Konsultan Properti Colliers International Memperkirakan Bahwa Industri dan Bisnis Properti di Indonesia Akan Bangkit Pada Kuarter Tiga Atau Empat 2019 (Foto: Rumah123/Getty Images)

Colliers International merilis laporan untuk pasar Asia pada kuarter satu 2019. Dalam laporannya terungkap bahwa sentimen dan aktivitas investasi Indonesia akan kembali bangkit pada kuarter tiga atau empat 2019.

Konsultan properti ternama Colliers International meluncurkan Asia Market Snapshot Q1 atau laporan singkat pasar properti Asia pada kuarter satu 2019. Colliers merupakan salah satu perusahaan layanan properti komersial terbesar di dunia.

Colliers International mempelajari kegiatan pasar properti di 15 negara besar Asia. Segmen perumahan dan juga komersial ditelaah. Hasilnya adalah pandangan singkat untuk para pelaku pasar.

Baca juga: Kalau Situasi dan Kondisi Berpihak Kepada Penyewa, Gimana Nasib Investor Properti

“Pasar properti di seluruh Asia memulai awal pada tahun baru dengan catatan positif, dengan kebijakan pemerintah yang ramah, reformasi pajak, dan pengeluaran infrastruktur yang mendukung permintaan pasar,” ujar Managing Director of Capital Markets and Investment Services Colliers International untuk pasar Asia, Terence Tang seperti dikutip dari keterangan pers yang diterima oleh Rumah123.com.

“Pada kuarter pertama, para investor bisa melihat keberagaman dari sektor pasar properti tradisional seperti ruang perkantoran dan perumahan menuju segmen lain seperti pusat data dan pergudangan,” lanjut Tang.

Sementara itu, Capital Markets and Investment Services Director for Indonesia, Steve Atherton menyebutkan bahwa fund manager atau manajer investasi di seluruh Asia mengalihkan fokus investasi mereka yang berisiko dari bisnis inti ke kelas aset alternatif atau yang lebih punya kesempatan imbal balik.

Baca juga: Tips Investasi : Sebelum Beli Properti Sewaan, Cari Tahu Dulu Demand Generator

Hal ini dilakukan lantaran rendahnya keuntungan sewa perkantoran di sejumlah kota besar. Selain itu, para investor lokal di Indonesia memilih peluang lain yang tidak berisiko atau menunggu saja sambil melihat perkembangan.

Perusahaan pengembang asing juga terus berupaya mencari celah dalam pasar properti Indonesia. Namun, developer memang mencari target market yang lebih aman.

Developer asing lebih membidik pembangunan hunian rumah murah dan juga apartemen untuk kelas menengah ke bawah. Hal ini bisa dilihat dari masuknya developer China yang mengembangkan superblok di Daan Mogot, Jakarta Barat.

Baca juga: Tips Investasi Properti: Pertumbuhan Sewa Properti Indonesia Bisa Capai 10 Persen

Ada juga perusahaan pengembang asal Jepang yang berkolaborasi dengan developer Indonesia untuk membangun apartemen kelas menengah di Jakarta. Namun, ada juga developer Jepang yang mengembangkan hunian rumah tapak di Cikarang.

Perusahaan pengembang asal Australia juga mulai mempersiapkan membangun superblok di kawasan Ancol, Jakarta Utara. Seperti laporan Colliers, developer asing memang membangun hunian. Nah, buat kamu, saatnya untuk berinvetasi properti.

Bagikan: 700 kali