Biaya resepsi pernikahan yang tak murah kerap membuat pengantin baru kesulitan untuk beli rumah. Akhirnya, menyewa rumah atau tinggal di pondok mertua indah menjadi jalan yang mau tak mau harus dipilih. 

pengantin baru - rumah123.com Walaupun para pengantin baru punya banyak kebutuhan, dengan 5 cara ini, kamu dan pasangan pasti bisa mewujudkan impian untuk punya rumah sendiri. (Rumah123.com/Getty Images)

Tapi tenang saja, beli rumah bukanlah hal yang mustahil dilakukan kok. Walaupun kamu dan pasangan punya banyak kebutuhan, dengan 5 cara ini, kamu bisa mewujudkan impian untuk punya rumah sendiri. Yuk, disimak!

1. Manfaatkan angpao pernikahan

Memberikan uang angpao kepada pengantin baru adalah sebuah hal yang lumrah. Kalau beruntung, gak menutup kemungkinan uang angpao yang diberikan bisa mencapai puluhan bahkan ratusan juta.

Apabila kamu dan pasangan tak memiliki utang bersama, sebaiknya alokasikan angpao tersebut untuk tabungan DP rumah. Hindari menggunakannya untuk hal-hal konsumtif. Sebab, sejatinya uang tersebut diberikan untuk dijadikan bekal hidup baru karena biaya untuk memulai hidup bersama tidaklah sedikit. 

2. Buka rekening investasi khusus untuk DP rumah, dan simpan minimal 20% penghasilan bulanan

Sisihkan penghasilan bulanan sebanyak 20% untuk DP rumah. Misalnya penghasilan kamu dan pasangan setelah digabungkan sebesar Rp15 juta. Maka minimal dana yang harus dikumpulkan setiap bulannya untuk diinvestasikan sejumlah Rp3 juta. Dalam setahun, uang yang terkumpul sudah mencapai Rp36 juta. Apabila harga rumah yang dipilih di kisaran Rp300 juta, dan DP yang diminta sebesar 10%, maka dana tersebut sudah mencukupi untuk membayar DP rumah.

Apalagi jika return (hasil yang diperoleh dari investasi) cukup tinggi, tentu nominal yang terkumpul akan lebih besar lagi. Jika kamu mau rumah yang lebih mahal atau memberikan DP lebih besar, maka bisa menabung lebih lama lagi. Mengingat mengumpulkan DP rumah adalah rencana jangka pendek, maka sebaiknya pilih investasi dengan risiko kecil seperti emas batangan, atau reksadana.

Memang sih, return yang didapatkan tak akan sebesar investasi saham, tapi akan lebih aman karena ketika kamu merugi, kerugiannya pun tak akan begitu besar.  

3. Gaji pas-pasan? Cari pekerjaan sampingan

Apabila penghasilan bulananmu dan pasangan dinilai masih kurang untuk membeli rumah, maka jangan bergantung hanya pada satu sumber penghasilan saja. Saat ini ada banyak sekali peluang untuk mencari pekerjaan sampingan.

Misalnya menjadi penulis lepas, graphic designer yang dibayar per project, fotografer pre-wedding, dan masih banyak lagi. Maksimalkan keahlian yang kamu miliki dan manfaatkan peluang tersebut untuk menambah pundi-pundi. 

4. Jual barang yang sudah tak terpakai

Punya barang yang bernilai tapi tak sering digunakan? Daripada dibiarkan saja di rumah, sebaiknya segera jual barang tersebut dan manfaatkan hasilnya untuk menambah dana beli rumah. Barang bernilai di sini tak melulu harus yang mewah lho.

Barang yang mungkin kamu anggap “receh” bisa saja laku jika dijual. Misalnya kebaya atau kain tunangan, skin care yang tak cocok dengan kulitmu, atau koleksi tas dan sepatu ketika kamu masih lajang namun tak lagi dipakai. Bisa saja harganya hanya puluhan atau ratusan ribu. Tapi jika dikumpulkan, nominalnya lumayan kan?

5. Tekan pengeluaran sebisa mungkin, khususnya untuk hiburan

Membeli rumah adalah pengeluaran besar yang membutuhkan dana besar pula. Untuk itu, pengantin baru harus bisa menekan pengeluaran yang tak diperlukan. Misalnya seperti nonton bioskop, makan di restoran, belanja di supermarket, liburan, hal-hal tersebut memang menyenangkan untuk dilakukan. Tapi jika kamu tak bisa menahannya, maka impian untuk punya rumah sendiri pun akan semakin lawa untuk terwujudkan. 

6. Cari rumah di pinggiran dan terus berburu rumah murah

Tipe rumah saat ini sangat bervariasi. Semakin tinggi tipenya, semakin mahal pula harganya. Untuk itu, kamu harus pintar-pintar memilih rumah tipe mana yang sesuai dengan kondisi keuangan keluargamu. Jika kamu benar-benar memulai dari nol dan menginginkan untuk cepat punya rumah, maka rumah di pinggiran kota bisa menjadi pilihan tepat. Misalnya kamu banyak beraktivitas di daerah Jakarta, maka bisa membeli rumah di daerah Depok atau Tangerang. Harganya tentu lebih murah ketimbang rumah di Jakarta. 

Jangan lupa juga untuk sering-sering berburu rumah murah. Sering-sering datangi pameran properti, karena di sana biasanya ada banyak pengembang yang memberikan harga promo bagi konsumennya. Membeli rumah lelang juga tak jadi masalah. Rumah sitaan milik nasabah bank yang tidak mampu melunasi cicilan KPR ini dijual dengan harga jauh lebih murah. Kamu bisa kunjungi situs resmi bank terkait secara berkala untuk mengetahui informasi paling update soal rumah yang sedang dilelang. 

Membeli rumah bagi pengantin baru memang tak mudah. Tapi bukan berarti mustahil. Kamu dan pasangan harus punya komitmen dan perencanaan keuangan yang matang. Ditambah lagi dengan tips-tips di atas, membeli rumah pasti semakin mudah untuk diwujudkan. Semangat berjuang para pengantin baru!

Bagikan: 1447 kali