Jakarta (Rumah123/iStockphoto)

Tingkat pasokan ruang perkantoran di Central Business District (CBD) dan non-CBD di Jakarta selama kuartal kedua 2017 semakin bertambah. Begitu juga dengan permintaan ruang perkantoran dalam dua kawasan ini.

Hal ini terungkap dalam Jakarta Property Market Update Second Quarter 2017 yang dilakukan oleh JLL Indonesia.

Baca juga: Asyik, Jakarta Masih Ramah untuk Para Penyewa Rumah

Sejumlah gedung baru yang berada di kawasan CBD telah selesai pembangunannya dalam kuartal kedua 2017 ini yaitu The Tower, Wisma Mulia 2, Tokopedia Tower, dan Menara Palma 2.

Pasokan ruang perkantoran baru di area CBD ini mencapai 215.000 meter persegi. Saat ini, kawasan ini memiliki jumlah ruang perkantoran mencapai 5,6 juta meter persegi dengan tingkat hunian mencapai 82 persen.

Baca juga: Perusahaan E-Commerce Dominasi Permintaan Ruang Perkantoran CBD

Sementara sederetan gedung baru telah selesai pengerjaannya di area non-CBD yakni Gallery West, Soho Capital, Zuria Office Tower, Hermina Office Tower, dan Prime Office Suites.

Jumlah pasokan ruang perkantoran di wilayah non-CBD mencapai 112.000 meter persegi. Sekarang, kawasan non-CBD mempunyai jumlah ruang perkantoran mencapai 2,7 meter persegi dengan tingkat hunian mencapai 75 persen.

Baca juga: Nilai Tukar Mata Uang Melemah, Saatnya Beli Properti

“Tingkat permintaan yang baik masih belum dapat mengimbangi jumlah pasokan gedung perkantoran yang signifikan, sehingga membuat tingkat hunian kembali terkoreksi,” ujar Head of Research JLL Indonesia, James Taylor.

Jumlah pasokan memang meningkat, begitu juga dengan permintaan. Namun, tingkat hunian malah terbilang menurun. Tingkat hunian kawasan non-CBD khususnya di TB Simatupang menurun hingga ke level 68 persen. Kawasan ini juga harus bersaing ketat dengan CBD dalam menggaet penyewa.

Bagikan:
1443 kali