Ilustrasi pasar ekstrem - Rumah123.com Ilustrasi pasar ekstrem - Rumah123.com

Virus corona yang sedang mewabah di China dan beberapa negara lainnya diduga berasal dari pasar tradisional di Wuhan, China. Sebuah akun Twitter @muyixiao mengunggah foto yang menunjukkan daftar menu hewan yang dijual di Pasar Seafood Huanan. Jangan terkecoh dengan namanya, walaupun disebut pasar seafood, ada lebih dari 100 jenis hewan hidup dan daging hewan yang dijual. 

Hewan yang terdapat di sana termasuk ular, koala, kelelawar, kodok, rusa, anjing, kalajengking, tikus, landak, burung merak, burung unta, burung merak, anak serigala, dan masih banyak hewan lainnya. Kemungkinan penyebab terjadinya infeksi pada manusia adalah akibat kontak dengan daging dari berbagai hewan yang dijual di pasar. Setelah korban yang terinfeksi virus corona semakin menyebar, pasar tersebut kini telah ditutup. 

Baca juga: Ramai Isu Virus Corona Menular Lewat Mata, Fakta atau Hoax?

Indonesia juga punya pasar makanan ekstrem di Tomohon, Manado

Bicara soal pasar makanan ekstrem, Indonesia juga punya yang serupa dengan pasar di Wuhan. Pasar tersebut berlokasi di Kota Tomohon, Manado, Sulawesi Utara. Bahkan, ada dua pasar tradisional di Kota Manado yaitu Pasar Bersehati dan Karombasan, yang memang khusus menjual hewan-hewan yang ekstrem untuk dimakan. Di pasar-pasar di Tomohon, terdapat berbagai jenis hewan  liar seperti ular, kelelawar, biawak, tikus hutan, anjing, kucing, babi hutan, yang siap diolah menjadi makanan yang disukai.

Dilansir dari Kumparan, pedagang di sana mengaku bahwa kabar virus corona di Wuhan tak memengaruhi penjualan di pasar tersebut. Minat masyarakat untuk membeli daging hewan liar belum berkurang selama satu pekan terakhir. Bahkan salah satu pedagang menyebutkan bahwa dirinya baru mendengar tentang virus corona. Ia juga tak percaya jika virus tersebut berasal dari daging hewan liar. 

Pasalnya selama berjualan bertahun-tahun, tak pernah ada komplain dari pelanggan tentang virus tersebut. Soal omzet, penjualan daging hewan liar di lapaknya tak mengalami perubahan. Ia masih mendapatkan rata-rata pendapatan kotor sebesar Rp 5 juta per harinya. Sang pedagang pun menekankan bahwa tak ada virus corona di sana. 

Baca juga: Cara Mencegah Penularan Penyakit akibat Virus Corona

Upaya yang dilakukan pemerintah Tomohon untuk mencegah 

Dilansir dari Indonesiainside.id, Pemerintah Kota Tomohon melalui Dinas Pertanian dan Perikanan melakukan sejumlah upaya untuk mencegah virus corona. Adapun cara yang dilakukan antara lain dengan memerintahkan Kepala Pusat Kesehatan Hewan yang berkantor persis di sebelah pasar ekstrem untuk melakukan pengawasan.

Di sisi lain, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tomohon dr. Maria Sugiarto mengatakan Dinas Kesehatan Kota Tomohon terus melakukan sosialisasi dan imbauan ke puskesmas-puskesmas dan rumah sakit tentang virus korona ini. Imbauan juga sampai kepada pedagang di pasar. Bahkan pengawasan kepada turis Cina yang berkunjung ikut dilakukan.

Bagikan:
5184 kali