Terdapat sejumlah hal yang membuat nilai appraisal KPR menjadi jatuh. Sebelum mengajukan KPR, sebaiknya kamu mengetahui terlebih dahulu penyebab dan solusinya tersebut!

appraisal kpr - rumah123.com

Dalam pengajuan kredit rumah, rata-rata bank hanya akan membiayai KPR sebagian. Sisanya harus dibayar sendiri oleh pembeli. Nilai pembiayaan tersebut terdapat proses yang bernama appraisal.

Proses ini adalah proses survei penilaian terhadap rumah yang akan dijadikan jaminan produk KPR. Semakin bagus nilai appraisal KPR-nya, semakin tinggi pinjaman yang didapatkan untuk membeli rumah. Perlu diketahui bahwa tak semua orang bisa mendapatkan penilaian appraisal yang tinggi. Bahkan tak jarang yang mendapatkan appraisal rendah. 

Terdapat sejumlah hal yang membuat nilai appraisal KPR menjadi jatuh. Sebelum mengajukan KPR, sebaiknya kamu mengetahui terlebih dahulu penyebab dan solusinya tersebut!

Kawasan rumah tidak bebas banjir

Jika rumah yang akan dipilih berada di dataran rendah dan menjadi daerah langganan banjir, maka sebaiknya kamu mempertimbangkan kembali pilihan rumahmu. Sebab, rumah yang rawan banjir otomatis tak akan bertahan lama. Bank tidak akan menginginkan jaminan yang rentan rusak, sehingga kemungkinannya hanya dua; pengajuanmu ditolak, atau nilai appraisal rendah.

Solusi: ketahui dulu penyebab dari banjir yang kerap datang di kawasan tersebut. Apabila banjir disebabkan karena kawasan tersebut termasuk dataran rendah, maka sebaiknya pertimbangkan untuk memilih rumah lain. Jika kamu memang kepalang suka dengan rumah tersebut, pastikan di permukiman rumah terdapat tanggul yang bisa menahan banjir. 

Baca juga: Yakin Mau Ngekos Terus? Banyak Loh Rumah Cicilan Rp 2 Juta di Pinggir Kota

Akses rumah terbatas

Akses rumah yang terbatas sempitnya jalan masuk ke rumah, bisa membuat nilai appraisal rumah turun. Hal ini dikarenakan bank akan mempertimbangkan nilai jual kembali rumah yang akan jadi jaminan. Rumah yang aksesnya terbatas, otomatis nilai jualnya akan lebih rendah. 

Solusi: lakukan diskusi dengan tetangga untuk melakukan pelebaran jalan. Siapa tahu mereka setuju jika halaman rumah memang dipangkas agar akses jalan semakin mudah. 

Dekat dengan sungai

Pemerintah memiliki ketentuan bahwa daerah yang berjarak 15 meter dari sungai harus steril dari bangunan. Sebab, bangunan dekat sungai dapat mengurangi volume ruang saluran dan memberikan potensi buruk pada warga di sekitarnya.Belum lagi jika perilaku masyarakat yang tinggal di sekitar sungai buruk. Karena hal inilah, bank memilih untuk tidak mengabulkan pengajuan KPR, atau merendahkan nilai appraisal-nya, jika rumah yang dipilih berada di dekat sungai. 

Solusi: Sebaiknya kamu tidak memilih rumah yang dekat dengan sungai karena terdapat larangan di mana daerah ini tidak boleh diisi bangunan pada pengelolaan daerah aliran sungai (DAS). 

Baca juga: Awas Jadi Korban! Ini 4 Tips Jual Rumah Agar Tak Kena Tipu Pembeli

Dekat dengan tempat pembuangan sampah

Selain sungai, rumah yang dekat dengan tempat pembuangan sampah juga membuat nilai aset berkurang lantaran bau tak sedap yang akan muncul. Apabila rumah yang dipilih jaraknya hanya 1 kilometer dari TPS, dapat dipastikan bahwa nilai appraisal akan rendah. Sebab, bank tidak mau menanggung rumah yang susah dijual kembali karena masalah ini. 

Solusi: Tentunya kamu tak mau kan punya hunian yang bau? Untuk itu, sebaiknya kamu memilih rumah lain jika mengalami kondisi ini. Selain bisa mendapatkan appraisal lebih tinggi, kamu juga bisa lebih nyaman untuk menghuni rumah pribadimu nanti.

Bagikan: 4758 kali