Riyadi Nugroho (32) dan Annisa Nur (32), ruang keluarga adalah tempat favorit. Foto: Rumah123/ Jhony Hutapea

Buat cowok bernama lengkap Riyadi Nugroho (32), membeli rumah merupakan kebutuhan primer. Jadi paham kan kalau pada usia 30 tahun dia sudah mulai berusaha car-cari rumah.

Dulu, sejak merencanakan membeli rumah, Riyadi mulai menabung untuk dana uang muka (DP). Setelah dua tahun menabung dengan menyisihkan sekitar Rp3 juta per bulan dari penghasilannya, maka dia pun bisa mengumpulkan dana uang muka (DP).

Ayah beranak satu ini menjatuhkan pilihannya pada sebuah rumah di kawasan Inpres Larangan Ciledug pada 2014. Cara membayarnya dengan memanfaatkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Baca juga: Keburu Tua Ga Punya Rumah, Terancam Sengsara?

“Saya beli saat anak belum memulai pendidikan sekolah. Jika tidak, uang yang dikumpulkan mau nggak mau terfokus untuk sekolah anak,” ucapnya kepada Rumah123.

Riyadi pun lalu mempelajari aturan skema pembayaran KPR. Dia menyanggupi pembayaran cicilannya dengan masa tenor 15 tahun. Riyadi pun memilih perbankan yang tidak terlalu membebani nasabahnya.

Dengan komitmen dan konsisten, maka Riyadi membayar cicilan dengan cara auto-debet di rekening bank pemberi KPR sesuai tempo dalam perjanjian. Dengan cara ini dia merasa gak bakalan telat membayar angsuran.

Baca juga: Ada Caranya Loh Agar Pengantin Baru Bisa Beli Rumah!

“Nilai angsurannya sudah ditentukan oleh pihak bank, yakni seperempat dari penghasilan saya per bulan,” ucapnya.

Rumah di kawasan Inpres Larangan Ciledug pada saat awal dibelinya dua tahun silam masih berharga terjangkau, yakni Rp375 juta. Kalau sekarang ya harganya sudah naik banyak, jadi Rp525 juta.

Bayangkan! Dalam waktu dua tahun saja, harga rumahnya sudah naik sebesar Rp150 juta. Pastinya dia gak pernah menyesal membeli rumah selagi muda.

 
Bagikan:
1878 kali