bisnis data center

Tren bisnis data center menjadi sektor baru yang kian dilirik. Sejumlah perusahaan properti di tanah air tergoda mencicipinya. Bagaimana peluangnya?

Persaingan bisnis pusat data alias data center di Indonesia sepertinya bakalan semakin semarak, apalagi di masa mendatang.

Untuk diketahui, data center merupakan fasilitas yang digunakan perusahaan besar untuk melengkapi proteksi  data penting mereka.

Dikutip dari laman CNBC Indonesia, perkembangan bisnis data center didorong oleh laju ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi digital di Tanah Air diperkirakan mencapai USD133 miliar (Rp1.896 triliun) pada tahun 2025.

Hal itu berdasarkan hasil riset Google dan Temasek, yang dituangkan dalam Laporan berjudul e-Conomy SEA 2020 .

Awalnya, bisnis ini digeluti oleh perusahaan teknologi, semacam PT DCI Indonesia Tbk (DCII) dan PT Indointernet Tbk (EDGE).

Kedua perusahaan terbuka ini telah listing atau mencatatkan perdagangan sahamnya di Bursa Efek Indonesia atau BEI.

Duo emiten milik pengusaha Toto Sugiri dan sebagian sahamnya milik Anthoni Salim itu memang dikenal berbisnis jasa data center.

Emiten telekomunikasi pelat merah PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)  juga ikut 'nyebur' ke bisnis itu,  tentunya tidak mau ketinggalan.

Pasar data center di Indonesia bahkan turut menarik perhatian perusahaan teknologi asal Amerika Serikat Amazon Web Service (AWS).

Dikutip dari laman Katadata, anak usaha Amazon itu menilai, Indonesia merupakan pasar potensial karena terdapat banyak start-up dan  UMKM.

Sebagai informasi tambahan, saat ini mereka tengah membangun pusat data di Jawa Barat yang ditargetkan selesai di tahun ini.

Developer Properti Lirik Potensi Baru di Bisnis Data Center

bisnis data center

Tidak hanya perusahaan teknologi, belakangan  perusahaan properti  besar di Indonesia mulai membidik sektor bisnis data center.

Sebut saja Group Lippo yang mencoba peruntungan melalui anak perusahaannya, yakni PT Multipolar Technology Tbk (MLPT).

"Saat ini perseroan sedang menjajaki potensi kemitraan untuk anak usaha yang bergerak dalam bidang data center," kata Corporate Secretary Multipolar Technology, Wahyudi Chandra, sebagaimana dikutip dari CNBC Indonesia.

Ada pula Sinar Mas Group, melalui PT Bumi Serpong Damai Tbk yang sudah melakukan pembicaraan dengan beberapa mitra strategis.

"Sudah ada pembicaraan dengan beberapa strategic partner bersama-sama berinvestasi dalam data center," ujar Presiden Direktur BSDE, Fransiscus Xaverius RD dalam Public Expose Live 2021.

Selain dua emiten properti itu, giliran Ciputra Group yang tidak mau ketinggalan dan turut ambil bagian dalam bisnis data center.

Dilansir dari laman Investor.id, PT Ciputra Development Tbk memiliki rencana membangun data center secara bertahap di Jakarta dan Bodetabek.

Direktur Utama Ciputra Development Candra Ciputra mengatakan pandemi mempercepat perkembangan data center.

"Dalam membangun data center hal terpenting adalah lokasi. Saat ini, kami sedang membicarakan pembangunan ini dengan beberapa mitra investor," ujarnya.

Potensi Bisnis Data Center Sebagai Recurring Income Developer

bisnis data center

Menurut riset Mordor Intelligence,  sektor pusat data di tanah air diperkirakan akan mengalami pertumbuhan eksponensial.

Penyebabnya, ada peningkatan migrasi pemain layanan Over-The-Top (OTT). Hal ini juga ditunjang dengan penyebaran 5G, yang akan mendorong pasar pusat data di Tanah Air.

Tahukah kamu bila industri data center di Indonesia diprediksi bisa tumbuh signifikan sampai dengan tahun 2025 lo.

Semua ini didasarkan pada hasil riset yang dikutip dari EDGE, bahwa bisnis pusat data Tanah Air punya market size USD 618 juta atau setara dengan Rp8,96 triliun (kurs 14.500).

Apalagi sektor pusat data mulai mendapatkan dorongan investasi dari penyedia cloud raksasa seperti Google, Alibaba, dan Amazon.

Bahkan di tahun lalu, Alibaba Cloud mengumumkan akan menggelontorkan investasi senilai USD28 miliar (Rp399 triliun) pada bisnis data center untuk 21 wilayah, termasuk Indonesia.

Potensi itu yang kemudian membuat sejumlah developer properti besar di Indonesia mulai ambil bagian dalam bisnis tersebut.

Harapannya, bisnis baru ini bisa menunjang kinerja perusahaan properti untuk mendapatkan recurring income yang baru.

Biasanya, pendapatan berulang dari developer berasal dari pengelolaan perkantoran, hotel, pusat perbelanjaan, rumah sakit, atau gudang.

Inilah ulasan mengenai bisnis data center yang sedang dilirik oleh developer properti dan diperkirakan booming di masa mendatang.

Rumah123.com pernah membahas sejumlah investasi properti lainnya seperti co-working space, co-living, dan masih banyak lagi.

Situs properti Rumah123.com selalu menghadirkan artikel dan tips menarik mengenai properti, desain, hukum, hingga gaya hidup.

Saatnya kamu memilih dan mencari properti terbaik untuk tempat tinggal atau investasi properti seperti Springwood Residence.

Bagikan:
300 kali