Menara Saidah (Rumah123/Hipwee)

Pagar proyek Light Rapid Transit (LRT) jalur Cawang-Dukuh Atas di depan Menara Saidah, Jakarta Selatan amblas akibat hujan deras pada Kamis (12/10/2017). Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Seperti dikutip dari Kompas, Ery Satriadi selaku Manajer Konstruksi Sipil Divisi Konstruksi Departemen LRT Jabodebek menyatakan tak ada kerusakan parah dari insiden itu.

Baca juga: Awas, Bahaya Kebakaran Ancam Penghuni Gedung Tinggi!

Lereng galian tergerus air hujan karena ruang yang sempit, namun tidak ada kerusakan berarti. Ery melanjutkan hanya pagar kerja saja yang roboh.

Lantaran dinding penahan longsor, kontraktor melakukan penanganan dengan terlebih dulu membersihkan area dan dilanjutkan membuat dinding penahan tanah yang baru.

Baca juga: Jangan Tinggal di Gedung Pencakar Langit, Buka Puasa Malah Lebih Lama Lho

Insiden ini terjadi di depan Menara Saidah yang sudah bertahun-tahun kosong. Gedung pencakar langit ini ditengarai miring sejak beberapa tahun silam.

Ery memastikan kalau Menara Saidah tidak akan roboh karena pondasi bangunan ditanam cukup dalam dan tidak ikut tergerus. Amblasnya pagar ini memang dikhawatirkan akan membuat Menara Saidah menjadi lebih miring.

Baca juga: 5 Kebakaran Gedung Pencakar Langit di Jakarta

“Saya belum pernah mendapatkan konfirmasi yang pasti soal Menara Saidah yang miring. Kalau pun memang miring, pasti pemda sudah bertindak dari dulu karena membahayakan,” ujar arsitek Teguh Aryanto.

“Bila benar Menara Saidah memang miring. Amblasnya tanah belum tentu bisa memperparah Menara Saidah, karena Menara Saidah berdiri di atas tanah keras di dalam tanah melalui pondasi pancang. Jadi dia tidak berdiri di atas tanah,” lanjutnya.

Baca juga: Gedung DPR Miring? Wah, Menara Pisa yang Paling Terkenal Lho

Sementara Agust Danang berpendapat berbeda. Arsitek yang juga dosen ini menyatakan bisa saja amblasnya pagar bisa berefek pada gedung.

“Iya, mungkin. Karena memang tanah di depan Menara Saidah bukan tanah asli. Tanah tersebut merupakan tanah urug yang diperuntukkan untuk membuat jembatan melintasi jalur KRL,” kata Agust.

Baca juga: Wah, Ternyata Banyak Bangunan Miring di Dunia, Ga Hanya Gedung DPR Aja Lho

Menurut Teguh dan Agust, banyak hal yang menyebabkan gedung pencakar langit menjadi miring. Salah satunya kesalahan saat kontruksi.

Saat membangun gedung bertingkat, pengukuran kedalaman tanah untuk memasang pondasi memang perlu diperhatikan. Arsitek Devy Anggraini menekankan hal ini.

Baca juga: Gedung DPR Miring? Bangunan Ini Malah Dirancang Miring Beneran

“Banyak yang menyepelekan soil test. Jaraknya ketika test terlalu jauh. Padahal beda 10 meter kekerasan tanah bisa beda,” kata Devy.

“Nah, saya nggak tahu yang menyebabkan Menara Saidah miring apa karena tanah amblas atau kesalahan ketika desain struktur,” lanjutnya.

Bagikan: 3647 kali