Foto: Rumah123/iStock
 

Mei (27) punya hobi liat-liat barang-barang di toko online. Gak tau kenapa, kata dia, asyik aja banding-bandingin harga. Kalau dapat barang bagus harganya miring dia gak segan-segan belanja. Beberapa hari kemudian saat kiriman barang yang dibelinya itu datang, hatinya terasa puas bisa dapat barang bagus dengan harga murah.

Bahkan, di jam-jam kerja pun pekerja perusahaan swasta ini melakukan hobinya ini. Bentar-bentar browsing, sambil matanya larak-lirik menjelajahi seluruh laptop miliknya. Alhasil, meski dia mengklaim harganya murah, tapi tak urung dia kerepotan ketika harus membayar tagihan kartu kreditnya karena jumlah totalnya melebihi nominal gajinya. Wah…!

Baca juga: Belanja Pinter Tanpa Otak Muter-Muter!

Semoga sih kamu gak kayak Mei ya. Kalau ya, rencana kamu beli rumah bisa gagal! Bayangin aja, manajemen keuanganmu jadi morat-marit akibat kecanduan belanja online. Boro-boro bisa beli rumah meski DP-nya nol persen, orang bayar tagihan kartu-kredit aja kamu udah megap-megap, ya gak?

Perencana keuangan Prita Hapsari Ghozie pada finance.detik.com, Rabu (4-7-2018), menulis bahwa belanja online emang bisa nyandu. Gawatnya, kecanduan yang satu ini berdampak buruk terhadap kesehatan keuanganmu. Nah, sebelum kamu kecanduan, waspadai pertandanya. Apa aja sih? Simak yang berikut ini:

Punya lebih dari 3 kartu kredit yang aktif buat belanja. 

Kalau ada 3 kartu kredit yang tagihannya rutin ke kamu, ati-ati deh! Jangan-jangan gak nyadar kamu udah belanja online melebihi nominal gaji bulanan kamu.

Baca juga: Puasa Belanja Setahun Bisa Bikin Kamu Jujur pada Kebutuhan

Membuang waktu 3 jam sehari untuk liat-liat fitur belanja online.

Awalnya sih emang cuma liat-liat, tapi lama-lama jadi sering berselancar di toko online. Akhirnya, menjadi kebiasaan. Kalau rata-rata per hari kamu udah ngabisin waktu 3 jam bahkan lebih untuk berselancar di toko online, waspadalah! Lebih-lebih kalau kebiasaan ini kamu lakukan pada jam kerja di kantor sehingga mengganggu pekerjaan, wah gawat!

Ada kiriman paket belanja online setiap minggu. 

Setiap minggu ada aja paket kiriman barang dari toko online yang kamu terima di rumah atau di kantor. Lebih-lebih kalau kamu pesan barang yang sama berulang hanya karena beda warna untuk model baju yang sama, misalnya. Semata-mata hanya karena kamu suka aja, bukan emang butuh.

Banyak cicilan untuk barang online yang kamu beli. 

Cicilan 0% untuk barang yang kamu suka emang menggoda banget ya. Kalau kamu gak nyadar akan hal ini dan ternyata tagihan kartu kreditmu gak sanggup kamu bayar, mungkin biang keroknya cicilan 0% ini. Meksipun bunganya 0%, kalau barang yang kamu beli banyak, maka akan jadi besar juga total tagihannya tiap bulan. Yang lebih gawat nih, kalau sampe kamu harus mengorbankan pengeluaran di pos kebutuhan hidup (sandang, pangan, papan) untuk membayar tagihan barang-barang konsumtif tersebut.

Baca juga: Belanja Online Emang Simpel, Tapi Jangan Tertipu Yah!

Lebih dari 30% gaji dihabiskan untuk cicilan belanja online. 

Cicilan utang sebanyak 30% dari gaji kalau untuk barang-barang produktif ya oke-oke ja sih semisal cicilan utang untuk hunian. Tapi, kalau 1/3 gaji kamu gunakan untuk cicilan belanja online, kamu harus waspada! Leboh-lebih lagi kalau yang 2/3 dari sisa gajimu itu gak bisa disisihkan buat pos tabungan, dana darurat, dan investasi. Udahlah pemenuhan kebutuhan sehari-hari kamu kepayahan, masih pula kamu terbelit utang.

Apa Solusinya?

Kalau belanja online buat kamu udah jadi prioritas, gak bisa gak, maka Prita menyarankan solusinya, yakni kamu membuat pos pengeluaran khusus utuk belanja online sebesar 10%. Sisihkan 10% dari gajimu ke dompet elektronik toko online langganan. Kalau dana 10% tersebut udah menipis, berarti kegiatan belnja online kamu juga gak bisa lanjut. Kalau kamu masih tetep mau lanjut belanja online, ya sabar aja nunggu budget 10% yang baru di bulan depan. Jadi, puasa belanja online sekitar sebulan.

Bagikan: 577 kali