Suasana Bandung Tempo Dulu (Rumah123/Tribunnews)

Julukan Parijs van Java memang melekat sejak lama pada Bandung, ibu kota provinsi Jawa Barat. Keindahan kota ini bukan lantaran punya mojang Bandung yang cantik lho, kota ini punya banyak peninggalan arsitektur.

Pemerintah Hindia Belanda pernah merencanakan Bandung menjadi ibu kota untuk menggantikan Batavia (baca: Jakarta). Iklim Bandung lebih sejuk dan disukai para pejabat pemerintah kolonial.

Baca juga: Permainan Warna untuk Memadukan Bangunan Lama dan Baru, Kayak Apa Sih?

Banyak pejabat dan pengusaha kaya yang memiliki rumah peristirahatan di Bandung. Kota ini juga menjadi ikon mode pada zaman itu. Jangan heran kalau akhirnya mendapatkan julukan Parijs van Java atau Paris di Pulau Jawa.

Pemindahan ibu kota memang tidak terwujud. Namun, pembangunan gedung di Bandung berarsitektur kolonial bertebaran di seluruh penjuru kota.

Baca juga:  Sentuhan Desain Kekinian Pada Bangunan Lama, Wah Pasti Unik Nih

Setidaknya, ada tiga gaya arsitektur di Bandung yaitu gaya tradisionalisme (sebelum abad ke-20 atau 1800-an), Dutch Rationalism (1900-1920-an), dan modernisme (1920-an hingga 1930-an).

Gaya kolonial Belanda didominasi desain modernis. Hal ini terlihat pada bangunan fasilitas umum seperti gereja dan juga kantor pemerintahan.

Baca juga:  Menyatukan Bangunan Baru dengan Bangunan Lama? Bikin Aja Jadi Kontras

Arsitek yang merancang bangunan ini biasanya tinggal dai bekerja di Bandung. Namun, mereka mendapatkan pendidikan arsitektur di Belanda.

Beberapa bangunan juga terinspirasi dari arsitektur Indonesia, Amerika Utara, dan Inggris. Inspirasi dari Indonesia tentunya wajar karena arsitek melihat kondisi alam sekitar sebelum merancang bangunan. Iklim tropis Indonesia menjadi salah satu faktor desain rancangan.

Baca juga:  Bangunan Tua Itu Sebenarnya Punya Banyak Cerita Lho

Salah satu gedung jadul peninggalan Belanda yang menjadi ikon Bandung adalah Gedung Sate. Buat kamu yang tinggal di Bandung, pernah kuliah di Bandung, sempat punya pacar mojang Bandung, atau pernah wisata ke Bandung, sudah pasti tahu dengan bangunan ini.

Arsitek J. Gerber mendesain bangunan ini. Gedung ini diperuntukkan untuk Departemen Transportasi, Pekerjaan umum, dan Manajemen pengairan Hindia Belanda. Pembangunan gedung ini selesai pada 1920.

Saat ini, gedung ini menjadi kantor Gubernur Jawa Barat. Penamaan gedung ini lantaran bagian tengah bangunan ada tiang yang mirip makanan tradisional, sate.

Baca juga:  Menyulap Bangunan Tua Menjadi Kekinian? Ah, Gampang Kok

Gedung Sate Dibangun Pada Era Penjajahan Belanda, Saat Ini Menjadi Kantor Gubernur Jawa Barat (Rumah123/Museum Gedung Sate)
 
Salah Satu Sudut Jalan di Bandung Tempo Dulu (Rumah123/Historia)
Bagikan: 785 kali