OK

Pengertian Dalil Naqli Menurut Alquran dan Contohnya

20/06/2022 by Reyhan Apriathama

Dalil naqli featured image

Dalil naqli merupakan salah satu hal penting yang wajib dipelajari umat Islam. Simak selengkapnya di sini!

Dalam mengkaji berbagai kebenaran, kamu memperlukan berbagai bukti otentik yang sah dan akurat, tak terkecuali dalam mempelajari agama Islam.

Salah satu bukti otentik dalam mempelajari agama Islam adalah mengetahui adanya dalil naqli, sebagai salah satu pedoman.

Pasalnya, saat mengungkap kebenaran dalam akidah maupun ilmu tauhid kamu harus memantapkan hukum perkara saat menafsirkan Al-Qur’an secara lengkap. 

Kamu pun bisa mengetahui dalil naqli sebagai petunjuk dalam menjalankan ibadah sesuai sunah maupun syariat Islam.

Apa saja hal penting yang perlu kamu ketahui dalam dalil naqli? Simak pembahasannya bersama-sama!

Pengertian Dalil Naqli 

Diangkat dari garis bahasa, Dalil Naqli (نقل الشيء) adalah mengambil sesuatu dari satu tempat, ke tempat yang lain.

(نَقَلَة الحديث) yakni mereka yang menuliskan hadis-hadis dan menyalinkannya kemudian menyandarkannya kepada sumber-sumbernya.

Menurut dalil-dalil Al-Qur’an dan hadis mengenai dalil naqli.

Oleh karena itu, naqli secara istilah identik dengan dalil-dalil yang di nukil atau diambil dari kitab Allah yang maha mulia.

Kemudian juga bersumber dari sunah suci atau dalil yang diriwayatkan kepada kita oleh naqalah al-hadis perawi-perawi.

Diantara landasan utama ditetapkannya Al-Qur’an dan sunah menurut dalil naqli para ulama oleh sebuah hadis dari Rasulullah SAW.

Artinya: “Telah aku tinggalkan dua perkara, yang apabila kalian berpegang kepada keduanya maka kalian tidak akan tersesat:

Kitab Allah (al-Qur’an) dan Sunnah Nabi-Nya”. (Malik Bin Anas, Al-Muwaththa, Muassasah Zaaid bin Sulthan Aal nahyaan)

Namun ketika naqli dihubungkan dengan ilmu tafsir maka disebut dengan tafsir bi al-manqul atau bi al-ma’tsur, yaitu penafsiran Al-Qur’an yang disandarkan pada riwayat sahih secara tertib.

Cara menafsirkan dengan As-Sunnah atau riwayat yang diterima oleh para sahabat atau nabi, seperti penafsirannya At-Thabari atau Ibnu Katsir. 

Al Quran (القرآن) adalah kitab suci umat Islam yang secara bahasa merupakan masdar (kata benda) dari kata kerja (قرأ – قراءة – قرآناً), yang berwazan فُعْلان. Allah SWT berfirman,

Artinya: “Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.

Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu”. (QS. Al-Qiyaamah: 17)

Berdasarkan istilah kalam Allah, yang diturunkan kepada Muhammad SAW yang membaca setiap hurufnya adalah untuk beribadah.

Secara lengkapnya adalah Kalam Allah yang bermukjizat, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara jibril yang diriwayatkan secara mutawatir, bermula dari surat Al-Fatihah hingga An-Nas. 

Berdasarkan dalil naqli, keistimewaan Al-Qur’an sudah tidak diragukan lagi baik dari asal usulnya, riwayat, hingga ayat-ayatnya.

Pedoman Dalil Naqli dalam Al-Qur’an 

Di dalam pengertian naqli sendiri, umat Islam menjadikan sebagai sumber utama dalam mempelajari, memahami.

Kemudian menjalankan syariat Islam dalam mengambil dalil dan perkara yang berkaitan dengan iman mereka. 

