Kamu hobi budidaya burung kicau? Coba deh ternak lovebird di rumah. Burung satu ini memiliki keunikan dibandingkan burung lainnya.

Ternak lovebird bukan cuma gampang, tapi juga menguntungkan - Rumah123.com Ternak lovebird bukan cuma gampang, tapi juga menguntungkan (Rumah123.com/Getty Images)

Lovebird bisa memiliki keterikatan yang kuat dengan pemiliknya. Dengan pasangannya pun, lovebird saling menyayangi satu sama lain. Bahkan mereka hanya memiliki satu kekasih sepanjang hidupnya. 

Selain sifanya unik, lovebird juga banyak dipelihara lantaran warnanya yang cantik dan suaranya yang indah. Untuk kamu yang mau mulai ternak lovebird, tak perlu khawatir. Sifatnya boleh saja berbeda dengan burung lainnya. Tapi proses perawatannya mirip-mirip kok! Gak percaya? Lihat penjelasan selengkapnya berikut ini!

Ini dia tahapan ternak lovebirds, gampang kok!

1. Siapkan kandang dan tempat untuk bertelur

Pertama-tama, tentu saja kamu harus menyiapkan kandangnya terlebih dahulu. Jika kamu berencana untuk ternak lovebird lebih dari sepasang, maka siapkan kandang yang besar dan bersekat. Atau jika kamu beternak hanya sepasang, siapkan tempat bertelur lovebird atau yang biasa disebut glodok. Letakkan glodok di dalam kandang agar lovebird bisa membentuk sarang dan mengerami telurnya. 

2. Mencari indukan lovebird yang sehat dan berkualitas

Setelah siap dengan kandang dan glodok, saatnya mencari indukan lovebird. Idealnya, pilih indukan jantan yang berusia 1 tahun, dan indukan betina yang berusia 8 bulan. Pilih juga kondisi fisiknya sehat. Ciri-ciri lovebird yang sehat adalah yang memiliki paruh panjang, kokoh, tebal, dan berpangkal besar. Kepalanya berukuran besar, dan bentuk tubuhnya proporsional. Dadanya lebar, lehernya panjang, dan matanya jernih. Burung dengan ciri-ciri tersebut memiliki kekuatan untuk berkicau dan memiliki karakter lincah.

Baca juga: 5 Langkah Dasar Budidaya Ikan Nila, yang Mau Jadi Jutawan Wajib Tahu!

3. Perkenalan burung jantan ke betina

Sebelum memasuki proses kawin, kamu harus memperkenalkan burung jantan ke betina dulu. Jangan langsung disatukan dalam satu kandang karena justru bisa memicu perkelahian. Untuk proses pendekatannya, dekatkan keduanya secara bersamaan dalam kandang yang terpisah. 

4. Proses perkawinan

Setelah proses perkenalan, biasanya lovebird akan menunjukkan ciri siap kawin. Pada lovebird jantan, tanda-tandanya mereka sering menggosok-gosok bokongnya ke sangkar. Pada betina, tanda-tandanya adalah mereka sering merentangkan sayap dan ekor ke atas. Apabila sudah ada ciri tersebut, maka kamu bisa menyatukan jantan dan betina ke dalam glodok yang sama. Pada tahap ini, kamu harus memperhatikan makanan yang diberikan. Makanan yang cocok untuk lovebird adalah milet, biji sawi, benih kenari, jagung muda, kangkung, tauge, dan biji bunga matahari.

Baca juga: Budidaya Tanaman Hidroponik, Cara Berkebun Baru untuk Kamu yang Punya Lahan Sempit!

5. Proses perkawinan bertelur

Apabila lovebird jantan dan betina sudah kawin, proses selanjutnya adalah pembuahan. Biasanya betina akan menghasilkan 4 hingga 5 butir telur. Setelah bertelur, betina akan mengerami telurnya hingga 22-25 hari. Tapi bisa juga betina tak mau mengerami telurnya. Untuk mengantisipasi, sebaiknya jangan sering-sering melihat keadaannya agar mereka tak terganggu. 

6. Telur lovebird menetas

Selesai dierami, telur akan menetas. Tunggu hingga 14 hari atau hingga anak lovebird keluar dari sarangnya. Lalu pisahkan anak lovebird dari induknya. Ketika dipisahkan, siapkan lampu 5 watt pada kandang anak lovebird untuk menghangatkannya. 

7. Beri makan anakan lovebird

Anakan lovebird belum bisa makan sendiri karena masih terlalu kecil. Untuk itu kamu harus memberikan perhatian ekstra. Kamu harus menyuapinya dengan menggunakan suntikan yang diganti dengan selang elastis. Beri mereka makanan yang bertekstur lembut. Misalnya bubur bayi, atau pelet yang diseduh air hangat. Suapi mereka tiap 4 jam sekali.

Bagikan: 1103 kali