ilustrasi jual ginjal ilustrasi jual ginjal

Beberapa waktu lalu berita soal pencurian organ tubuh manusia di Indonesia ramai dibicarakan. 

Meski begitu, kasus tersebut disebut hanya hoaks dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. 

Berbeda dengan Indonesia, kasus tentang pasar gelap dan jual beli organ manusia ternyata bukanlah hal baru.

Bahkan, fenomena ini sudah menjadi hal yang umum di Kenya, salah satu negara miskin di Afrika.

Seperti diketahui, ginjal manusia bisa bernilai hingga Rp2 miliar jika dijual di pasar gelap.

Terang-terangan Jual Ginjal di Media Sosial

Hal itulah yang kemudian membuat penduduk di kota Nairobi, Kenya, rela menjual ginjalnya di marketplace Facebook. 

Ekonomi yang sulit di Kenya membuat mereka terpaksa menjual organ tubuh mereka tanpa memiliki rasa takut lagi. 

Bahkan, orang-orang di sana secara terang-terangan akan memposting ginjalnya di sebuah media sosial dan platform digital lainnya, layaknya jual-beli barang online.

Jika ada penawar yang setuju, nantinya mereka akan mengatur transportasi dan akomodasi ke negara-negara seperti Pakistan atau India di mana organ mereka akan diambil.

Jarang yang Bisa Pulang dalam Keadaan Hidup

jual ginjal

Sayangnya, tak sedikit dari mereka yang bisa kembali ke rumah dalam keadaan hidup. 

Melansir Intisari, rincian dari penjualan organ ini juga diungkapkan oleh seorang pengacara beranama Isaac Baraza.

"Inilah yang kami sebut kejahatan tanpa korban, seseorang mau menjual ginjal mereka tanpa membahasnya dengan anggota keluarga," kata Baraza.

Ia juga menjelaskan bahwa biasanya para penjual juga menjual organ tubuh mereka yang lainnya. 

"Begitu mereka meninggalkan negara itu untuk menyumbangkan ginjalnya, para penjual mengambil keuntungan dan tidak hanya memanen ginjal mereka, tetapi juga organ tubuh lainnya. Saat kembali di Kenya, tidak ada yang tahu di mana orang muda itu menghilang," tambah Isaac Baraza.

Ginjal Jadi Organ Tubuh yang Paling Dicari

Ginjal diketahui sebagai salah satu organ tubuh yag paling dicari saat ini. 

Vanslow (24) adalah salah satu pemuda yang menjual ginjalnya melalui Facebook. 

"Saya menjual ginjal saya karena saya memiliki masalah keuangan. Golongan darah saya adalah O + dan saya bukan perokok."

Ia mengatakan bahwa siapa saja yang tertarik dengan ginjalnya bisa menghubunginya melalui Facebook, di mana dia juga mencantumkan nomor telepon dan emailnya.

Dr John Ong'ech dari Rumah Sakit Nasional Kenyatta juga mengatakan bahwa negara tersebut memiliki 6 (enam) juta penderita diabetes dan lebih dari 2 (dua) juta membutuhkan transplantasi ginjal.

"Ginjal adalah saringan tubuh yang membersihkan 180 liter cairan setiap hari. Manusia bisa bertahan hidup dengan 1 ginjal, tetapi lebih baik memiliki keduanya, karena itu akan sangat penting bagi tubuh Anda," kata Dr Ong'ech.

Anak Muda Jadi Target Pengambilan Organ Paksa

Dr Ong’ech juga menambahkan bahwa anak muda kerap menjadi target kertel yang melakukan pengambilan organ tubuh. 

Sebagai praktisi medis, Dr Ong'ech mengakui pengambilan organ, baik secara paksa atau dengan persetujuan pemilik, adalah industri yang berkembang pesat di Kenya.

"Satu orang membutuhkan ginjal untuk bertahan hidup, dan orang lain membutuhkan uang," katanya.

Menurut laporan Baraza, orang-orang mungkin diculik, dibunuh, dan dijual, terutama adalah anak-anak, kemudian mereka akan diambil organnya.

Cara lain bagi broker untuk mendapatkan organ adalah melalui penipuan atau paksaan.

Ada beberapa kasus di mana korban akan pergi ke dokter atau rumah sakit untuk penyakit atau kecelakaan yang tidak berhubungan. 

Namun, ginjal orang tersebut diangkat tanpa sepengetahuan atau persetujuan mereka.

Terdapat pula tuduhan bahwa pejabat kedutaan negara Timur Tengah tertentu di Nairobi telah memfasilitasi transplantasi ginjal komersial di luar negeri.

Jangan lupa kunjungi artikel.rumah123.com untuk dapatkan artikel menarik lainnya seputar properti. 

Kamu juga bisa mencari properti yang sesuai kebutuhanmu seperti Naira Residence hanya di www.rumah123.com.

Bagikan:
296 kali