Ilustrasi. Foto: Rumah123/iStok Ilustrasi. Foto: Rumah123/iStok

Apakah warga negara asing (WNA) bisa membeli properti di Indonesia melalui KPR (kredit pemilikan rumah) atau KPA (kredit pemilikan apartemen)?

Bank Indonesia (BI) menginstruksikan seluruh bank berplat merah (BUMN) maupun swasta untuk memberikan kemudahan bagi WNA yang hendak membeli properti di Indonesia. Acuan syaratnya sama dengan Warga Negara Indonesia (WNI).

Baca jugaCuma di Sini Bisa Beli Properti di 56 Negara!

“BI dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) tidak ada masalah dalam memberikan kredit kepada orang asing, termasuk KPR ataupun KPA. Tidak ada pembedaan uang muka bagi WNI atau WNA,” kata Direktur Departemen Makroprudensial BI, Yati Kurniati, pada Forum Group Discussion (FGD) di Hotel Raffles, Jakarta, Senin (31/10).

Mengacu pada Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (Permen ATR/BPN) No. 29 tahun 2016, tentang pelepasan Hak Huni masih menjadi perdebatan. Terutama bagi WNA hanya berada di Indonesia kurang dari lima tahun sesuai ketentuan Izin Tinggal Terbatas.

Baca juga: Jawa Barat Jadi Penerima KPR FLPP Tertinggi dari BTN

BI kembali menegaskan, tidak ada larangan bank menerima properti dengan status Hak Huni sebagai jaminan. BI mendukung agar bank mulai menerima Hak Huni sebagai jaminan. Namun, hanya segelintir bank saja yang berani menerima Hak Huni sebagai jaminan.

"Kenyataannya baru dua atau tiga bank saja, itu pun rata-rata bank pemerintah. Salah satunya BTN (Bank Tabungan Negara) yang tertarik," ujarnya. (Wit)

 
Bagikan: 3684 kali