shalat idul fitri di rumah

Fatwa MUI mengenai shalat Idul Fitri di rumah telah dikeluarkan. Berikut ini adalah panduan dan tata cara shalat Idul Fitri di rumah selama pandemi covid-19.

Bulan Ramadan 1441 Hijriah atau bulan puasa pada 2020 ini memang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

Umat Islam di seluruh dunia melakukan ibadah puasa dalam suasana berbeda terkait pandemi virus corona atau covid-19. 

Tidak ada lagi shalat tarawih berjamaah yang biasanya dilakukan di masjid, musala, ataupun surau. 

Bahkan, penyelenggaraan shalat Jumat di masjid-masjid sudah tidak dilakukan sejak Maret 2020. 

Social distancing dan physical distancing telah diberlakukan, masyarakat diminta menjaga jarak.  

Sejumlah daerah juga telah memberlakukan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) yang memiliki dampak lain. 

Pemerintah menghimbau agar masyarakat tidak mudik atau pulang kampung saat IdulFitri 2020.

Hal ini dilakukan untuk menekan penyebaran virus corona, apalagi sejumlah orang tidak menunjukkan gejala. 

Penyebaran virus ini secara meluas membuat shalat Idul Fitri ditiadakan demi kemaslahatan umat. 

Situs berita online Kompas.com melansir pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI) soal fatwa terkait shalat Idul Fitri di rumah. 

Otoritas ulama Indonesia ini juga mengeluarkan tata cara atau kaifiat mengenai takbir dan shalat Idul Fitri selama pandemi virus corona. 

Fatwa tersebut menyatakan bahwa shalat Idul Fitri boleh dilakukan di rumah secara berjemaah maupun sendiri. 

“Shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan di rumah dengan berjemaah bersama anggota keluarga atau secara sendiri (munfarid), terutama jika ia berada di kawasan penyebaran Covid-19 yang belum terkendali.” 

Demikian bunyi pernyataan fatwa MUI dengan Nomor 28 Tahun 2020 mengenai shalat Idul Fitri di rumah. 

Tata Cara Shalat Idul Fitri di Rumah 

Shalat Idul Fitri yang dilakukan di rumah bisa secara berjemaah ataupun bisa dilaksanakan sendiri. 

Kalau kamu ingin melaksanakan shalat Idul Fitri secara berjemaah, maka jumlah jemaah shalat minimal 4 (empat orang). 

Ingat ya, minimal empat orang. Satu orang menjadi imam, sementara tiga orang sisanya menjadi makmum. 

Kamu bisa melakukannya secara berjemaah bersama pasangan, putra putri, dan juga asisten rumah tangga (ART). 

Atau kamu melaksanakannya bersama mertua, orang tua, kakak ipar, adik ipar, atau keponakan yang tinggal serumah. 

Berikut ini adalah panduan atau tata cara melakukan shalat Idul Fitri di rumah secara berjemaah. 

1. Memperbanyak Bacaan Takbir, Tahmid, dan Tasbih

Sebelum melakukan shalat Idul Fitri, maka kamu dan jemaah lainnya disunahkan untuk memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih. 

2. Memulai Shalat Tanpa Azan dan Iqamah 

Kamu dan jemaah memulai shalat Idul Fitri dengan menyeru “As shalatu jami’iah” tanpa mengumandangkan azan dan iqamah. 

3. Membaca Niat Shalat Idul Fitri 

Imam dan makmum memulai shalat Idul Fitri dengan membaca niat yang berbeda antara keduanya. 

Orang yang menjadi imam shalat Idul Fitri di rumah membaca Ushalli sunnata li'idil fithri rak'ataini imaman lillahi ta'ala.

Arti dari niat ini adalah Aku berniat shalat sunah Idul Fitri dua rakaat menjadi imam karena Allah ta’ala.

Sementara yang menjadi makmum shalat Idul Fitri di rumah membaca Ushalli sunnata li'idil fithri rak'ataini ma'muman lillahi ta'ala.

Adapun arti dari niat ini adalah Aku berniat shalat sunah Idul Fitri dua rakaat menjadi makmum karena Allah ta’ala.

4. Membaca Takbiratul Ihram 

Setelah membaca niat, imam mengucapkan takbiratul ihram (Allahu Akbar) seraya mengangkat kedua tangan. 

5. Melakukan Takbir Sebanyak 7 Kali 

Imam memimpin membaca takbir sebanyak tujuh (7) kali, di luar takbiratul ihram. Makmum mengikuti gerakan imam. 

Di antara setiap takbir, dianjurkan untuk membaca Subhanallah walhamdu lillahi wa la ilaha illallahu wallahu akbar.

6. Membaca Surat Al Fatihah 

Imam akan membaca surat Al Fatihah dengan suara yang terdengar oleh makmum, kemudian ditutup dengan perkataan Aamiin. 

7. Membaca Surat Qaf Atau Al A’la 

Saat pelaksanaan shalat Idul Fitri, disunahkan untuk membaca surat Qaf ataupun surat Al A’la. Namun, jika tidak hapal, carilah surat pendek di Al Quran yang mudah. 

8. Mengikuti Gerakan Shalat Seperti Biasa 

Setelah menyelesaikan bacaan surat, imam dan makmum melakukan rukuk, itidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud, dan kembali berdiri seperti shalat wajib atau sunnah lainnya. 

9. Melakukan Takbir Sebanyak 5 Kali 

Imam kembali memimpin makmum untuk membaca takbir sebanyak lima (5) kali seraya mengangkat tangan. 

Takbir ini dilakukan di luar takbir saat berdiri atau takbir qiyam. Setiap antara takbir, disunahkan membaca Subhanallah walhamdu lillahi wa la ilaha illallahu wallahu akbar.

10. Kembali Membaca Al Fatihah 

Imam akan membaca surat Al Fatihah dengan suara yang terdengar oleh makmum, kemudian ditutup dengan perkataan Aamiin. 

11. Membaca Surat Al-Qamar atau Al-Ghasiyyah

Setelah membaca surat Al Fatihah, imam disunahkan untuk membaca surat Al Qamar atau Al Ghasiyyah. 

Tetapi, jika imam tidak hapal dengan kedua surat ini, carilah surat pendek di Al Quran yang mudah. 

12. Mengikuti Gerakan Shalat Seperti Biasa 

Setelah menyelesaikan bacaan surat, imam dan makmum melakukan rukuk, itidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud, dan kembali berdiri seperti shalat wajib atau sunnah lainnya. 

Namun, setelah sujud, imam dan makmum melakukan tahiyat atau tasyahud akhir, kemudian menutup shalat dengan salam. 

13. Tidak Perlu Ada Khutbah 

Kalau imam atau makmum, tidak ada yang memiliki kemampuan untuk khotbah, maka shalat Idul Fitri di rumah ini bisa dilakukan berjemaah tanpa khotbah.

Baca juga: Masih Pandemi Corona, Shalat Tarawih di Rumah Saja Ya

Bagikan:
7540 kali