Foto: Rumah123/Getty
 

“Masih muda gak terlalu perlu mikirin punya rumah.”

Pernah denger cuatan kayak gitu? Ya, biasanya dari temen-temen kamu yang ngajak hedon kan?

Ah, gak usah dengerin! Justru selagi muda dan udah punya penghasilan, kamu harus bisa beli rumah. Banyak untungnya kalau kamu udah punya rumah dari muda. Udah sering dengerkan harga rumah selalu naik? Kalau kamu baru mau beli saat masa mudamu lewat ya kamu bakal rugi karena harga rumah udah selangit!

Untungnya beli rumah saat muda yang lain yakni masa mencicil kamu bisa lebih panjang, 20 atau 30 tahun. Kalau kamu beli rumah saat umur 40 tahun, misalnya, paling bank pemberi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) cuma kasih waktu mencicil paling lama 15 tahun. Nominal cicilannya juga lebih mahal pastinya.

Baca juga: Ekonomi Lesu, Peluang untuk KPR Tanpa Uang Muka

Kalau kamu gak suka mencicil KPR, it’s okay! Ada cara lain kok, yakni menabung dulu. Ya gak mungkin juga kan kalau kamu baru masuk ke dunia kerja terus udah bisa beli rumah. Kalau dari pendapatan kamu rasanya belum bisa deh beli rumah secara tunai. Jadi, ya harus sabar dan konsisten nabung dulu.

Akan tetapi, kalau cuma menabung dan menabung aja, kayaknya tabungan kamu harus berpacu dengan laju inflasi dan kenaikan harga rumah. Selain menabung ya kamu perlu upaya lain, investasi.

Investasi apa? Kalau kamu belum terlalu yakin dengan jenis-jenis investasi, yang paling gampang dan prospeknya bagus ya investasi emas LM (Logam Mulia). Kenapa emas LM? Ya karena kadar emasnya 99,9% (emas murni), sehingga kenaikan harganya lebih mantap di masa depan.

Baca juga: Susah Menabung? Nah, Inilah Waktunya Meramal Keuanganmu!

Ada 3 langkah berikut ini yang kalau kamu lakukan dengan konsisten maka kamu akan bisa beli rumah selagi muda:

Pertama, sisihkan 20 persen penghasilan.

Usahakan selalu menyisihkan 20 persen dari nominal gaji bulanan kamu untuk dana beli rumah sejak kamu mendapat gaji pertama. Tapi, kalau gaji pertama udah lewat jauh ya mulai dari gaji bulan ini juga gak apa-apa kok! Lebih baik telat daripada gak mulai-mulai kan?

Pisahkan dana ini dari pengeluaran harian. Kamu bisa membuat rekening khusus untuk tabungan ini atau menyimpannya di tempat yang paling aman.

Baca juga: Investasi yang Tepat Agar Kebeli Rumah

Kedua, konversikan dana tabungan ke emas LM.

Setelah tabungan di langkah pertama terkumpul cukup banyak, segera kamu konversikan dananya ke emas. Harga emas LM Antam per Rabu (11-7-2018) adalah Rp648.000 atau naik Rp18.000 dari posisi harganya di akhir tahun lalu. Kalau dana tabungan kamu semisal sudah mencapai Rp5 juta, maka kamu bisa menggenggam sekitar 7 gram emas LM. Kalau Rp10 juta ya sekitar 14 gram emas LM.

Harga emas cenderung lebih stabil dibanding nilai tukar mata uang. Ketika perekonomian suatu negara sedang tidak stabil dan mata uangnya terpengaruhi, nilai emas tidak akan terpengaruh secara signifikan. Selain itu, dengan asumsi pertumbuhan emas yang 15-20 persen dan properti yang 10-15 persen, artinya emas yang kamu kumpulkan akan lebih cepat naik nilainya dibandingkan dengan harga rumah.

Ketiga, laksanakan secara rutin dan disiplin.

Kalau investasi kamu dalam bentuk emas LM sudah mencukupi nilainya untuk membeli sebuah rumah, maka segeralah kamu mensurvei pasar properti untuk menemukan rumah yang harganya sesuai dengan nilai emas LM yang kamu punya. Carilah lokasi rumah yang strategis, bila mungkin yang dekat dengan kampus atau pusat bisnis semisal pertokoan agar harga tawarnya akan jauh lebih tinggi ketika kamu ingin menjualnya kembali suatu hari nanti.

*

Bagikan: 694 kali