebaliknya. 

Meski begitu, status sosial ini tidak mutlak dan dapat diubah bergantung pada usaha dan kemampuan individu. 

2. Faktor Ekonomi

Latar belakang atau keadaan ekonomi yang buruk dapat mendorong individu untuk bekerja lebih keras atau justru membuatnya semakin terpuruk.

3. Keadaan Politik

Situasi politik yang baik dan kondusif akan membuat masyarakat menjadi lebih produktif dan membuat penduduknya memiliki mobilitas vertikal naik.

Sebaliknya, situasi politik yang kacau akan membuat masyarakat mengalami mobilitas vertikal turun. 

4. Jumlah Penduduk

Jumlah penduduk yang terkendali akan memperbesar kesempatan masyarakat mengalami mobilitas naik. 

Faktor Pendorong

Ada sejumlah faktor pendorong dalam mobilitas sosial, di antaranya:

  • Ekspansi teritorial;
  • Kebebasan berkomunikasi;
  • Tingkat fertilitas;
  • Akses pendidikan;
  • Pencarian kerja;
  • Pembagian kerja.

Faktor Penghambat

Sementara, faktor penghambatnya yakni:

  • Tingkat pendidikan yang rendah;
  • Diskriminasi sosial atau pelanggaran HAM;
  • Perbedaan ras dan jenis kelamin;
  • Kemiskinan;
  • Pengaruh sosial.

Dampak Mobilitas Sosial

dampak positif dan negatif mobilitas sosial

Sumber: Theconversation.com

Dampak positif

  • Mendorong sosial untuk lebih maju;
  • Mempercepat perubahan sosial;
  • Meningkatkan integrasi sosial.

Dampak Negatif

  • Memicu konflik antar kelas;
  • Menyebabkan kecemasan dalam diri individu;
  • Adaptasi kembali;
  • Menurunkan solidaritas kelompok.

***

Nah, itulah serba-serbi tentang mobilitas sosial yang perlu diketahui. 

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Property People!

Baca juga informasi lainnya seputar gaya hidup hingga kabar properti hanya di Artikel Rumah123.com.

Jangan lupa juga untuk mengikuti Google News kami agar tak ketinggalan berita terbaru, ya!

Property People sedang mencari hunian eksklusif seperti di Sutera Sawangan?

Temukan selengkapnya di Rumah123.com karena kami selalu #AdaBuatKamu.


Tag: ,


Nik Nik Fadlah

Content Writer

Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Pasundan yang kini menjadi penulis di Rumah123 dan Berita 99. Memiliki pengalaman menulis di bidang kesehatan, gaya hidup, fashion, teknologi, pendidikan, hingga properti. Hobi membuat digital collage art.
Selengkapnya

IKLAN

Tutup iklan
×

SCROLL UNTUK TERUS MEMBACA