Ilustrasi (Foto: Rumah123/iStockphoto) Ilustrasi (Foto: Rumah123/iStockphoto)

Ramadan bulan penuh berkah, sekaligus waktunya instrospeksi dan koreksi. Tak terkecuali di bisnis properti. Kelesuan penjualan properti di Bulan Suci ini dimanfaatkan para pengembang untuk konsolidasi dan menurunkan aktivitas.

“Kalau bulan puasa, basanya kami memang menurunkan aktivitas penjualan dan promosi,” kata Deputy Head of Project PT Inti Gria Perdana, Hammy Sugiharto, kepada rumah123.com, beberapa waktu lalu, di Serenia Hills Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Di bulan Ramadan biasanya masyarakat lebih memfokuskan diri pada kebutuhan Hari Raya dan sekaligus memenuhi kebutahan pendidikan anak sekolah karena Ajaran Baru dimulai. Jadi, sektor properti tak terlalu mereka lirik.

Baca juga: Hanya 10% Unit Callia Apartment yang Belum Terjual

Hal senada diungkapkan Marketing Departement & General Manager PT Duta Anggada Realty Tbk, Franky Widjaja, pada acara buka puasa bersama para pengembang dan rekan media yang digelar rumah123.com di Bonobo Bar & Grill, Jakarta, Kamis (23/6).

“Kami menunggu sekitar habis Lebaran untuk meningkatkan kegiatan lagi. Sekitar dua minggu setelah Lebaranlah,” kata Franky kepada rumah123.com.

Saat ini Duta Anggada sedang mengembangkan sebuah hotel di kawasan Gadjah Mada, Jakarta. “Belum ada nama atau semacamnya. Tapi, bangunannya sudah siap,” kata Franky yang telah sekitar 17 tahun berkarier di bisnis properti.

Baca juga: Ada Peningkatan Transaksi Properti di Rumah123.com

Proyek-proyek Duta Anggada yang laku keras sebut saja Pulomas Residence, Pulomas Center Park yang terdiri atas Tower Tifolia dan Tower Callia yang laris-manis, Hilton Garden Inn di Bali, City Walk dan Chase Plaza di kawasan Sudirman yang semakin ramai, Apartemen Barito yang akan fokus untuk disewakan.

Kesemua proyek tersebut berada di lokasi strategis yang bisa diakses dengan mudah. Tak heran nyaris semua proyek properti Duta Anggada terjual dalam hitungan 90%.

Menanggapi hasil riset rumah123.com yang dipresentasikan menjelang buka puasa bersama tersebut, Franky menyatakan acara ini bagus dan sangat berguna.

"Kami kan memang perlu data-data seperti itu ya untuk acuan membangun. Karena bisa saja kami salah langkah kalau tak ada data. Semisal di suatu wilayah cocoknya hunian dengan ukuran yang kecil-kecil, tapi kalau dibangun ukuran yang besar-besar kan nantinya penjualannya bisa terhambat," kata Franky memberikan pendapatnya.

Bagikan:
1366 kali