banjir bandang NTT rusak rumah warga Foto: Antara via pikiran-rakyat.com

Banjir bandang NTT menjadi salah satu pusat perhatian pemerintah saat ini sebagai salah satu jenis bencana yang harus ditanggulangi bersama. 

Hingga berita ini ditulis, banjir bandang NTT saat ini telah mengakibatkan 68 korban jiwa dan 70 orang masih belum ditemukan.

Sebagai bagian dari pemulihan bencana banjir bandang NTT, pemerintah akan menyiapkan bantuan senilai Rp10 juta hingga Rp50 juta untuk perbaikan rumah masyarakat yang terkena banjir bandang.

Kepala BNPB, Doni Monardo mengatakan BNPB akan membangun rumah-rumah yang rusak berat, rusak sedang, dan juga rusak ringan.

“Anggaran yang disiapkan oleh pemerintah pusat untuk rusak berat senilai Rp50 juta, rusak sedang Rp25 juta dan rusak ringan Rp10 juta,” kata Doni usai mengikuti rapat yang dipimpin oleh Presiden Jokowi, Selasa (06/04/2021).

Selanjutnya, kata Doni, untuk mencegah terjadinya kerumunan di tempat pengungsian BNPB juga akan mengupayakan pemberian Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada para pengungsi.

Bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) diberikan kepada setiap keluarga, setelah pemerintah daerah mengajukan usulan kepada BNPB.

“Hal ini dilakukan agar tidak terlalu banyak terjadinya kerumunan di tempat-tempat pengungsian,” jelasnya.

Doni menilai penanganan bencana di lapangan berjalan dengan cukup bagus dengan tidak hanya melibatkan unsur pemerintah, TNI, Polri, tetapi juga para relawan.

Penyaluran Logistik kepada Masyarakat Terdampak Banjir Bandang NTT

Banjir Bandang NTT Sumber : makassar.terkini.id

Selain itu, dalam rangka mempercepat penyaluran logistik bagi masyarakat di daerah terdampak banjir bandang NTT, BNPB telah mengerahkan sejumlah helikopter untuk bantuan logistik dan keperluan lainnya. 

“Pagi ini sudah tiba dua unit dan mungkin sebentar lagi akan tiba di Kupang. Kemudian dua unit lagi akan menyusul. Heli-heli ini akan digunakan di Lembata, di Larantuka, dan Adonara, serta nantinya untuk membantu mobilisasi logistik dari Kupang ke Malaka, termasuk Alor,” papar Doni. 

Untuk membantu distribusi ke lokasi terkena dampak banjir bandang NTT seperti Alor, Lembata, dan juga wilayah lainnya, pihaknya juga akan menyiapkan satu pesawat kargo di Kupang. 

Selain itu, BNPB bersama tim gabungan dari Kementerian Sosial, TNI, dan Polri juga telah membangun dapur umum di hampir semua titik di wilayah terdampak banjir bandang NTT untuk menyalurkan pasokan logistik kepada para pengungsi.

Sementara, fasilitas kesehatan telah tersedia di hampir semua tempat meskipun tenaga medis yang masih terbatas.

BNPB juga kini melakukan koordinasi untuk mendatangkan sejumlah dokter dari beberapa provinsi seperti Sulawesi Selatan maupun Jawa Timur untuk banjir bandang NTT.

“Kemudian obat-obatan sementara masih terpenuhi, kecuali alat-alat untuk merawat pasien patah tulang, ini yang masih kurang. Dan kami sudah berkoordinasi untuk segera didatangkan dari Jakarta, dan dari Surabaya, serta dari Makassar,” kata Doni.

Untuk memastikan kesehatan pengungsi banjir bandang NTT, BNPB telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dengan menyalurkan rapid test antigen ke seluruh daerah agar bisa melakukan penapisan Covid-19 bagi warga serta tim penanganan bencana yang datang, termasuk dari TNI, Polri, dan relawan. 

Semoga informasi di atas bermanfaat.

Temukan informasi menarik seputar properti, selengkapnya di Rumah123.

"Yuk, cari tahu berbagai keunggulan hunian idaman bersama Arumaya Residence."

Bagikan:
796 kali