Ilustrasi (Rumah123/Realestate.com.au)

Sebagai marketer atau tenaga pemasaran, tentunya ingin memasarkan dan menjual unit properti lebih banyak. Namun, seiring perkembangan zaman, tentunya ada perubahan dalam memasarkan dan juga target market.

Saat ini, generasi milenial mendominasi demografi di dunia, termasuk di Indonesia. Dalam memasarkan produk properti, tentunya marketing harus memahami kalau ada perbedaan antara generasi milenial dengan generasi sebelumnya.

Baca juga: Agen Properti Akan Digantikan Oleh Teknologi Digital? Wah, Beneran Nih?

Generasi milenial lebih akrab dengan teknologi digital dibandingkan generasi sebelumnya. Lantaran itu, tenaga pemasaran harus mulai menggunakan digital marketing agar target market generasi milenial bisa memahami apa yang ingin disampaikan.

“Tidak mudah bikin aware generasi milenial. Kalau pakai tradisional, kerjanya lamban. Pakai koran, bisa baru beberapa hari. Kalau digital, bisa beberapa jam dibuat, bisa langsung di-blast lewat media sosial,” ujar praktisi properti, Tony Sitohang dalam workshop Digital Marketing yang diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Jakarta Selatan di kantor DPD REI Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Baca juga: Transaksi E-Commerce Masih Kecil, Tapi Industri dan Bisnis Digital Masih Akan Berkembang

Tony memaparkan kalau ingin memasarkan produk melalui media tradisional maka prosesnya lebih lama, harganya jauh lebih mahal, dan sulit untuk diukur. Kalau ingin beriklan di media cetak, maka sebuah produk baru dilihat beberapa hari kemudian di surat kabar, sementara jika beriklan di majalan bulanan ya baru dapat dilihat setelah satu bulan. Hal ini terlalu lama.

Harga beriklan di media cetak pun mahal. Tidak hanya itu, pengukuran berapa banyak target market yang dibidik juga tidak bisa dilakukan.

Baca juga: Ingin Bidik Generasi Milenial, Agen Properti Harus Paham Digital Marketing

Lain halnya dengan pemasaran melalui digital, proses dapat dilakukan cepat. Sebuah promo iklan dapat dikerjakan dalam beberapa jam, setelah itu dapat disebarkan via media sosial.

Digital marketing seperti ini sudah tentu lebih murah. Selain itu, target audience yang dibidik pun bisa lebih tepat. Efektivitas pengukuran keberhasilan dapat dilakukan.

Bagikan: 1140 kali