OK

Pengamat Beberkan Penyebab Rumah Bekas Pembunuhan Banyak Diminati. Tidak Takut Berhantu?

19 Juli 2022 · 3 min read · by Nico Nadine

rumah bekas pembunuhan

Dulu, rumah bekas pembunuhan atau bunuh diri masih dianggap seram karena sering dikaitkan dengan isu hantu.

Namun kini, anggapan itu tampaknya sudah berubah.

Pasalnya, jika tempatnya menarik dan lokasinya strategis, rumah tersebut malah cepat laku saat dijual dan dimanfaatkan sebagai tempat usaha.

Salah satunya adalah rumah bekas pembunuhan di Jalancagak Subang yang jika dijual, ada kemungkinan banyak diminati.

Hal ini bukan tanpa alasan, sebab rumah tersebut berada di pinggir jalan dan kondisi bangunannya pun masih bagus.

Untuk lebih jelasnya, simak penjelasannya dari pakar hukum berikut ini yang dilansir dari deskjabar.pikiran-rakyat.com.

Benarkah Rumah Bekas Pembunuhan Diminati?

Berpotensi sebagai Tempat Bisnis

Fenomena rumah dengan kasus bunuh diri dan pembunuhan banyak diminati rupanya diamati oleh pakar hukum Dosen Fakultas Hukum Universitas Pasundan Dr Saim Aksinuddin.

Menurut Saim Aksinuddin, banyak rumah bekas pembunuhan dan bunuh diri, kini banyak diburu orang untuk dijadikan tempat bisnis.

Ia mencontohkan, di Kota Bandung dahulu dikenal ada beberapa rumah angker seram, kini malah laris dijadikan tempat bisnis.

Saim Aksinuddin juga mencontohkan rumah di Jalancagak, Subang.

Jika pemiliknya, yaitu Yosep, akan menjual atau menjadikannya tempat usaha, kemungkinan juga akan cepat terjual atau laris diminati.

Saim juga menambahkan kalau orang-orang saat ini sudah tidak peduli lagi dengan cerita seram.

Jika rumah berlokasi strategis, hal tersebut akan lebih menjadi pertimbangan utama.

“Mengapa demikian, sebab pada zaman sekarang, orang sudah tidak peduli lagi dengan cerita seram. Lokasi rumah atau tempat untuk usaha yang strategis, lebih menjadi pertimbangan utama,” ujar Saim Aksinuddin.

Rumah Bekas Pembunuhan di Jalancagak Subang

rumah bekas pembunuhan

foto: detikjabar/Dwiky Maulana Vellayati

Beberapa waktu lalu, masyarakat Indonesia dihebohkan oleh penemuan mayat di sebuah rumah di Kota Subang.

Kasus pembunuhan ibu dan anak, dengan korban Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) terjadi pada sebuah rumah di Ciseuti, Jalancagak, Subang pada 18 Agustus 2021.

Tuti Suhartini merupakan bendahara serta Amalia Mustika Ratu adalah sekretaris Yayasan Bina Prestasi Nasional.

Adapun Yosep adalah suami Tuti dan ayah Amalia, sedangkan Yoris adalah anak Yosep dan Tuti, serta kakak Amalia.

Kuasa hukum dari Yosep, yatu Rohman Hidayat, mengatakan jika polisi telah menetapkan tersangka kasus Subang, maka rumah Yosep itu bisa kembali dibersihkan untuk ditempati kembali.

Soal apakah Yosep mungkin menjual rumah tersebut, Rohman Hidayat menyatakan, kliennya akan melihat perkembangan, apakah kembali ditempati atau dijual.

Kalau pun dijual, katanya mungkin lebih kepada ingin menghapus kenangan sedih yang terjadi di rumah itu.

Rumah di Ciseuti Jalancagak, Subang tersebut diketahui sekaligus kantor Yayasan Bina Prestasi Nasional.

***

Itulah alasan kenapa rumah bekas pembunuhan banyak diminati.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat, ya!

Jangan lupa, kunjungi artikel rumah123.com dan temukan artikel menarik lainnya.

Dapatkan kemudahan mencari hunian impian seperti di Dago Village hanya di Rumah123.com, karena kami selalu #AdaBuatKamu.


Tag: , ,