OK

PASAR RUMAH TINGGAL : Awan Gelap Mulai Raib

05/08/2009 by

Pasar properti rumah tinggal di Jakarta dan kawasan sekitar menurun, lalu bakal naik lagi.

Dalam waktu dekat sampai di ujung tanjakan, lantas mulus meluncur di jalan datar. Kira-kira, kalimat tersebut pas menggambarkan pasar properti rumah tinggal di Jakarta dan kawasan sekitar akhir-akhir ini.

Begini, di kuartal pertama tahun 2009, pasar properti rumah tinggal di area tersebut melemah. Tingkat penyerapan (penjualan) menurun. Nah, terkait beberapa faktor, pasar tersebut diprediksi tumbuh lagi di ujung kuartal itu.

Jakarta Property Market Review Quarter 1 2009 keluaran PT Procon Indah menguraikan kondisi tersebut. Dijelaskan, di kuartal pertama tahun 2009, pasokan rumah tinggal di Jakarta dan kawasan sekitar, tetap bertambah ketimbang di kuartal keempat tahun 2008. Besar penambahan tersebut sekitar 2.434 unit, menjadikan total pasokan di angka 340.300 unit.

Turun Cukup Berarti
Saat pasokan bertambah, tingkat penyerapan (penjualan) menukik. Market Review itu memaparkan bahwa penurunan tingkat penyerapan yang terjadi  mendekati 30%; di situ, rumah tinggal yang terjual sekitar 2.000 unit. Mayoritas proyek rumah tinggal memetik penurunan penjualan di Januari dan Februari.

Diteropong terpisah, tingkat penyerapan per bulan juga menurun ke 666 unit per bulan. Padahal, di kuartal terakhir tahun 2008, angka yang dipetik sebesar 948 unit per bulan.

Associate Director PT Procon Indah, Utami Prastiana, menjelaskan bahwa  beberapa proyek perumahan memeroleh penurunan penjualan nan cukup berarti. Terutama perumahan yang semata-mata menjual produk nan sudah ada. Atau, yang menawarkan produk untuk kelas menengah dan atas.

Bertolak belakang dengan hal itu, perumahan yang menawarkan produk baru ataupun mengincar kelas menengah dan bawah memetik penjualan cukup apik.

Apa gerangan penyebab “kejanggalan” tersebut? Manajer PT Procon Indah, Milda Z. Abidin, menjelaskan lewat surat elektronik bahwa bagi konsumen segmen tersebut, rumah menjadi kebutuhan dasar, rumah yang dibeli menjadi rumah pertama. Alhasil, dalam kondisi ekonomi melemah,  mereka tetap membeli rumah. Seiring itu, permintaan terhadap pasar rumah tinggal kelas menengah dan bawah tetap muncul. “Berlainan dengan itu, segmen menengah dan atas menjadikan rumah sebagai instrumen investasi. Sehingga, saat ini mereka menunda membeli rumah karena bukan kebutuhan mendesak,” Milda menjelaskan. 

Bakal Pulih
Gerombolan awan mendung tersebut mungkin segera enyah—seperti disebut di awal tulisan ini. Simak hal ini: Market Review Procon Indah menjelaskan, usai kuartal pertama tahun 2009, tingkat penyerapan di pasar properti rumah tinggal diperkirakan membaik. Itu disebabkan, antara lain, tingkat bunga BI Rate menurun (saat tulisan ini diturunkan, BI Rate di angka 7,25%–red.). Efek hal itu, perbankan diperkirakan mengendorkan kebijakan moneter ketat alias menurunkan tingkat bunga kredit.

Faktor lain, permintaan rumah tinggal dari kelas menengah dan bawah bakal sinambung. Pun, bila pengembang tetap memberikan fasilitas pembayaran khusus—antara lain subsidi bunga KPR—permintaan bakal terdongkrak.

Utami menjelaskan,  sejumlah pengembang berencana meluncurkan produk baru pasca-Pemilihan Umum legislator di April. Di situ, 1.500-an unit bakal masuk pasar. “Pengembang tersebut,” kata Utami, “optimis terhadap respons pembeli terkait kemungkinan bunga pinjaman bank terus menurun.”

Buat Anda yang berhasrat membeli rumah tinggal via KPR, mungkin kini saat nan tepat! ACHMAD ADHITO/Foto : REIZA. Sumber : TABLOID TRANSAKSI PROPERTI EDISI JUNI.

Pasar Rumah Tinggal di Jakarta dan Kawasan Sekitar (Kuartal Satu/2009)
————————————————————————————————————————-
                                                    Q4/2008          QoQ          Q1/2009             YoY           Q1/2008
————————————————————————————————————————-
1. Total Area yang
   Direncanakan (Hektare)          42,300             Naik           42.400                Naik            41.200
2. Area yang Dikembang-
   kan (%)                                    37,1%             Naik           37,2%                 Turun         37,6%
3. Unit Baru yang Ditawarkan     2.200              Naik           2.400                  Turun          4.400 
4. Kumulatif Unit yang
   Ditawarkan                               337.800          Naik           340.300              Naik             332.400
5. Kumulatif Unit yang
   Terjual                                       282.400          Naik           284.400              Naik             269.900
6. Tingkat Penjualan                     83,6%             =                83,6%                Naik             81,2%
7. Take up Unit Bulanan               948                 Turun         666                     Turun          1.257
8. Kisaran Harga Tanah
   (Juta Rupiah per m2)
    -Tangerang                              0,75-6              =               0,75-6                 Naik           0,6-6
    -Jakarta                                    2-8,1                =               2-8,1                   Naik           1,5-8,1
    -Bogor                                      0,425-3,5         =               0,4-3,5                Naik           0,9-3,0
    -Bekasi                                     0,65-3,3           =               0,65-3,3              Naik           0,5-2,7
———————————————————————————————————————
Sumber: Riset Procon Indah, 2009

Foto :1. Pasokan Rumah Tinggal di Jakarta dan Kawasan Sekitar Tetap Bertambah.
         2. Pasca-Kuartal Pertama Tahun 2009, Pasar Rumah Tinggal di Jakarta dan Kawasan Sekitar Diprediksi Mulai Pulih.  
         3. Tabel.