Ilustrasi Pernikahan (Foto: Rumah123/All Kpop)

Kalau ditanya, menikah mewah di gedung atau tinggal di kontrakan? Jika dihadapkan pada pilihan seperti ini tentu sulit. Padahal sebenarnya, ini bukan pilihan lho. Kamu bisa melakukannya keduanya lho.

Siapa sih yang nggak ingin menikah di gedung? Kalau bisa ya mewah. Ya, buat masyarakat Indonesia tentu berbeda banget dengan orang Barat.

Hal biasa kalau seseorang menikah akan mengundang keluarga dengan hubungan kekerabatan yang jauh, teman dari beragam jenis persahabatan, hingga tetangga. Jika tidak diundang tentunya kamu bakal sungkan karena alasan tata krama sosial.

Baca juga: Gak Punya Target Waktu Punya Rumah, Bisa Berakhir di Kontrakan Sempit Selamanya Lho!

Namun, kamu juga pengen memiliki hunian setelah menikah. Apartemen tipe studio atau rumah tipe 36 sudah cukup untuk pasangan muda.

Sebenarnya bisa nggak sih, kalau generasi milenial menikah di gedung dan memiliki rumah alis nggak jadi kontraktor? Ternyata bisa lho.

“Terkadang kita melihatnya sebagai opsi padahal ini dari awal, kita bisa menjadikannya ‘dan’,” ujar Kaukabus Syarqiah SE, M.SE, CFP dalam acara Ngopi, Ngobrolin Properti dengan tema “Nikah di Gedung, Tinggal di Kontrakan” yang diselenggarakan beberapa waktu lalu.

Baca juga:  Terpengaruh Medsos Buat Nikah Mewah, Lupa Deh Buat Beli Rumah

“Tergantung dari mana, ada nikah di gedung hanya Rp27 juta. Nikah di gedung itu relatif. Opsi ngontrak, kontrak atau cicil rumah,” lanjut Kaukabus yang juga financial planner atau perencana keuangan.

Jadi menikah di gedung atau tinggal di kontrakan itu bukan pilihan. Kamu bisa menikah di gedung dan tidak tinggal di kontrakan alias bisa nyicil rumah.

Kok bisa? Ya, iyalah. Kamu bisa menikah di gedung karena biaya termahal itu justru katering, bukan sewa gedung. Coba deh cek harga sewa gedung. Banyak yang murah kok.

Baca juga:  Apa Sih Kate Middleton Effect dan Meghan Markle Effect

Kamu dan pasangan bisa memilih paket pernikahan yang sederhana dan terjangkau oleh budget. Yang penting kan ijab kabul atau pemberkatan pernikahan kan?

Hal yang sering terlupa justru di mana kamu tinggal setelah menikah. Kaukabus menyatakan dia pernah memiliki klien yang berutang untuk pernikahan. Utang itu belum lunas, bahkan ketika pasangan ini mempunyai anak.

Seharusnya, setelah menikah, kamu dan pasangan seharusnya sudah memasuki tahap menabung uang muka atau down payment (DP) rumah atau apartemen. Jangan sampai deh, kamu menikah mewah di gedung eh malah nggak bisa punya hunian.

Baca juga:  Serunya Ngobrolin Properti dan Menikah

Bagikan: 1173 kali