Masjid Istiqlal

Video yang menunjukkan pencahayaan Masjid Istiqlal seperti "lampu disko" viral beberapa waktu. Biar tidak salah, simak penjelasannya berikut ini.

Sebuah video yang menampilkan pencahayaan warna-warni di dalam Masjid Istiqlal, Jakarta menjadi viral di media sosial dan juga aplikasi percakapan.

Video rekaman pencahayaan dengan durasi 42 detik itu ramai menjadi buah bibir netizien alias warganet +62.

Mereka menganggap tata pencahayaan tersebut masjid malah lebih mirip lampu "disko", lampu warna warni yang kerlap kerlip.

Dalam unggahan akun media sosial Twitter @FKadrun menyebutkan bahwa tidak pantas bila masjid dilengkapi fasilitas seperti lampu "disko".

"Wajah Masjid Istiqlal sekarang. Warna warni lampu... Heran gw buat apaan dibikin kayak gitu?," ketiknya.

"Masjid itu sakral. Tak perlu lampu kyk gituuuu. Ya Allah," lanjutnya. Kicauan dan video tersebut telah disaksikan sebanyak 433.900 orang.

Lantas, bagaimana penjelasan tata cahaya Masjid Istiqlal yang sebenarnya? Simak uraian penjelasannya berikut ini.

Klarifikasi Lampu "Disko" di Masjid Istiqlal

Masjid Istiqlal

Menanggapi akan kontroversi tersebut, Perencana Tata Cahaya Revitalisasi Masjid Istiqlal, Agust Danang Ismoyo memberikan penjelasan dan klarifikasinya.

Beberapa waktu lalu, situs properti Rumah123.com berkesempatan menanyakan langsung kepada Danang melalui pesan singkat.

"Seharusnya tidak warna warni di langit-langit Istiqlal. Bila pun ada, itu berarti sedang dalam tahap maintenance," kata dia.

Danang menerangkan bahwa perawatan lampu di Masjid Istiqlal tidak bisa dilakukan secara otomatis.

Lampu harus dicek satu per satu jaringan kabel di ruang kontrol. Sedangkan, pada void interior Istqlal terdapat 3.300 lampu RGBAW.

"Masing-masing memiliki IP address sendiri. Bila ada yang tidak beres, harus dikoordinasikan dengan ruang kontrol," ujar dia.

Pada hari-hari tertentu, khususnya pada malam hari, semua lampu di langit-langit masjid akan menyala putih.

Dengan konsep tersebut, interior masjid akan menjadi terang selaiknya seperti salat di luar ruangan.

"Terkadang terik, terkadang terang. Semuanya dilakukan dengan ritme yang tenang. Bukan ajep-ajep," lanjutnya.

Danang mengatakan, salat di bawah terik matahari, di bawah naungan awan, biasa dilakukan di Masjidil Haram.

Konsep tata cahaya yang dibawa ke dalam Masjid Istiqlal adalah konsep cahaya (nur), sebagai salah satu nama Asmaul Husna.

Ia melanjutkan firman Allah SWT dalam Al Quran Surat AnNur ayat 35 juga merupakan bagian dari konsep pencahayaan masjid terbesar di Asia Tengara tersebut.

Danang juga menyayangkan kalau hal ini sudah kedua kalinya, tata cahaya di Masjid Istiqlal ini diklaim sebagai tempat dugem.

Nah, inilah penjelasan mengenai tata pencahayaan di dalam Masjid Istiqlal, yang dianggap seperti lampu "disko". Jangan sampai kamu salah persepsi ya.

Rumah123.com pernah membahas mengenai  10 masjid terbesar di dunia, ternyata Masjid Istiqlal masuk ke dalamnya lo.

Situs properti Rumah123.com selalu menghadirkan artikel dan tips menarik mengenai properti, desain, hukum, hingga gaya hidup.

Saatnya kamu memilih dan mencari properti terbaik untuk tempat tinggal atau investasi properti seperti Griya Mulia Cisauk.

Bagikan:
116 kali