Ilustrasi rumah subsidi di Indonesia - Rumah123.com Ilustrasi rumah subsidi di Indonesia - Rumah123.com

Dilansir dari Cnbcindonesia.com, pemerintah menyetop salah satu skema penyaluran subsidi Kredit Perumahan Rakyat mulai 2020 nanti. Skema yang dihilangkan adalah program bantuan Subsidi Selisih Bunga (SSB). Hal ini dikatakan oleh Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Eko Djoeli Heripoerwanto pada 19 Desember 2019 lalu. 

Perbedaan skema KPR subsidi FLPP, SSB, SBUM

Adapun selama ini pemerintah memiliki 3 skema penyaluran subsidi KPR pembiayaan pembangunan rumah. Di antaranya adalah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM). Apa perbedaan ketiganya?

Baca juga: Menyulap Rumah Subsidi Jadi Lapang dan Nyaman Ala Instagrammer @Rumanesia

FLPP

Khusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah, pemerintah meluncurkan KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Dalam program FLPP, pemerintah menyediakan 90% dana dan sisanya 10% dari bank penyalur. Pendanaannya berasal dari pemerintah dan bank.

SSB

Pemerintah mencanangkan program Sejuta Rumah untuk mengatasi jumlah backlog yang semakin tinggi yakni 7,6 juta. Untuk mendorong rencana tersebut, pemerintah kembali meluncurkan KPR Subsidi Selisih Bunga (SSB). Sumber dana SSB sebagian besar berasal dari bank penyalur. Pemerintah hanya memberikan subsidi sebesar selisih bunga. Nasabah KPR SSB akan mendapatkan pengurangan suku bunga dari pemerintah dengan mengikuti program ini. 

SBUM

Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) adalah subsidi pemerintah yang diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah dalam rangka pemenuhan sebagian/ seluruh uang muka perolehan rumah subsidi

Dari ketiga program subsidi tersebut, skema KPR FLPP lebih banyak diminati, bahkan terserap hingga 70%, tercatat Agustus 2019. Walaupun demikian, sebenarnya tidak ada perbedaan manfaat yang diterima Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Manfaat yang diterima adalah KPR dengan suku bunga 5% per tahun (efektif atau anuitas) sepanjang masa pinjaman atau paling lama 20 tahun.

Bagaimana nasib nasabah KPR SSB?

Distop oleh pemerintah pada 2020 nanti, bagaimana nasib nasabah KPR SSB yang sudah berjalan? Menurut Dirjen Pembiayaan Infrastruktur PUPR Eko, anggaran untuk SSB masih dialokasikan pada tahun 2020 sehingga nasabah program SSB yang sudah berjalan akan masih tetap berjalan. 

Anggaran untuk SSB masih dialokasikan pada tahun 2020, namun tidak untuk menerbitkan KPR baru. Anggaran tersebut diperlukan untuk membayar selisih bunga KPR bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang telah berjalan.

Apa yang menyebabkan skema SSB dihentikan?

Pemerintah merasa skema SSB menjadi beban fiskal. Pasalnya, pemerintah masih harus menanggung selisih bunga selama masa tenor.

Bagikan: 7944 kali