flpp- rumah123.com Ilustrasi Rumah Murah. Pemerintah Akan Menambah Anggaran Subsidi Rumah Murah Atau FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) (Foto: Rumah123/Getty Images)

Pemerintah akan menambah anggaran subsidi rumah murah atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp8,6 triliun.

Presiden Joko Widodo berkomitmen untuk menambah jumlah anggaran subsidi rumah murah atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp8,6 triliun.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Real Estate Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata pada Senin (16/9/2019). Dana tambahan FLPP ini cair pada pekan depan.

Baca juga: Ini Dia Daftar 25 Bank yang Bakal Menyalurkan KPR FLPP Pada 2019

Soelaeman bertemu dengan Joko Widodo di Istana Kepresidenan. Dia menyatakan dalam pertemuan tersebut, presiden langsung menelepon Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

“Tadi bapak presiden sudah memberikan solusi yang sangat cepat, menelepon menteri keuangan, dalam satu minggu ini, paling maksimal dua minggu, kuota FLPP tambahan, sesuai dengan usulan Kementerian PUPR bisa dicairkan,” ujar Soelaeman seperti dikutip dari laman berita online Detik.com.

Dia juga menyatakan bahwa sebenarnya alokasi anggaran FLPP yang ada sekarang ini telah habis pada akhir Agustus 2019. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kemudian memberikan usulan tambahan anggaran.

Baca juga: Target KPR FLPP 2019 Rp7,1 Triliun Lho, Jangan Nunda Beli Rumah Dong

Menurut Soelaeman, kebutuhan pembangunan rumah murah hingga akhir 2019 masih sekitar 130.000 unit hunian. Sementara anggaran tambahan FLPP sebesar Rp8,6 triliun hanya untuk memenuhi kebutuhan 80.000 rumah.

Dia menambahkan jumlah ini dirasa cukup bagi para perusahaan pengembang yang membangun rumah murah hingga November 2019. Dia merasa tidak ada masalah selama kuota tambahan FLPP dapat terwujud pada September 2019.

FLPP, Realisasi Program Sejuta Rumah

Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) merupakan realisasi dari Program Sejuta Rumah yang digaungkan oleh Presiden Joko Widodo. Ada beragam kebijakan lain dari program ini termasuk renovasi rumah tidak layak huni dan lainnya.

FLPP ini bertujuan untuk membantu masyarakat supaya bisa mewujudkan impian masyarakat Indonesia dalam memiliki rumah dengan lebih cepat dan mudah.

Untuk kamu ketahui, FLPP ini memiliki beragam keunggulan seperti pertama, uang muka atau down payment (DP) yang ringan lantaran ada bantuan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM).

Baca juga: Akad Kredit Massal 1.046 KPR-FLPP, Dukung Program Satu Juta Rumah

Kedua, bunga flat hingga jangka waktu 20 tahun. Ketiga, rumah yang dibeli nantinya bebas dari PPN (Pajak Pertambahan Nilai). Keempat, bebas premi asuransi kerugian. Kelima, bebas premi asuransi jiwa.

Untuk mendapatkan fasilitas FLPP, seseorang harus memiliki sejumlah persyaratan. Pertama, dia hanya memiliki penghasilan maksimum Rp8 juta per bulan. Kedua, menyerahkan surat pernyataan penghasilan.

Ketiga, pemohon belum mempunyai rumah. Keempat, pemohon belum pernah menerima subsidi pemerintah perihal kepemilikan rumah.

Baca juga: Inilah Daftar Bank yang Melayani Subsidi KPR Skema FLPP

Kelima, mempunyai KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Keenam, menyerahkan fotokopi SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan) PPh (Pajak Penghasilan) pribadi.

Kamu yang memiliki persyaratan dan ingin memiliki rumah, kamu bisa mengajukannya ke bank yang menyalurkan KPR FLPP. Namun, kamu juga harus ingat kalau ada sejumlah kewajiban lain yang harus dipatuhi.

Pertama, kamu wajib menghuni rumah yang dihuni sebagai tempat tinggal. Kedua, kamu tidak boleh menyewakan atau menjual rumah kecuali debitur telah meninggal atau masa huni sudah melebihi lima tahun.

Baca juga: Pemerintah Turunkan Subsidi KPR Skema FLPP

Bagikan: 1616 kali