mrt jakarta fase 2a- rumah123.com Ilustrasi Pengecekan Terowongan MRT Jakarta Fase 1. Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Ditargetkan Selesai Pada Desember 2024. Pembangunannya Akan Memakan Waktu Selama 58 Bulan (Foto: Rumah123/Jakartamrt.co.id)

Proyek pembangunan MRT Jakarta fase 2A ditargetkan selesai pada Desember 2024. Pembangunan rute ini lebih sulit dibandingkan fase sebelumnya.

Pembangunan MRT (Mass Rapid Transit/Moda Raya Terpadu) Jakarta akan dilanjutkan. MRT Jakarta fase 2 jalur Utara-Selatan ini memiliki rute dari Bundaran Hotel Indonesia hingga Jakarta Kota.

Laman berita online CNNIndonesia.com melansir pernyataan Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar. Dia menyatakan MRT Jakarta fase 2 akan mempunyai terowongan sepanjang 2,8 kilometer. Terowongan ini menghubungkan Bundaran Hotel Indonesia hingga Sarinah.

Baca juga: Pilihan Transportasi Massal untuk Surabaya: MRT, LRT Atau ART?

Selain itu, pembangunan fase awal MRT Jakarta fase 2 ini akan memiliki dua stasiun bawah tanah yaitu Stasiun Thamrin dan Monumen Nasional (Monas). Sebenarnya, seluruh stasiun MRT fase 2 ini berada di bawah tanah.

Nilai kontrak proyek pembangunan ini mencapai Rp4,5 triliun. Rencana target penyelesaian fase ini memakan waktu 58 bulan.

Pembangunannya diproyeksikan selesai pada Desember 2024. Pembangunan fase ini melibatkan perusahaan patungan antara Adhi Karya dengan Shimizu. Adhi Karya merupakan BUMN (badan usaha milik negara), sementara Shimizu adalah perusahaan asal Jepang.

Pembangunan Jalur MRT Jakarta Fase 2 Lebih Menantang

Direktur Konstruksi MRT Jakarta Silvia Halim menyatakan pembangunan MRT Jakarta fase 2 ini memang akan dilakukan selama 58 bulan. Hal ini lantaran tantangan yang berbeda.

Silvia menyatakan tantangan teknis dari pembangunan fase 2 ini benar-benar berbeda dari fase 1. Dia memberikan ilustrasi bahwa kondisi tanah di Jakarta Utara lebih lunak.

Selain itu, banyak bangunan tua dan cagar budaya di antara Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk. Belum lagi, keberadaan Kali Ciliwung. Rencananya, jalur MRT akan dibangun di bawah sungai.

Baca juga: MRT Jakarta Fase II Didesain Bisa Antisipasi Bencana Banjir

PT MRT Jakarta harus memastikan konstruksi yang dibangun secara detail dan juga menjamin aspek keselamatan. Silvia menyatakan semua kondisi fisik ini harus ditangani dengan hati-hati. Metode pembangunan juga harus lebih baik dan kuat.

Hal ini membutuhkan waktu. Namun, dia menyatakan bahwa pembangunan proyek in akan sesuai jadwal dan memenuhi standar kualitas.

MRT Jakarta Fase 2A Memiliki Tujuh Stasiun

MRT Jakarta fase 2A ini memiliki rute dari Stasiun Bundaran Hotel Indonesia di Jakarta Pusat menuju ke Stasiun Kota di Jakarta Barat. Panjang rute fase ini adalah enam kilometer.

Rute ini mempunyai tujuh stasiun yaitu Stasiun Thamrin, Stasiun Monas, Stasiun Harmoni, Stasiun Sawah Besar, Stasiun Mangga Besar, Stasiun Glodok, dan Stasiun Kota.

Seluruh stasiun berada di bawah tanah. Hal ini terjadi lantaran kawasan sekitar rute telah ramai oleh bangunan. Bahkan, banyak bangunan yang termasuk cagar budaya.

Baca juga: Rencana Rute MRT Jakarta Diperpanjang Sampai Ke Tangerang Selatan

Bahkan, ada stasiun yang berada di kedalaman lebih dari 30 meter di bawah tanah. Rute juga harus melewati bawah sungai. Jalur juga tidak dirancang bersisian, melainkan dibuat atas bawah lantaran padatnya kawasan ini.

MRT Jakarta fase 1 telah beroperasi sejak Maret 2019. Rutenya adalah Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia. Sebagian stasiun berada di ketinggian, sementara sisanya berada di bawah tanah.

Bagikan:
1009 kali