sarang burung walet

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara penghasil sekaligus eksportir utama sarang burung walet di dunia.

Bahkan, volume ekspornya terus melonjak meski dalam situasi pandemi Covid-19. 

Sarang burung walet sendiri dikenal sebagai makanan eksotis yang dijual dengan harga fantastis. 

Ia juga dikenal dengan ragam manfaatnya yang bagus untuk kesehatan. 

Mulai dari melancarkan metabolisme tubuh, menjaga sistem pencernaan, hingga mempercepat regenerasi sel kulit. 

Sesuai namanya, sarang burung walet dihasilkan oleh burung walet yang membuat sarang dari air liurnya yang mengeras. 

Liur ini diketahui terbuat dari protein, serta mengandung kalsium, zat besi, kalium, dan magnesium. 

Tak heran, kalau sarang burung walet diburu banyak orang. 

Untuk itu, harga yang ditawarkan pun bisa mencapai puluhan juta per kilo gram. 

Salah satunya adalah Yanto Turede, pengusaha sarang walet di Kabupaten Bone Bolango yang beromzet Rp30 Juta per bulan.

Baca Juga: Panduan Budidaya Kelinci Pedaging, Mudah dan Jelas Untung!

Dilansir dari Hulondalo, bisnisnya itu bahkan tidak terganggu di tengah situasi pandemi saat ini.

Ia bahkan mengaku masih kewalahan memenuhi permintaan 200 kilogram sarang walet perbulannya. 

Permintaan yang datang sejak Desember 2019 lalu itu datang dari berbagai, mulai dari Sumatera, Surabaya, hingga Jakarta.

Untuk itu, potensi usaha sarang burung walet ini terbilang sangat besar. 

Sebab, permintaannya yang tinggi masih belum sebanding dengan budidayanya yang masih terbatas. 

Padahal, untuk membudidayakannya kamu tak perlu menghabiskan banyak dana.

Bahkan, kamu bisa memulainya dari rumah dengan cara yang sederhana. 

Tertarik berbisnis sarang walet? Yuk, simak langkah-langkahnya di bawah ini:

Siapkan Lahan dan Kandang

sarang burung walet

Hal pertama yang harus dilakukan dalam budidaya sarang burung walet adalah menyediakan lahan dan kandang. 

Pastikan kamu memiliki lokasi yang tepat, yakni lingkungan yang sepi, terpencil, dan memiliki suhu 24-26 derajat celsius. 

Kamu bisa menggunakan lahan di rumah atau membangun bangunan baru sebagai kandang. 

Atap rumah bisa kamu jadikan kandang jika kamu memutuskan untuk membudidayakannya di rumah. 

Aatau, kamu bisa membuat bangunan berbentuk kotak dengan lubang di setiap sisinya untuk tempat keluar masuk burung walet. 

Lakukan Pembibitan Burung Walet

Kamu bisa melanjutkan pembibitan agar jumlah burung bisa berkembang biak dengan cepat. 

Hal yang harus kamu lakukan adalah dengan mengundang burung walet datang ke tempatmu. 

Salah satu strateginya adalah dengan memasang rekaman suara burung walet di kandang. 

Lalu, mengecat bangunan dengan warna putih atau hitam. 

Jika kamu tidak mendapatkan indukkan, kamu bisa melakukan pembibitan dengan cara memesan telur walet yang ditetaskan di kandang. 

Kamu bisa membelinya di pasar burung yang menyediakan berbagai macam telur burung walet. 

Harganya telur burung ini biasanya dipatok sekitar Rp300 ribu per 30 butir. 

Perawatan Burung Walet

sarang burung walet Sumber: Vice.com

Setelah pembibitan, lakukan perawatan terhadap anakan burung walet. 

Caranya dengan menjaga anak-anak burung agar tidak keluar kandang selama kira-kira dua hingga tiga hari. 

Untuk pakannya, kamu bisa memberi makanan alami seperti rayap, kumbang, semut, hingga serangga bersayap. 

Pasalnya, anakan burung walet akan membutuhkan asupan protein dan karbohidrat yang tinggi. Kandungan tersebut sangat banyak terdapat di serangga di atas hingga biji-bijian. 

Jadi, jangan sampai lupa untuk memberikan mereka pakan secara rutin ya.

Perhatikan Kebiasaan Burung Walet 

Saat burung walet telah dewasa, pastikan kamu memperhatikan kebiasaan mereka dalam berkembang biak. 

Biasanya mereka akan berkembang biak pada usia empat tahun. 

Meski begitu, tidak semua burung walet bisa bertahan hidup lama. 

Sebab, beberapa di antaranya bisanya mati karena diserang oleh predator. 

Burung walet yang berpasangan biasanya akan membuat dan menempati sarang tersebut. 

Mereka akan bertemu di sarang yang sama setiap musim semi. 

Burung walet akan menghasilkan sekitar dua hingga tiga butir pada interval dua hingga tiga hari. 

Pengeraman telur akan dimulai dari telur pertama dan seterusnya, selama 19-20 hari per telurnya.

Sementara, pembuatan sarang burung walet sendiri membutuhkan waktu sekitar 30-45 hari. 

Mereka bisa membuat sarang lebih cepat jika kondisi kandang atau ruangan memiliki suhu, kelembapan, dan iklim yang tepat.

Selain itu, mereka juga harus memiliki stok pakan yang banyak agar pasokan air liurnya berlimpah. 

Dengan begitu, mereka dapat membuat sarang yang tebal dan bagus.

Namun, sarang dari air liur ini hanya bisa dihasilkan dari burung walet betina. 

Air liurnya akan optimal ketika ia berada pada masa akan bertelur atau setelah terjadinya perkawinan. 

Baca Juga: 7 Jenis Burung Pemakan Serangga, Bisa Dipelihara di Rumah Gak Ya?

Panen Sarang Burung Walet

sarang burung walet Sumber: Vietcetera

Kamu bisa memanen sarang burung walet pada saat walet betina sudah siap bertelur. 

Jika kamu memanen pada saat itu, maka kamu akan mendapatkan jenis sarang walet yang berkualitas bagus. 

Sementara jika kamu memanen saat telur-telur burung sudah menetas dan bisa terbang, maka kualitas sarangnya akan kurang bagus. 

Setelahnya, kamu bisa menjual sarangnya ke berbagai tempat penjualan sarang burung walet. 

Kamu juga bisa memasarkannya melalui media sosial, forum, atau market place. 

Nah, itu dia cara untuk budidaya burung walet sederhana yang bisa kamu lakukan dari rumah. 

Selamat mencoba!

Jangan lupa kunjungi artikel.rumah123.com untuk dapatkan artikel menarik lainnya seputar properti. 

Kamu juga bisa mencari properti yang sesuai kebutuhanmu seperti The Riviera hanya di www.rumah123.com.

Bagikan:
28841 kali