bphtb

Pemerintah DKI Jakarta terus melakukan keringanan dan bantuan kepada masyarakat, salah satunya terkait pembayaran PBB dan BPHTB. Simak caranya!

Pemerintah terus memberikan berbagai bantuan dan keringanan lain terkait dengan pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Salah satunya keringanan dari pemerintah DKI Jakarta adalah dengan memberikan keringanan pembayaran PBB dan BPHTB bagi wajib pajak.

Pemerintah DKI Jakarta memberikan keringanan atas Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan serta Perkotaan alias PBB-P2.

Insetif lainnya adalah berupa pemotongan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar 10 persen.

Keringanan tersebut diberikan kepada masyarakat yang melakukan pembayaran pokok piutang pada bulan Agustus-September 2021.

Situs properti Rumah123.com melansirnya dari  laman berita online Bisnis.com mengenai insentif BPHTB dan PBB-P2 ini.

Kebijakan atas keringanan BPHTB dan PBB tersebut sudah sesuai dengan Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 60/2021.

Hal terkait Insentif Fiskal 2021 yang ditetapkan dan ditandatangani oleh Gubernur Anies Baswedan pada 9 Agustus 2021.

Aturan untuk Mendapatkan Keringanan PBB dan BPHTB

Keringanan pokok piutang diberikan sebesar 10%, untuk PBB-P2 pada tahun pajak 2013-2020, ingat ya mengenai hal ini.

Insentif diberikan kepada wajib pajak yang membayar pokok piutang PBB-P2 periode Agustus hingga September 2021.

Sedangkan, keringanan 20 persen untuk PBB-P2 tahun pajak 2021 diberikan kepada wajib pajak yang membayar pada Agustus 2021.

Ada juga diskon 15% kepada wajib pajak, yang telah melakukan pembayaran PBB-P2 tahun pajak 2021 pada September.

Aturan untuk mendapatkan keringanan tersebut diberikan oleh pemerintah DKI Jakarta kepada PBB-P2, yang tidak memiliki tunggakan.

Jadi, para wajib pajak yang telah membayar PBB-P2 sebelum Pergub DKI Jakarta No 60/2021 juga bisa mendapatkan kompensasi.

Kompensasi ini diperuntukkan bagi objek pajak yang sama berdasarkan permohonan yang dilakukan, catat hal ini ya.

Pemerintah DKI Jakarta pun memberikan keringanan BPHTB kepada wajib pajak pribadi, ingat ya mengenai hal ini.

Insentif ini diberikan untuk perolehan pertama kali atas objek berupa rumah atau rumah susun dengan NPOP lebih dari Rp2 miliar hingga Rp3 miliar.

Tidak hanya itu, diskon 50% juga diberikan wajib pajak yang melakukan pembayaran BPHTB di Agustus 2021.

Hal yang sama juga diberikan berupa keringanan 25% untuk membayar BPHTB pada bulan September-Oktober tahun 2021 ini.

Bagi kamu yang memiliki properti atau ingin membeli properti, manfaatkan insentif BPHTB dan juga PBB-P2 ini ya.

Situs properti Rumah123.com selalu menghadirkan artikel dan tips menarik mengenai properti, desain, hukum, hingga gaya hidup.

Saatnya kamu memilih dan mencari properti terbaik untuk tempat tinggal atau investasi properti seperti Grand Shamaya.

Bagikan:
343 kali