Suasana di proyek pembangunan salah satu perumahan di Maja, Lebak, Banten. Foto: Rumah123/Jhony Hutapea. Suasana di proyek pembangunan salah satu perumahan di Maja, Lebak, Banten. Foto: Rumah123/Jhony Hutapea.

Pembangunan kota mandiri terpadu di Kecamatan Maja, Lebak, Banten, membawa dampak positif bagi masyarakat sekitarnya. Salah satunya adalah peningkatan harga lahan yang signifikan. Hal ini secara langsung ikut menambah nilai jual properti yang sudah terbangun di sana.

Seperti yang terjadi pada perumahan Permata Mutiara Maja. Menurut Property Consultant dari Ben Hokk Indonesia, Yandi, dalam waktu satu tahun harga rumah di perumahan tersebut bisa naik 10 persen.

’’Klaster Kalimaya 1, misalnya. Pada Januari 2015 hingga awal 2016, harga yang dibanderol Rp110 juta. Pada Juli 2016 naik menjadi Rp116 juta. Begitu juga dengan Klaster Kalimaya 2, dari Rp116 juta menjadi Rp132 juta,’’ kata Yandi saat ditemui Rumah123 di Kantor Pemasaran Permata Mutiara Maja, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Wow! Harga Tanah di Maja Tembus Rp3,9 Juta Per Meter

Sedangkan untuk Klaster Saphire dan Topas yang baru akan diluncurkan pada pertengahan Agustus 2016, akan dibanderol dengan harga sekitar Rp122 juta. Ia meyakini, harga tersebut akan terus merangsek naik pada tahun depan.

Permata Mutiara Maja merupakan perumahan yang dikembangkan dikembangkan PT Bukit Nusa Indah Perkasa sejak 2005 silam. Setelah tersandung krisis moneter, pihak pengembang mulai menggenjot kembali pembangunannya pada 2015.

Perumahan ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebagai market utama dengan membangun rumah bersubsidi. Kendati demikian, fasilitas yang ditawarkan oleh Permata Mutiara Maja terbilang lengkap.

Selain terdapat fasilitas olah raga, misalnya lapangan futsal, di dalam perumahan ini juga terdapat SD, SMP, SMA, dan SMK negeri. Akses internet dan sinyal di perumahan ini pun sudah baik karena telah masuk internet fiber optic.

Baca juga: Pembangunan Infrastruktur Maja, Diprioritaskan

Ke depannya, selain rumah bersubsidi, Permata Mutiara Maja juga berencana mengembangkan real estate. Pengembangannya akan dilakukan di atas lahan seluas kurang lebih 200 hektar dengan rencana pengembangan selama 10 tahun.

Untuk rumah bersubsidi, pembeli dapat menggunakan fasilitas KPR dari bank BTN, sedangkan untuk rumah komersil dapat menggunakan fasilitas KPR dari bank BRI, Artha Graha, dan dalam waktu dekat ini akan segera dijalin kerjasama dengan bank Mandiri.

Selain dapat diakses melalui Stasiun Maja, akses ke Maja juga bisa menggunakan bis jurusan Kalideres – Maja. (Ing)

Bagikan: 1379 kali