Sedangkan sunnah (السنة) secara bahasa bermakna (السيرة الحسنة أو القبيحة): jalan hidup yang baik atau jelek, juga bermakna (الطريقة): jalan.

Berdasarkan pendekatan istilah, ada beberapa definisi yang perlu kamu ketahui, diantaranya : 

1. Sunah menurut ahli hadis adalah apa yang disandarkan kepada Rasulullah SAW dari segi perkataan, perbuatan, akhlak, permulaan diutusnya sampai wafatnya. 

2. Sunah menurut ulama merupakan perkataan Rasulullah SAW dan perbuatannya, serta pengakuan yang diriwayatkan secara sahih.

Menjalankan Sunah Rasulullah SAW juga merupakan sumber rujukan kedua umat Islam setelah Al-Qur’an yang tidak dapat diragukan penegasannya.

Bahkan, di dalam beberapa tempat sunah bersamaan dengan kitab maupun Al-Qur’an juga ketaatan Rasulullah SAW terhadap Allah SWT.

Ini sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya seperti : “Dan taatilah Allah dan RasulNya, jika kamu adalah orang-orang yang beriman”( QS. Al-Ahzāb: 36).

Dan firman-Nya: “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukminah, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan yang lain bagi urusan mereka”( QS. Al-Hasyr: 7).

Berdasarkan beberapa penjelasan tersebut, bisa dikatakan bahwa sunah dalil naqli tidak dapat dipisahkan penggunaannya dengan agama Islam. 

Sehingga berfungsi sebagai : Penguat dan menyokong hukum-hukum dalam Al-Qur’an seperti syariat salat hingga haji.

Contoh Dalil Naqli yang Umum Kamu Ketahui 

1. Bukti Bahwa Allah Itu Maha Esa 

Surat-Al-Ikhlas

Sumber: BersamaDakwah

Dalil naqli yang membahas mengenai keesaan Allah ada pada surat Al-Ikhlas

Artinya:

“Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.

Allah tempat meminta segala sesuatu.

(Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.

Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.” (QS. Al Ikhlas 1-4)

2. Perintah Berpuasa 

Ayat Al-Qur'an tentang puasa ramadan

Sumber: Brilio.net

Perintah berpuasa menurut Dalil Naqli ada pada surat Al-Baqarah ayat 183, 

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. AL Baqarah : 183)

Selain itu, berdasarkan hadis Abu Said (RA), riwayat Al-Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda : 

“Tidak seorang hamba pun yang berpuasa sehari di jalan Allah, kecuali, karena (amalannya pada) hari itu, Allah akan menjauhkan wajahnya dari neraka (sejauh perjalanan) selama tujuh puluh tahun.”

3. Iman Kepada Kitab Allah 

Al Baqarah Ayat 4

Sumber: Bizisartstudio.wordpress.com

Dalam dalil naqli Allah berfirman : 

Artinya : “Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelumnya, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.” (QS. Al Baqarah : 4) 

Hadis Nabi : 

Artinya : “Beritahukan aku tentang iman. Lalu beliau bersabda : “engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari akhir engkau beriman kepada takdir baik atau buruk.” (HR. Muslim). 

Itulah beberapa hal yang perlu kamu ketahui secara lengkap mengenai dalil naqli sebagai bagian dari menyempurnakan ibadah bagi umat Islam.

Cari tahu informasi menarik seputar inspirasi gaya hidup masa kini, selengkapnya di artikel.rumah123.com sekarang.

Kamu juga bisa cari tahu berbagai hunian terbaik seperti Adhi City Sentul, selengkapnya di Rumah123.com dan 99.co, yang pastinya #AdaBuatKamu!


Tag: ,


Reyhan Apriathama

Reyhan Apriathama

Seorang mas-mas penulis Rumah123.com yang suka otomotif, sepak bola, gadget, dan musik-musik lawas.