Serenia Hills, sebuah produk properti unggulan Intiland. FOTO: Rumah123/Jhony Hutapea.

Anggapan daya beli masyarakat menurun mungkin juga merembes ke dunia properti. Beberapa tahun belakangan ini pasar properti Indonesia dianggap jongkok kalau bukan tiarap. Tapi, betulkah daya beli masyarakat menurun sehingga penjualan properti pun semakin lesu?

Tidak sepenuhnya demikian kalau melihat pandangan Direktur Pemasaran Korporat Intiland, Susan Pranata. Dalam keterangan tertulisnya, dia menyatakan, meskipun pasar industri properti belum pulih sepenuhnya, namun sinyalemen terjadinya pertumbuhan industri mulai terlihat.

Baca juga: SEJUK BERPADU MODERN DI SERENIA HILLS

Perusahaan pengembang PT Intiland Development Tbk optimistis pasar properti akan segera membaik seiring dengan diluncurkannya sejumlah kebijakan pemerintah yang bersifat pro pasar. Beberapa kebijakan tersebut antara lain: perpajakan, kepemilikan properti bagi warga asing, stabilitas suku bunga, keringanan loan to value (LTV) untuk pembelian properti, dan iklim investasi yang kondusif.

Susan mengakui bahwa dalam beberapa tahun terakhir, pasar properti nasional memang menghadapi tantangan cukup berat. Tren penjualan properti mengalami penurunan cukup signifikan hampir di semua segmen produk dan pasar. Namun demikian, ia percaya bahwa daya beli masyarakat masih ada, hanya cenderung mengambil sikap menunggu atau wait and see.

Baca juga: Selama FPI 2017 Kokas, DP Apartemen Aeropolis Bisa Dicicil Berkali-Kali

Menghadapi tantangan tersebut, maka digagaslah Intiland Expo 2017. Produk-produk properti terbaik Intiland dengan harga berkisar Rp1-20 miliar akan dipamerkan selama empat hari, 12-15 Oktober 2017, di Main Atrium Senayan City, Jakarta. Acara ini mengambil tema Connected atau keterhubungan.

Menurut Susan, Intiland Expo 2017 ingin menegaskan keunggulan lokasi dari proyek-proyek Intiland di Jakarta dan sekitarnya yang saling terhubung dan dilengkapi akses transportasi publik terpadu ke pusat-pusat keramaian, bisnis, dan komersial.

Gelaran yang diharapkan meraup penjualan Rp120 miliar ini diharapkan dapat mendorong keyakinan dan kepercayaan masyarakat terhadap prospek pasar properti. Sehingga, mereka tergerak untuk membeli properti, tak lagi hanya wait and see.

 
Bagikan: 1067 kali